SuarIndonesia – Kondisi kabut asap tebal yang terjadi di Kalimantan Tengah (Kalteng) membuat proses evakuasi korban tak bisa menggunakan helikopter. Tim SAR memutuskan evakuasi melalui jalur darat.
Kepala SAR Banjarmasin sekaligus SMC I Putu Sudayana mengatakan sebanyak enam jenazah yang ditemukan di Kalimantan Tengah sedang dalam proses evakuasi menuju Banjarmasin.
“Kami terima laporan dari Palangka Raya ditemukan korban enam jenazah, korban ini sekarang masih dalam proses evakuasi,” jelas Putu Sudayana, Sabtu (26/9/2026).
Evakuasi jenazah dari Kalteng sebelumnya direncanakan menggunakan helikopter. Namun rencana tersebut gagal karena kabut asap tebal memperpendek jarak pandang dan berisiko bagi penerbangan.
“Kami sudah merencanakan menggunakan helikopter, namun faktor kebakaran hutan, asap di sana tebal sehingga kira putuskan evakuasi jenazah menggunakan jalur darat,” ujar Putu Sudayana.
Evakuasi jalur darat memakan waktu perjalanan sekitar 16 jam perjalanan. Sebab, dari lokasi penemuan pesisir ke desa terdekat memakan waktu sekitar lima jam, kemudian dari desa terdekat menuju ke kota memakan waktu 4 hingga 5 jam.
Setelah itu, perjalanan dilanjutkan dari Kalimantan Tengah menuju Kalimantan Selatan dengan estimasi waktu sekitar 5 hingga 6 jam perjalanan.
“Ini kendala buat kita, khusus jenazah di Kalimantan Tengah di sana memerlukan waktu untuk proses evakuasi,” ungkap Putu Sudayana.
Putu Sudayana mengatakan enam korban ini akan dibawa ke RS Bhayangkara Banjarmasin. Kemudian, akan dilakukan identifikasi untuk mengenali jenazah korban. “Enam korban ini akan dibawa berbarengan ke Banjarmasin,” kata Putu.
Per Sabtu (26/9), jumlah korban dari Kalimantan Tengah yang tiba di Banjarmasin sebanyak sembilan kantung jenazah, tujuh dari Seruyan, satu dari Kotawaringin Barat, satu dari Sukamara. Terbaru, tiga jenazah dari Sukamara tengah diperjalanan menuju RS Bhayangkara Banjarmasin.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak tujuh jenazah yang diduga merupakan korban kecelakaan laut tersebut ditemukan terdampar di sejumlah titik pesisir Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah.
Kasi Humas Polres Sukamara Ipda Evri Ertanto dikutip detik.com mengatakan empat jenazah ditemukan secara bertahap mulai sekitar pukul 01.00 WIB hingga pagi hari.
Dalam penyisiran yang dilakukan tim gabungan, empat jenazah kembali ditemukan. Tiga di wilayah Kecamatan Pantai Lunci dan satu lainnya di Desa Sungai Raja, Kecamatan Jelai.
“Dari malam tadi sekitar pukul satu hingga pagi ini kembali ditemukan tiga jenazah di Kecamatan Pantai Lunci dan satu jenazah di Desa Sungai Raja, Kecamatan Jelai,” kata Evri.
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















