DUKUNG “Sabuk Hijau Khatulistiwa” Berbasis Ekonomi Rakyat

- Penulis

Senin, 19 Januari 2026 - 23:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Kalbar Ria Norsan saat menerima audiensi Ketua Lembaga Investasi Badan Advokasi Penyelamat Aset Negara (Li-Bapan) Stefanus Febyan Babaro beserta jajaran di Ruang Kerja Gubernur Kalbar, Senin (19/1/2026). (Foto: ANTARA/Rendra Oxtora)

Gubernur Kalbar Ria Norsan saat menerima audiensi Ketua Lembaga Investasi Badan Advokasi Penyelamat Aset Negara (Li-Bapan) Stefanus Febyan Babaro beserta jajaran di Ruang Kerja Gubernur Kalbar, Senin (19/1/2026). (Foto: ANTARA/Rendra Oxtora)

SuarIndonesia — Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyatakan dukungannya terhadap inisiatif strategis “Sabuk Hijau Khatulistiwa” yang menjadi program reklamasi lahan yang mengintegrasikan pemulihan lingkungan dengan penguatan ekonomi kerakyatan berbasis komoditas lokal.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat sangat mendukung gagasan ini. Ke depan akan kita tindak lanjuti bersama dengan menyinkronkan langkah-langkah agar program ini dapat segera diwujudkan,” kata Ria Norsan saat menerima audiensi Ketua Lembaga Investasi Badan Advokasi Penyelamat Aset Negara (Li-Bapan) Stefanus Febyan Babaro beserta jajaran di Ruang Kerja Gubernur Kalbar, Senin (19/1/2026).

Menurut Norsan, gagasan yang ditawarkan Li-Bapan sejalan dengan arah kebijakan pembangunan daerah Kalimantan Barat yang menempatkan pembangunan berkelanjutan sebagai prioritas, khususnya dalam menghadapi tantangan perubahan iklim sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia menegaskan, Pemprov Kalbar terbuka terhadap kolaborasi dengan berbagai pihak sepanjang program yang ditawarkan memiliki dampak nyata bagi lingkungan dan ekonomi masyarakat serta selaras dengan kebijakan pemerintah pusat.

Sementara itu, Ketua Li-Bapan Stefanus Febyan Babaro menjelaskan bahwa program “Sabuk Hijau Khatulistiwa” dirancang sebagai model reklamasi lahan terpadu yang tidak hanya memulihkan kawasan terdegradasi, tetapi juga menciptakan sumber ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

Program ini menitikberatkan pada penanaman dua jenis pohon utama, yakni aren Smulen ST-1 dan pohon beringin, yang masing-masing memiliki fungsi ekonomi dan ekologis.

“Pohon aren kami pilih karena memiliki nilai ekonomis tinggi dan berpotensi menjadi sumber pendapatan masyarakat. Komoditas ini juga sejalan dengan arahan pemerintah pusat, khususnya Presiden dan Menteri ESDM, dalam pengembangan bioetanol sebagai energi terbarukan,” kata Febyan, melansir dari AntaraNews.

Baca Juga :   BUAYA 4,5 Meter Diamankan TRC Balai PK

Menurut dia, pengembangan aren berpotensi mendorong lahirnya sentra-sentra ekonomi baru di pedesaan, mulai dari produksi gula aren, etanol, hingga produk turunan lainnya yang bernilai tambah.

Adapun penanaman pohon beringin difokuskan untuk memperkuat fungsi ekologis kawasan reklamasi, menjaga keseimbangan lingkungan, serta menjamin keberlanjutan jangka panjang.

“Melalui kombinasi fungsi ekonomi dan ekologi ini, kami berharap program ini tidak hanya memperbaiki kualitas lingkungan, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat Kalimantan Barat,” katanya.

Sebagai tindak lanjut audiensi tersebut, Li-Bapan akan melakukan koordinasi lebih intensif dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait guna merumuskan detail teknis pelaksanaan, termasuk penentuan lokasi prioritas dan skema pelibatan masyarakat.

Program “Sabuk Hijau Khatulistiwa” diharapkan dapat menjadi model kolaborasi antara lembaga nonpemerintah, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat dalam menjawab tantangan perubahan iklim melalui pendekatan pembangunan hijau yang berbasis potensi sumber daya lokal. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

46 ORANG UTAN Diselamatkan Akibat Karhutla
KETAPANG Dominasi Hotspot Terbanyak
70 HARI Relawan Karhutla Lawan Asap dan Lakukan Evakuasi
361 PERSONEL JDR Jepang Dianugerahkan Satyalancana Dharma Samudera
3 KURIR Narkoba Tertangkap Bawa 16,3 Kg Sabu dari Kalbar ke Palangka Raya
JEPANG Perkuat Pemadaman Karhutla di Ketapang
15 RUU Kabupaten/Kota di Kalimantan Dibawa ke Paripurna DPR
ANGGOTA DPRD Mempawah Diduga Bakar Lahan untuk Tanam Sawit

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 00:19

POLRI Mutasi 199 Personel, Termasuk Kakorlantas dan 3 Kapolda Serta 7 Wakapolda

Minggu, 11 Oktober 2026 - 22:07

PEGADAIAN Championship 2026/2027: Barito Putera Tumbangkan Persiba 2-0

Minggu, 11 Oktober 2026 - 21:59

GUNUNG TITI Sasaran Kapolres HST “Long March” Peduli Lingkungan hingga Antisipasi Potensi Karhutla

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:41

REALIZA ANTI CHAMAS dari Brasil Diujicobakan untuk Padamkan Karhutla

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:38

MISTERI Seorang Nelayan Tewas Berdarah Tergeletak di Rumah Warga Terus Diselidiki Polisi

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:17

DUA TEMPAT TERBAKAR, Menara Fried Chicken dan Jegger

Minggu, 11 Oktober 2026 - 00:24

TERULANG KARHUTLA Melanda kawasan Golf Ujung Sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 23:54

MOTOGP Indonesia 2026 – Marc Marquez Menang Sprint Race

Berita Terbaru

BKSDA dan YIARI Kalbar melakukan translokasi terhadap delapan orang utan Kalimantan yang kehilangan habitat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. (Foto: HO-YIARI Kalbar)

Kalbar

46 ORANG UTAN Diselamatkan Akibat Karhutla

Minggu, 11 Okt 2026 - 20:54

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca