Selain itu, laporan juga terkait tidak dikenakannya denda pinalti terhadap kontraktor, setelah jembatan yang dinamai Patih Masih itu sempat dinyatakan molor dari target pembangunan.
“Iya ditelisik dan prosesnya masih pengumpulan data dan mwmang sudah ada dimintai keterangan,” ujar Asisten Pidana Khusus Kejati Kalsel, Dwianto Prihartono SH MH, kepada wartawan Jumat (13/1/2023).
Namun, Dwianto tak menyebut siapa saja yang sudah diperiksa mauopun beberapa orang sudah dimintai klarifikasi.
Pembangunan jembatan HKSN mulai dibangun pada 2020 dan ditarget 2021 rampung, namun pengerjaannya sempat molor. Jembatan itu baru bisa diresmikan pada April 2022.
Proyek pembangunan bersumber dari APBD Kota Banjarmasin dengan total anggaran Rp 64 miliar ini terus disorot.
Diketahui, empat bulan pasca diresmikan, adanya retakan di bagian oprit jembatan memiliki panjang 304 meter dan lebar jalan 9 meter itu.
Belum cukup, jauh sebelum itu, tepat di puncak hari jadi Kota Banjarmasin ke – 494, 24 September 2020, rangka pilar jembatan sempat ambruk. Kejadian mengkibatkan sembilan pekerja mengalami tertimpa besi. (ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















