DOKTER Palestina Disiksa selama 45 Hari Penahanan Israel

- Penulis

Selasa, 6 Februari 2024 - 01:08

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cerita pilu dokter Palestina Said Abdulrahman Maarouf 45 hari disiksa dalam penahanan tentara Israel di Gaza. [REUTERS/IBRAHEEM ABU M]

Cerita pilu dokter Palestina Said Abdulrahman Maarouf 45 hari disiksa dalam penahanan tentara Israel di Gaza. [REUTERS/IBRAHEEM ABU M]

SuarIndonesia —  Seorang dokter Palestina di Gaza menceritakan momen mengerikan saat dirinya menjadi korban penculikan dan penyiksaan tentara Israel selama 45 hari.

Selama nyaris dua bulan ditahan, dokter Said Abdulrahman Maarouf mengalami penyiksaan, kurang tidur, mata ditutup, dan terus dibelenggu oleh para tentara.

Maarouf mengaku sedang bekerja di rumah sakit Al Ahli Al-Arab di Gaza, saat fasilitas medis itu dikepung oleh pasukan Israel pada Desember lalu.

Dia menyebut dirinya diborgol, kakinya dibelenggu dan matanya ditutup selama hampir tujuh minggu di penjara. Dia juga mengaku dipaksa tidur di tempat yang tertutup kerikil tanpa kasur, bantal, dan diiringi musik keras yang menggelegar.

“Penyiksaan sangat parah di penjara Israel. Saya seorang dokter. Berat badan saya 87 kilogram. Saya kehilangan lebih dari 25 kilogram dalam 45 hari. Saya kehilangan fokus dan keseimbangan,” kata Maarouf.

“Bagaimana pun Anda menggambarkan penderitaan dan penghinaan di penjara, Anda tidak akan pernah tahu kenyataannya kecuali Anda menjalaninya,” tambah Maarouf, dikutip CNNIndonesia dari Reuters.

Maarouf mengatakan dia tak tahu di mana ditahan, karena matanya ditutup selama penahanan. Dia juga tak yakin apakah ditahan di dalam atau di luar Gaza, dan diturunkan di persimpangan Kerem Shalom saat pembebasan.

Baca Juga :   KESIAPAN Personel Polresta Banjarmasin Pengamanan TPS

Maarouf yakin dia adalah satu dari lebih dari 100 tahanan yang diculik di tempat yang sama.

“Masing-masing dari kami menginginkan kematian, ingin mati karena beratnya penderitaan yang kami alami,” kata dia.

“Ketika kami dibawa ke tank-tank itu berada, saya pikir kami akan berada di sana beberapa jam lalu dibebaskan. Saya pikir jika mereka membawa saya, mereka akan memperlakukan kami dengan baik karena kami adalah dokter dan tidak melakukan kejahatan apa pun,” ungkapnya.

Namun kenyataannya, dia dan para tahanan lainnya mengalami penyiksaan mengerikan selama di penahanan Israel.

Hingga kini nyaris empat bulan agresi Israel ke Palestina, jumlah warga sipil yang tewas di Gaza terus bertambah. Lebih dari 27 ribu orang tewas akibat genosida Israel, di mana sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

IIMU RETRET AKMIL, Supian HK : Siap Terapkan di Kalsel !
LAKA LIBATKAN Dua Emak-emak di Banjarmasin, Respon Cepat 110 Polri Permasalahan Berakhir Damai
KAPAL TANKER Iran Lolos Blokade AS Usai Lintasi Selat Hormuz
ARAB SAUDI Desak AS Cabut Blokade di Selat Hormuz
ANTISIPASI Tindak Kejahatan di Kawasan Pelabuhan Trisaksi Banjarmasin, Personel Berpatroli
TAK BER-AMDAL Belasan Perusahaan Tambang di Kalsel, Picu Reaksi Keras Pansus III DPRD Cabut Izin Usaha
KESIAPSIGAAN KARHUTLA Kerahkan Ratusan Personel dan Sarpras, Kapolda Kalsel : “Kita tak Boleh Lengah”
PESUT MATI Terbelah Kena Pukat Kurau

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 21:09

DISIAPKAN Insentif Fiskal Masif Dukung Program 3 Juta Rumah

Rabu, 15 April 2026 - 00:27

SOAL “WAR TICKET”, Menhaj Hentikan Pembahasan jika Dianggap Prematur

Selasa, 14 April 2026 - 21:25

TAK BER-AMDAL Belasan Perusahaan Tambang di Kalsel, Picu Reaksi Keras Pansus III DPRD Cabut Izin Usaha

Senin, 13 April 2026 - 23:02

14 Kepala Kejaksaan Tinggi Dimutasi

Minggu, 12 April 2026 - 22:29

5 PROVINSI dengan Korban PHK Paling Banyak, Diantaranya Kalsel dan Kaltim

Sabtu, 11 April 2026 - 17:38

DERMAGA PASAR TERAPUNG di TMII jadi Etalase Budaya Kalsel dengan Dihadirkan Jukung Tradisional

Jumat, 10 April 2026 - 23:21

PRESIDEN PRABOWO: Halangi Satgas PKH Berarti Hambat Presiden

Jumat, 10 April 2026 - 23:09

SEMBILAN Anggota Ombudsman Dilantik

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca