SuarIndonesia – Ratusan peserta komunitas otomotif dan pembalap berkompetisi “Road Safety Week” di Safety Driving Center (SDC) Ditlantas Polda Kalsel, Jalan Ahmad Yani Km 21, Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Sabtu (12/9/206),
Ini semua berkaitan memperingati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 tahun 2026,
Acara akan berlangsung sampai Minggu 13 September 2026. mengusung tema “Lalu Lintas Modern yang Berkeselamatan Menuju Astacita Indonesia Emas” dan menggabungkan kampanye keselamatan lalu lintas dengan kompetisi balap motor.
“Road Safety Week” dibuka Kapolda Kalsel, Irjen Pol Dr Rosyanto Yudha Hermawan, turut dihadiri Gubernur Kalsel, Muhidin, yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso.
Rurut diisi berbagai kegiatan, di antaranya Mini GP, Road Race dan Push Bike.
Kapolda Kalsel menekankan pentingnya membangun budaya tertib berlalu lintas sebagai bagian dari upaya bersama menekan angka kecelakaan lalu lintas.
Menurutnya, keselamatan di jalan raya bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Sementara Direktur Ditlantas Polda Kalsel, Kombes Pol Fahri Siregar, mengatakan tujuan utama kegiatan adalah memberikan wadah resmi, aman, dan terarah bagi generasi muda.
“Juga bertujuan edukasi menanamkan keselamatan berkendara dan sosialisasi sarana edukasi tertib berlalu lintas,” katanya.
Selain sebagai sarana edukasi, kegiatan ini juga menjadi bagian dari sosialisasi untuk meningkatkan budaya tertib berlalu lintas di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda.
Berbagai kegiatan yang digelar pada Road Safety Week antara lain, lomba Mini GP dan Road Race, Safety Riding, hingga Push Bike.
Selain itu, di lokasi kegiatan tersedia mini expo yang menyediakan stan UMKM.
Kombes Pol Fahri Siregar mengatakan peserta kegiatan tidak hanya berasal dari Kalimantan Selatan, tetapi juga dari Kalimantan Tengah (Kalteng), Kalimantan Timur (Kaltim) serta berbagai daerah lainnya.’
Road Safety Week 2026 tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara, tetapi juga menghadirkan berbagai kompetisi otomotif.
Salah satu kompetisi yang akan digelar adalah MiniGP dan Pocketbike Seri 2 135 Racing Family.
Kompetisi ini dibagi dalam beberapa kelas berdasarkan usia dan tingkat kemampuan peserta, termasuk kelas Basic, Beginner, Rookie, Expert, Pro, hingga Super Pro.
Selain itu, terdapat kategori khusus seperti Singgang Community Pelajar Non Prestasi dan kelas sporting untuk pembalap.
Beberapa kelas pembalap yang akan dipertandingkan lain Matic 130cc MP5 Open dan Matic 116 Open.
Tidak hanya berfokus pada balapan, acara ini juga menyelenggarakan lomba Best Paddock yang terbagi menjadi Decor Team Profesional dan Decor Team Hari Jadi Lalu Lintas, memberikan kesempatan bagi tim dan komunitas untuk menunjukkan kreativitas dalam menata area paddock.
Bukan sekadar adu cepat di lintasan, kegiatan menjadi wadah pembinaan atlet usia dini, pelajar hingga pembalap nonprestasi, sekaligus mengarahkan generasi muda agar menyalurkan hobi balap secara aman, tertib, dan sesuai aturan.
Sedikitnya 120 starter ambil bagian dalam kejuaraan tersebut. Peserta tidak hanya berasal dari Kalimantan Selatan, tetapi juga datang dari sejumlah daerah di Kalimantan hingga Pulau Jawa.
Sedangklan Ketua Pelaksana Kejuaraan, Supiansyah, mengatakan kegiatan mengedepankan pembinaan atlet dan edukasi keselamatan berkendara.
“Tujuannya untuk menyosialisasikan, agar para pembalap itu bisa safety dengan benar, tertib berlalu lintas, dan tentunya untuk pembinaan penjenjangan atlet-atlet yang ada di Kalimantan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kategori yang dipertandingkan mencakup pembalap usia dini mulai 4-13 tahun. Sementara kategori pembalap nonprestasi diperuntukkan bagi pelajar, dengan batas usia maksimal 23 tahun.
Kejuaraan kali ini khusus mempertandingkan balap motor, dan bukan kategori road bike.
Menurut Supiansyah, kegiatan tersebut juga menjadi seri kedua yang digelar di Kalimantan, setelah sebelumnya seri pertama dilaksanakan di lokasi yang sama.
“Kalau untuk di Kalimantan, ini yang kedua kali khusus untuk pembalap pembinaan atlet usia dini. Kalau di Pulau Jawa sudah berlangsung sejak 2018,” ujarnya.
Diikuti Pembalap dari Kaltim, Kalteng hingga Pulau Jawa Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan pembalap berbagai daerah.
Dari Pulau Jawa, peserta datang di antaranya dari Yogyakarta, Jakarta, dan Kediri. Sementara dari Kalimantan Timur terdapat peserta dari Balikpapan dan Samarinda.
Adapun dari Kalimantan Tengah, peserta berasal dari sejumlah daerah seperti Sampit, Muara Teweh, Buntok, hingga Palangka Raya.
Menurutnya, besarnya jumlah peserta menunjukkan minat generasi muda terhadap olahraga balap motor cukup tinggi. Karena itu, diperlukan wadah resmi, agar minat tersebut tidak disalurkan di jalan raya.
“Dengan Hari Lalu Lintas, edukasinya agar merangkul para pelajar yang suka balap liar di jalan, agar mereka bisa menyalurkan bakatnya dan akhirnya menjadi tertib berlalu lintas, bukan ugal-ugalan di jalan.
Tentunya kita semua berharap, dari kegiatan lahir pembalap-pembalap muda asal Kalimantan, yang mampu mengharumkan nama Banua, hingga ke tingkat nasional bahkan internasional,” tutupnya. (ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















