PRESIDEN Prabowo: Karhutla Jangan Sampai Masuk Zona Inti IKN

- Penulis

Senin, 7 September 2026 - 21:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia — Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, ditangani secara serius agar tidak meluas hingga zona inti IKN.

Prabowo meminta aset penanganan karhutla diperkuat untuk mengantisipasi kebakaran di sekitar kawasan IKN, termasuk dengan mengerahkan lebih banyak sarana pemadaman.

“Kebakaran yang dekat IKN itu harus diperhatikan dan mungkin kita harus kerahkan aset-aset lebih untuk jangan sampai kebakaran itu sampai ke zona inti,” kata Prabowo saat memimpin rapat penanganan bencana secara virtual di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9/2026), sebagaimana dipantau melalui tayangan langsung YouTube Sekretariat Presiden.

Instruksi tersebut disampaikan Presiden setelah Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto melaporkan adanya karhutla di kawasan IKN, tepatnya di Bukit Soeharto, dengan luas mencapai 458 hektare.

“Di IKN, Kalimantan Timur, di kawasan IKN Bapak Presiden, di Bukit Soeharto ada 458 hektare,” kata Suharyanto, melansir dari Antara.

Dia mengatakan kebakaran tersebut masih dalam proses penanganan dengan dukungan Satuan Tugas Darat dan helikopter water bombing.

“Ini sedang proses penanganan, kami pun bantu dengan Satgas Darat dan Heli WB (water bombing) ke sana,” ucap Suharyanto.

Adapun dalam laporannya, Suharyanto menyampaikan sekitar 98 persen kebakaran lahan gambut di enam provinsi prioritas di Sumatera dan Kalimantan telah berhasil dipadamkan.

Keenam provinsi tersebut, yakni Kalimantan Barat, Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Jambi.

Suharyanto mengatakan operasi darat dan udara yang melibatkan unsur gabungan telah berhasil memadamkan 71.069,65 hektare lahan gambut yang terbakar dari total 72.009,10 hektare di enam provinsi tersebut.

“Kami sudah berhasil memadamkan 71.069,65 hektare di enam provinsi per hari ini. Jadi, kami laporkan total yang terbakar di enam provinsi yang lahan gambut. Lahan gambut ini yang susah untuk dipadamkan,” ujarnya.

Baca Juga :   BUSA SABUN Jadi Senjata Lawan Karhutla

Dengan 71.069,65 hektare yang telah berhasil dipadamkan, luas kebakaran yang masih menjadi sasaran penanganan saat ini tersisa sekitar 939,45 hektare. Suharyanto mengatakan proses pemadaman terhadap sisa area tersebut tengah dilakukan pada Senin hari ini.

Meski luas area kebakaran telah menyusut, BNPB tetap meningkatkan kewaspadaan karena masih terdapat potensi munculnya titik api baru. Selain itu, api yang sebelumnya telah dipadamkan juga dapat kembali menyala akibat karakteristik lahan gambut.

“Apakah 939,45 ini setelah dipadamkan hari ini, besok berkurang? Mudah-mudahan berkurang, tetapi kadang-kadang juga tidak berkurang signifikan karena hari ini juga ditemukan titik kebakaran yang baru, atau kebakaran yang lama yang sudah dipadamkan tiba-tiba hidup kembali. Itulah kesulitannya lahan gambut di enam provinsi prioritas ini,” kata dia.

Sementara itu, Presiden Prabowo meminta Suharyanto untuk membahas bersama Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto terkait penempatan helikopter berat jenis Chinook untuk memastikan aset tersebut berada di lokasi yang paling membutuhkan.

“Baik, nanti didiskusikan ya dengan Panglima TNI nanti posisi (helikopter) Chinook-Chinook sebaiknya ada di mana,” kata Presiden. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

HELIKOPTER CH-47 Chinook dari Jepang Tangani Karhutla Mulai 12 September
KAPAL INDUK Giuseppe Garibaldi Dikerahkan Tangani Karhutla
SAWIT Muncul di Bekas Karhutla Kalbar
POLRI Tetapkan 138 Tersangka Karhutla
POLRI Diminta Proses Hukum Korporasi Terlibat Karhutla
SATU Ton Cairan Inovasi Karhutla Dikirim ke Kalteng
8 BANDARA Ditutup! 1.558 Penerbangan Ditunda
KASUS KARHUTLA: 113 Orang Ditetapkan Tersangka

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 21:58

KARHUTLA Kalteng: Ada 25 Tersangka, 4 Perusahaan Diselidiki

Selasa, 8 September 2026 - 21:53

OMC Berhasil Turunkan Hujan di Palangka Raya

Selasa, 8 September 2026 - 20:40

KEMENHUT Tangkap BG Pemodal Illegal Logging

Selasa, 8 September 2026 - 20:34

MANFAATKAN Inovasi Cairan Surfaktan Tangani Karhutla

Senin, 7 September 2026 - 22:59

HUJAN Guyur Sejumlah Wilayah di Kotim

Senin, 7 September 2026 - 22:54

OMC Kalteng Terkendala Langit Minim Awan

Senin, 7 September 2026 - 21:45

SATU Ton Cairan Inovasi Karhutla Dikirim ke Kalteng

Senin, 7 September 2026 - 13:13

DPRD Kalsel dan Kalteng Perkuat Wawasan Ekonomi dan Keuangan

Berita Terbaru

Hujan lebat terjadi di sepanjang Jalan Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (8/9/2026) petang.(Foto: Kompas.com)

Kalteng

OMC Berhasil Turunkan Hujan di Palangka Raya

Selasa, 8 Sep 2026 - 21:53

Hujan di Kalsel. (Foto: Istimewa)

Balangan

HUJAN Guyur Sejumlah Daerah di Kalsel

Selasa, 8 Sep 2026 - 21:38

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca