SuarIndonesia — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng) masih menjadi perhatian pemerintah setempat. Terbaru, Pemprov Kalteng mencatat luas lahan yang terbakar dalam penanganan Satgas Karhutla Kalteng telah mencapai 9.440,36 hektare.
Kalaksa BPBPK Kalteng Ahmad Toyib, mengatakan berdasarkan data evaluasi penanganan karhutla, tercatat sebanyak 2.909 kejadian kebakaran dengan total luasan mencapai 9.440,36 hektare.
“Angka tersebut menunjukkan penanganan karhutla masih menjadi pekerjaan besar di tengah kondisi cuaca kering dan munculnya titik-titik api di sejumlah wilayah,” ujarnya, Selasa (15/9/2206).
“Kotawaringin Timur menjadi salah satu daerah dengan titik panas dan luasan kebakaran yang tinggi. Sementara dari sisi jumlah kejadian, Kota Palangka Raya tercatat sebagai wilayah dengan kasus karhutla terbanyak,” ujar Toyib dikutip SuarIndonesia dari detikKalimantan, Selasa (15/9/2026).
Pemerintah Provinsi Kalteng juga masih menetapkan status tanggap darurat bencana karhutla. Status tersebut berlaku mulai 31 Agustus hingga 29 September 2026. Dengan demikian, hingga Selasa (15/9/2026), Kalteng masih berada dalam masa tanggap darurat.
“Status tersebut dapat dievaluasi kembali sesuai perkembangan kondisi karhutla di lapangan,” kata Toyib.
Dalam mendukung penanganan bencana, Pemprov Kalteng sebelumnya menyiapkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp72 miliar. Namun, dalam evaluasi terbaru disebutkan dukungan BTT sebesar Rp45,815 miliar untuk memperkuat sarana dan prasarana penanganan karhutla.
“Anggaran tersebut diarahkan untuk mendukung kebutuhan operasional di lapangan, termasuk penguatan peralatan pemadaman dan perlengkapan bagi personel yang terlibat dalam penanganan karhutla,” ucap Toyib.
Menurut Toyib, penguatan peralatan menjadi penting mengingat sebagian kebakaran terjadi di lahan gambut yang memiliki karakteristik sulit dipadamkan dan berpotensi kembali terbakar meski api di permukaan telah berhasil dikendalikan.
Selain pemadaman, pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) diperpanjang hingga 19 September 2026. Sementara penanganan karhutla di kawasan prioritas Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, telah berlangsung selama 71 hari dan kini memasuki tahap pendinginan serta pembasahan untuk mencegah api kembali muncul.
“Dari BTT Rp45,815 miliar, pemerintah menggunakannya antara lain untuk pengadaan 30 mesin pemadam, 1.500 rol selang, 50 kendaraan roda tiga pengangkut air, tiga drone thermal dan 500 alat pelindung diri (APD),” kata dia.
Pemprov Kalteng juga menyiapkan dukungan bagi masyarakat terdampak berupa 1.100 paket bantuan, distribusi air bersih dan dukungan kebutuhan kesehatan. Saat ini tercatat tersedia 87 sarana air bersih serta 237 sumur bor.
Meski berbagai sumber daya telah dikerahkan, Pemprov Kalteng masih meminta tambahan dukungan pemerintah pusat. Bantuan yang diusulkan meliputi dua hingga tiga unit helikopter water bombing, flexible tank dan truk tangki untuk memperkuat pemadaman dari darat maupun udara.
10.700 Personel Dikerahkan
Pemerintah dan Satgas Karhutla Kalteng juga terus melakukan pemantauan kondisi udara serta mengantisipasi dampak asap terhadap masyarakat. Penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, relawan dan berbagai pihak lainnya.
Sebanyak 10.700 personel akan dikerahkan sesuai kebutuhan di lapangan. Dukungan udara juga diperkuat dengan enam helikopter dan satu pesawat bantuan BNPB, dengan empat helikopter di antaranya digunakan untuk mendukung pemadaman.
“Kami terus memperkuat kesiapsiagaan dan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada dalam penanganan Karhutla. Personel telah disiagakan untuk mendukung operasi di lapangan, sementara dukungan operasi udara juga terus diperkuat guna mempercepat proses pemadaman dan penanganan Karhutla,” ujarnya.
“Dengan status tanggap darurat yang masih berlangsung hingga 29 September, pemerintah daerah di Kalteng masih memiliki ruang untuk memperkuat operasi pemadaman sekaligus melakukan langkah antisipasi agar kebakaran tidak meluas,” kata Toyib. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















