DI TENGAH Perundingan Gencatan Senjata, Tak Ada Habisnya Israel Serang Gaza!

- Penulis

Senin, 1 April 2024 - 00:14

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Palestina memeriksa kerusakan sebuah bangunan setelah pemboman Israel semalaman di Rafah di Jalur Gaza selatan [AFP/Said Khatib]

Warga Palestina memeriksa kerusakan sebuah bangunan setelah pemboman Israel semalaman di Rafah di Jalur Gaza selatan [AFP/Said Khatib]

SuarIndonesia – Israel terus melakukan serangan ke Gaza, Palestina. Serangan terus dilakukan meski perundingan gencatan senjata bakal dilanjutkan.

Dikutip detikNews dari AFP, Minggu (31/3/2024), pertempuran sengit terjadi di Gaza, termasuk di sekitar beberapa rumah sakit pada Sabtu (30/3/2024) malam. Pertempuran itu menewaskan sedikitnya 75 orang, di mana kebanyakan adalah wanita dan anak-anak.

Pertempuran terus berlangsung meskipun Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi yang menuntut ‘gencatan senjata segera’ dan pembebasan semua sandera yang disandera oleh Hamas. Israel pun sempat bersitegang dengan Amerika Serikat akibat jumlah korban warga sipil dan ancaman Israel untuk mendorong pasukan darat ke kota Rafah yang terletak jauh di selatan Gaza.

Meski sempat bersitegang, AS telah menyetujui pengiriman bom dan jet tempur senilai miliaran dolar untuk Israel dalam beberapa hari terakhir. Pengepungan Israel di tengah perang juga semakin memperdalam krisis kemanusiaan di Gaza. Pengiriman bantuan di Gaza telah berubah menjadi kekacauan yang mematikan pada hari Sabtu (30/3/2024) dengan tembakan dan desak-desakan.

Bulan Sabit Merah menyebut setidaknya lima orang tewas dalam kekacauan saat rebutan bantuan itu. Sementara tentara Israel mengatakan mereka ‘tidak memiliki catatan mengenai insiden yang dijelaskan’.

Para saksi mata mengatakan kepada AFP bahwa tembakan dilepaskan, baik oleh warga Gaza yang mengawasi pengiriman maupun pasukan Israel di dekatnya, dan pengemudi truk yang panik melaju kencang dan mengenai beberapa orang.

Untuk membantu meringankan penderitaan 2,4 juta penduduk Gaza, kapal bantuan lain berlayar dari negara kepulauan Mediterania, Siprus, untuk membawa 400 ton bantuan makanan. Negara-negara asing juga mengirimkan bantuan melalui udara, meskipun badan-badan PBB dan badan amal memperingatkan bahwa jumlah tersebut masih jauh dari kebutuhan yang mendesak.

Rakyat Gaza telah mengalami pemboman selama berbulan-bulan ketika Israel berupaya menghancurkan Hamas. [EPA]
Perang tersebut terjadi usai serangan Hamas pada tanggal 7 Oktober 2023 yang mengakibatkan sekitar 1.160 kematian di Israel. Israel kemudian mendeklarasikan perang dengan alasan memberantas Hamas. Serangan Israel ke Gaza telah menewaskan sedikitnya 32.705 orang, di mana sebagian besar perempuan dan anak-anak.

Militan Palestina juga menyandera sekitar 250 orang. Israel yakin sekitar 130 orang masih berada di Gaza, termasuk 34 orang yang diperkirakan tewas.

Terbaru, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyetujui putaran baru perundingan gencatan senjata yang akan diadakan di Doha dan Kairo. Stasiun TV Mesir Al-Qahera, yang dekat dengan badan intelijen negara itu, mengatakan perundingan akan dilanjutkan di Kairo pada hari Minggu ini.

Seorang pembawa berita mengatakan pada hari Sabtu bahwa ‘sumber keamanan Mesir mengkonfirmasi kepada Al-Qahera News dimulainya kembali negosiasi gencatan senjata antara Israel dan Hamas di ibu kota Mesir, Kairo besok’. Meski ada rencana perundingan gencatan senjata, Israel tetap saja melakukan serangan ke Gaza.

Baca Juga :   PILPRES AS 2024: Donald Trump Menang!

Netanyahu pun berada di bawah tekanan dari kerabat dan pendukung para tawanan, termasuk pada demonstrasi massal Sabtu malam di Tel Aviv di mana polisi menggunakan watercannon terhadap pengunjuk rasa yang menyalakan api dan memblokir jalan raya. Salah satu demonstran, Raz Ben Ami, yang selamat dari tawanan Hamas, menuntut agar para perunding mencapai kesepakatan untuk memenangkan kebebasan mereka.

Bantuan Senjata dari AS
Serangan Israel yang menghancurkan Gaza pun seolah mendapat dukungan nyata dari AS. Meski mengecam rencana serangan Israel ke Rafah, AS kini mengirim bantuan senjata untuk sekutunya itu.

Dilansir BBC, Washington dilaporkan telah mengizinkan transfer senjata ke Israel senilai miliaran dolar. The Washington Post dan Reuters melaporkan jumlah bantuan senjata tersebut termasuk lebih dari 1.800 bom MK84 seberat 2.000 pon (sekitar 900 kg) dan 500 bom MK82 seberat 500 pon (sekitar 200 Kg), serta 25 jet tempur F35A.

Bom MK84 itu sebelumnya dikaitkan dengan serangan udara di Gaza yang menyebabkan banyak korban jiwa. AS diketahui memberikan USD 3,8 miliar bantuan militer tahunan kepada Israel.

Paket terbaru ini muncul ketika pemerintahan Presiden AS Joe Biden mengaku khawatir mengenai meningkatnya kematian warga sipil di Gaza dan akses kemanusiaan ke wilayah tersebut. Pemerintah AS juga mengatakan pihaknya ‘tidak dapat mendukung’ serangan darat besar-besaran Israel ke Rafah di perbatasan Mesir, di mana terdapat lebih dari satu juta orang yang terlantar.

Kementerian Luar Negeri Palestina di Ramallah mengkritik AS karena sikapnya yang tidak konsisten. Dalam sebuah postingan di X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter, mereka ‘menuntut (Perdana Menteri Israel Benjamin) Netanyahu untuk berhenti membunuh warga sipil dan memasok senjata kepadanya adalah sebuah kontradiksi prinsip dan moral yang belum pernah terjadi sebelumnya’.

Berita tentang transfer senjata ini muncul pada hari yang sama ketika Presiden AS Joe Biden berbicara tentang ‘jalan yang dirasakan oleh begitu banyak komunitas Arab-Amerika dengan adanya perang di Gaza’. Pengiriman senjata ini juga mendapat kecaman keras dari beberapa anggota senior Partai Demokrat, yang menyerukan agar bantuan militer AS dibatasi atau bergantung pada perubahan cara Israel melakukan operasi militer. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

IRAN: Selat Hormuz Dibuka Penuh Selama Gencatan Senjata
KAPAL TANKER Iran Lolos Blokade AS Usai Lintasi Selat Hormuz
ARAB SAUDI Desak AS Cabut Blokade di Selat Hormuz
CENTCOM AS Mulai Blokade Selat Hormuz
BAC 2026: Korea Selatan Juara Umum
PERUNDINGAN Iran-AS tak Tercapai ‘Kesepakatan’
SELAT HORMUZ Ditutup Iran Lagi, Gegara Israel!
HARGA MINYAK Naik Lagi di Tengah Keraguan Gencatan Senjata AS-Iran

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 23:12

HARGA LPG 12 Kg Naik jadi Rp228 Ribu per Tabung

Kamis, 16 April 2026 - 19:32

RUPIAH Menguat Dipicu Ketegangan Geopolitik yang Mereda

Rabu, 15 April 2026 - 21:42

BANDARA Syamsudin Noor Siap Layani 6.758 Jemaah Haji

Rabu, 15 April 2026 - 21:36

PEMASUKAN Bibit Anggrek dan Aglaonema Ilegal Digagalkan

Rabu, 15 April 2026 - 00:18

PERTAMINA Mampu Olah Crude dari Rusia

Selasa, 14 April 2026 - 23:51

PRODUKSI PADI Kalsel Capai 1,3 juta Ton

Selasa, 14 April 2026 - 12:51

KAJI ULANG Program Tiket Pesawat BUMD, Dinilai Berpotensi Memicu Ketidakadilan Usaha

Senin, 13 April 2026 - 13:43

HARGA “BAPOKING” di Pasar Antasari Banjarmasin Ditemukan di Atas Ketentuan

Berita Terbaru

Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad Muhammad Zaini (19), Senin (20/4/2026) siang yang tenggelam di Sungai Martapura. (SuarIndonesia/Ist)

Headline

JASAD REMAJA Tenggelam di Sungai Martapura Ditemukan

Senin, 20 Apr 2026 - 15:56

Pekerja menyusun tabung gas LPG yang kosong untuk dimasukkan ke dalam kontainer di Pelabuhan Ahmad Yani Ternate, Maluku Utara, Selasa (30/12/2025). (Dok Antara)

Bisnis

HARGA LPG 12 Kg Naik jadi Rp228 Ribu per Tabung

Minggu, 19 Apr 2026 - 23:12

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca