BERTEMU Paus Fransiskus di Katedral, Ana Nuraulia Guru Berjilbab Asal Buton Menangis Haru!

- Penulis

Kamis, 5 September 2024 - 00:38

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu volunter dari Scholas Occurrentes bernama Ana Nuraulia, guru berjilbab asal Buton, Sulteng, menangis haru saat bertemu Paus Fransiskus di Gereja Katedral. (YouTube Komsos Katedral Jakarta)

Salah satu volunter dari Scholas Occurrentes bernama Ana Nuraulia, guru berjilbab asal Buton, Sulteng, menangis haru saat bertemu Paus Fransiskus di Gereja Katedral. (YouTube Komsos Katedral Jakarta)

SuarIndonesia — Paus Fransiskus melakukan pertemuan dengan gerakan kaum muda global, Scholas Occurrentes, di kompleks Gereja Katedral, Jakarta, Rabu (4/9/2024). Salah satu volunter dari Scholas Occurrentes bernama Ana Nuraulia tak bisa menahan haru ketika bertemu langsung dengan Pemimpin Gereja Katolik Dunia sekaligus Kepala Negara Vatikan, Paus Fransiskus.

“Saya mengambil peran sebanyak mungkin, semampu saya di setiap lini masa kehidupan, agar saya dapat mengisi dunia pendidikan dan menyebar luaskan pentingnya edukasi untuk menuntaskan kemiskinan,” kata Ana di hadapan Paus Fransiskus, di Graha Pemuda Katedral, Rabu (4/9/2024), dikutip dari detikNews.

“Hari ini bukan hanya sekadar pengalaman bagi saya, tapi sebuah transformasi luar biasa, kali pertama dalam hidup saya. Saya mengunjungi, masuk dan menjadi bagian dalam Katedral. Bagian dalam Katedral, sebuah gereja yang disucikan orang Katolik. Ajaibnya tepat di depan saya, berdiri masjid tempat saya biasanya beribadah,” lanjutnya sambil menyeka air mata.

Ia mengatakan hal itu menjadi simbol toleransi yang harus dijembatani antar umat beragama. Ana yang berasal dari Buton, Sulawesi Tenggara, itu mengaku banyak belajar nilai toleransi dan kesederhanaan.

Baca Juga :   PENGACARA TAK TAHU Dimana Sahbirin!, 'Mungkin Hanya Tenangkan Diri'

“Ini merupakan simbol toleransi, di mana perbedaan seharusnya kita hadapi dan kita jembatani. Saya belajar toleransi melalui agama saya dan ketika bersama Scholas, Scholas juga mengajarkan toleransi seperti Islam mengajarkan saya. Scholas dalam kurikulumnya melatih saya untuk melihat dan menyadarkan mereka yang kaya materiil bahwa hidup bukan hanya memikirkan diri sendiri,” ungkapnya.

Scholas Occurrentes merupakan sebuah gerakan pendidikan internasional yang diluncurkan secara global pada 2013 oleh Paus Fransiskus. Namun, gerakan kaum muda untuk merealisasikan perubahan sosial melalui pendidikan ini telah diinisiasi Paus Fransiskus jauh sebelum diangkat sebagai pemimpin tertinggi Gereja Katolik. (*/UT)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PLAYOFF CHAMPIONSHIP: Adhyaksa FC Promosi ke Super League, Diwarnai Suporter Ricuh
PELANTIKAN BESAR-BESARAN, Tercatat 167 Pejabat Struktural Pemprov Kalsel
KEMENKES: Ada 23 Kasus Hantavirus dalam 3 Tahun Terakhir, Ada yang di Kalbar
SATGAS HAJI Cegah Keberangkatan 80 WNI Terindikasi Haji Ilegal
BGN Ajak Para Pihak Samakan Langkah Laksanakan Program MBG
KEMENKES Perbaiki Tata Kelola Program Dokter Magang
DILANTIK EMPAT PEJABAT Termasuk Aspidsus dan Kajari, Begini Pesan Kajati Kalsel
KAYU LOG ILEGAL Disita di Kawasan Hutan Produksi Tanah Bumbu

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 23:21

PLAYOFF CHAMPIONSHIP: Adhyaksa FC Promosi ke Super League, Diwarnai Suporter Ricuh

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:22

KEMENKES: Ada 23 Kasus Hantavirus dalam 3 Tahun Terakhir, Ada yang di Kalbar

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:01

SATGAS HAJI Cegah Keberangkatan 80 WNI Terindikasi Haji Ilegal

Jumat, 8 Mei 2026 - 20:26

KEMENKES Perbaiki Tata Kelola Program Dokter Magang

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:42

KAPOLRI: Rekomendasi KPRP Ditindaklanjuti Lewat Revisi Regulasi

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:36

KEMENDAGRI: DESLab untuk Edukasi Pemilu Digital

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:30

ROBI HERBAWAN Ditunjuk Menjadi Kabais TNI

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:20

KEMENHAJ Larang JCH Tur Kota sebelum Puncak Haji

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca