BEKAL Pemimpin Masa Depan adalah Disiplin dan Konsistensi

- Penulis

Rabu, 11 Juni 2025 - 23:38

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamendagri Bima Arya Sugiarto saat menjadi Pembina Apel Manggala di Lapangan Parade IPDN, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (11/6/2025). (Foto: ANTARA/HO-Puspen Kemendagri)

Wamendagri Bima Arya Sugiarto saat menjadi Pembina Apel Manggala di Lapangan Parade IPDN, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (11/6/2025). (Foto: ANTARA/HO-Puspen Kemendagri)

SuarIndonesia — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, mengajak para praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk terus menjaga kedisiplinan dan konsistensi sebagai bekal utama menjadi pemimpin di masa depan.

Dalam amanatnya, dia menyebutkan bahwa saat ini terdapat 3.559 praja dari empat angkatan yang tengah ditempa untuk menjadi abdi negara, sekaligus pelayan masyarakat dan pemimpin daerah.

Selama empat tahun, para praja digembleng di lingkungan asrama yang teratur, di bawah bimbingan para pengasuh yang ditetapkan. Namun, pada saatnya nanti, mereka akan menempuh jalan hidup yang berbeda-beda.

“Setelah kalian semua kembali mengabdi bertugas, maka jalan kalian semua akan berbeda. Tidak semua dari yang kalian temui, kalian kenal hari ini akan menjalani jalur yang sama. Tidak semua akan mengalami nasib yang sama,” kata Bima saat menjadi Pembina Apel Manggala di Lapangan Parade IPDN, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat (Jabar), Rabu (11/6/2025).

Ia menegaskan praja yang berprestasi pada saatnya nanti akan memiliki karier yang melesat menuju puncak kepemimpinan.

Bima kembali menekankan terdapat dua hal utama yang akan menuntun perjalanan para praja menuju puncak, yaitu disiplin dan konsistensi.

Menurutnya, seseorang dengan kecerdasan rata-rata namun memiliki kedisiplinan luar biasa dapat mengungguli mereka yang sangat cerdas tetapi tidak disiplin. Demikian pula, pribadi dengan kapasitas rata-rata namun konsisten akan melampaui mereka yang memiliki kapasitas luar biasa, namun tidak konsisten.

“Orang dengan kapasitas pribadi di atas rata dan luar biasa akan ditinggalkan oleh orang-orang yang kapasitas rata-rata tapi konsisten. Disiplin dan konsisten. Masuk ke kampus IPDN kalian dididik untuk merapikan lemari, masuk di kampus IPDN kalian dilatih untuk tepat waktu masuk,” ungkapnya.

Baca Juga :   MENKES Budi Dipanggil ke Istana Bahas Kasus COVID-19 di Indonesia

Bima menambahkan kehidupan bukanlah perlombaan lari jarak pendek, melainkan lari maraton yang membutuhkan ketahanan fisik dan mental jangka panjang. Pemenang sejati adalah mereka yang mampu menjaga ritme dan semangat hingga garis akhir.

“Hidup adalah maraton. Life is not a sprint, life is a marathon,” tutur Bima dilansir dari AntaraNews.

Dalam kunjungannya, dia juga meninjau asrama dan berdialog langsung dengan para praja.

Ia mengapresiasi kedisiplinan, ketepatan waktu, serta kerapian lingkungan dan perlengkapan pribadi mereka.

Apalagi IPDN kini telah berbenah di bawah kepemimpinan Rektor Halilul Khairi. “Saat ini Pak Menteri Dalam Negeri menugaskan Pak Rektor untuk melakukan perubahan-perubahan demi IPDN yang membanggakan, dan demi IPDN yang menghasilkan pemimpin-pemimpin yang membanggakan. Insyaallah saya akan membantu Pak Rektor, saya akan mendampingi Pak Rektor, saya akan sering berkunjung ke sini,” ujarnya.

Ia berharap nilai-nilai kedisiplinan dan konsistensi terus dijaga oleh para praja sebagai fondasi untuk menjadi pemimpin yang layak diteladani.

“Sebab, ketika kelak mengabdi di tengah masyarakat, para praja akan bertugas menegakkan aturan,” katanya.

“Mereka yang melanggarnya tidak akan layak memimpin, apalagi berada di garda terdepan. Semoga kalian bisa menjaga disiplin dan konsistensi. Saya akan bersama dengan Pak Rektor menjalankan perintah Pak Menteri Dalam Negeri untuk menjadikan IPDN kampus kebanggaan dan menjadikan kalian semua pemimpin-pemimpin yang teladan,” ujar Bima menambahkan. (*/ut)

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

14 Kepala Kejaksaan Tinggi Dimutasi
5 PROVINSI dengan Korban PHK Paling Banyak, Diantaranya Kalsel dan Kaltim
DERMAGA PASAR TERAPUNG di TMII jadi Etalase Budaya Kalsel dengan Dihadirkan Jukung Tradisional
PRESIDEN PRABOWO: Halangi Satgas PKH Berarti Hambat Presiden
SEMBILAN Anggota Ombudsman Dilantik
WFH ASN Setiap Jumat: Kinerja Diawasi Ketat!
KOLABORASI OIKN-IPB Hasilkan Panen Padi Gogo 20 Hektare di Nusantara
PENAMPAKAN TUMPUKAN UANG 371 Triliun Hasil Satgas PKH

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 22:15

BAC 2026: Korea Selatan Juara Umum

Minggu, 12 April 2026 - 21:58

PERUNDINGAN Iran-AS tak Tercapai ‘Kesepakatan’

Kamis, 9 April 2026 - 22:33

SELAT HORMUZ Ditutup Iran Lagi, Gegara Israel!

Kamis, 9 April 2026 - 21:47

HARGA MINYAK Naik Lagi di Tengah Keraguan Gencatan Senjata AS-Iran

Rabu, 8 April 2026 - 21:22

IRAN-AS Sepakat Gencatan Senjata Bersyarat!

Minggu, 5 April 2026 - 22:37

TEHERAN: Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, dan Tertutup untuk Musuh Iran

Kamis, 2 April 2026 - 16:22

NENEK SIMPAN JASAD Putrinya dalam Freezer

Rabu, 1 April 2026 - 21:50

RI KECAM UU Israel Vonis Mati bagi Tahanan Palestina

Berita Terbaru

H Muhidin, Gubernur Kalsel. (detikKalimantan/Khairun Nisa)

Kalsel

GUBERNUR MUHIDIN Ajak Warga Kalsel Cegah Karhutla

Selasa, 14 Apr 2026 - 00:16


Pesut mati terbelah akibat pukat kurau di Tana Tidung, Kaltara. (dok Dinas Perikanan Pemkab KTT)

Kaltara

PESUT MATI Terbelah Kena Pukat Kurau

Selasa, 14 Apr 2026 - 00:10

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca