BADAK Pari Kalimantan Tinggal 2, dan Harus Segera Diselamatkan

- Penulis

Rabu, 27 Agustus 2025 - 22:33

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Badak Pari Kalimantan. (Foto: Istimewa/HO-BKSDA Kaltim)

Badak Pari Kalimantan. (Foto: Istimewa/HO-BKSDA Kaltim)

SuarIndonesia — Selama ini, pusat penangkaran Suaka Badak Kelian (SBK) di Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur (Kaltim) merawat satu-satunya badak Kalimantan bernama Pahu. Pahu merupakan badak betina.

Namun belakangan terungkap di belantara Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), di mana ditemukan badak yang diberi nama Pari. Badak tersebut juga betina.

Pari sudah ditemukan sejak lama melalui camera trap yang dipasang di dalam hutan. Meski di alam bebas, keselamatan Pari terancam.

Di sekitar habitat aslinya, diketahui terdapat aktivitas deforestasi dan kegiatan ilegal yang dapat mengancam keberadaan hewan, yang masuk kategori sangat terancam punah atau critical endangered itu. Hal itu diungkapkan Direktur Aliansi Lestari Rimba Terpadu (ALeRT), Kurnia Oktavia Khairani. Ia mengatakan Pari harus segera diselamatkan.

“Ada berbagai alasan penting mengapa kita harus menyelamatkan badak Pari. Terutamanya juga karena badak Pari sudah diketahui cukup lama dan dia sendirian. Atau kita bilang ini adalah badak yang doom (tanpa pasangan dan kelompok),” ujar Kurnia kepada awak media, Selasa (26/8/2025) melansir detikKalimantan.

Upaya Penyelamatan Pari
Upaya penyelamatan Pari ke SBK disebut sebagai kunci dan solusi untuk menyelamatkan populasi badak Kalimantan. Dengan penerapan assisted reproductive technologies, diharapkan Pari dapat melahirkan bayi-bayi badak Kalimantan.

“Karena populasi badak ini di alam liar memang sudah cukup mengkhawatirkan, jadi dengan program mempercepat reproduksi itu akan nanti berkontribusi terhadap jumlah populasi badak secara umum. Jadi sebenarnya tujuan sanctuary itu adalah untuk intensive breeding (pembiakan intensif),” jelasnya.

Setelah persiapan yang cukup lama, ALeRT bersama Badan Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim berencana akan memindahkan Pari ke SBK untuk bergabung dengan badak Pahu. Namun sebelum itu, Pari akan menjalani karantina selama tiga bulan.

Baca Juga :   KALTIM Perkuat Pengawasan Maritim dengan Radar Canggih

“Setelah perjalanan yang cukup panjang akhirnya kita cukup optimis. Bersama dengan BKSDA bahwa tahun ini insyaallah kita akan melakukan proses penyelamatan badak Pari, kita sedang menyiapkan fasilitasnya,” katanya.

Ia melanjutkan secara teknis, pihaknya tengah menyiapkan boma atau tempat karantina beserta paddock atau area tertutup baru seluas 20 hektare. Sementara nonteknisnya akan diurus oleh BKSDA, seperti perizinan hingga kerja sama para ahli saat proses pemindahan Pari.

“Jadi kita persiapkan, karena kita sebelumnya sudah punya pengalaman men-translokasikan pahu. Mungkin ada sedikit perubahan metodologi, tapi nanti disesuaikan dengan kondisi. Mungkin kita akan mengadopsi perencanaan yang sama,” tuturnya.

Badak Kalimantan Tinggal 2 Ekor
Kepala BKSDA Kaltim Ary Wibawanto mengatakan saat ini Kalimantan memiliki dua badak, dan keduanya hanya ada di Kaltim. Meski begitu, tak menutup kemungkinan masih ada badak Kalimantan di dalam belantara Kalimantan.

“(Optimis ada badak lain) Kita harus optimis dalam berkegiatan, dalam upaya melakukan kegiatan penyelamatan. untuk mencari badak-badak Kalimantan yang lain, terutama yang ada di kantong-kantong baru, yang sudah kita identifikasi, berdasarkan analisis, itu berada di sekitar Tabang, Kutai Kartanegara. Dan kita lakukan upaya eksplorasi secepatnya,” pungkasnya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

OIKN Perkenalkan Budaya Lokal kepada Masyarakat
SUSTAIN: Kaltim Pusat Ekspor Batu Bara Indonesia
MOTIF MUTILASI Gegara Dituduh Selingkuh, Pelaku Suami Siri dan Rekannya
POTENSI EL NINO “Godzilla” Mengintai, Waspada Karhutla di Kalimantan
KEMENTERIAN PU Kerahkan 1.461 Alat Berat Tangani Infrastruktur Jalan, di Kalimantan Disiapkan 233 Unit DRU
TERCATAT Ada 56.904 Penumpang Mudik Lebaran Tahun 2026, Telah Diantisipasi Pelindo Sub Regional Kalimantan
SEKOLAH TERINTEGRASI Presiden Prabowo Dibangun di Kabupaten Penajam
DAFTAR Tarif Jalan Tol di Kalimantan, Cek Sebelum Mudik Lebaran

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 23:07

WALI KOTA BANJARBARU Sertakan Rombongan Lurah dan Camat ke Kementerian LH RI

Kamis, 2 April 2026 - 22:15

DUA TERDAKWA di BRI Cabang Tabalong “Telah Meraup” 4,8 Miliar

Kamis, 2 April 2026 - 21:58

PEREMPUAN BERBAJU MERAH Kebingungan Motornya Mogok di Tengah Padat Arus, Kasat Lantas Sigap Mendorong

Kamis, 2 April 2026 - 21:41

AKSI KAMISAN di Tengah Guyuran Hujan dengan Pengawalan – Pelayanan Polresta Banjarmasin

Kamis, 2 April 2026 - 21:22

UNISKA MAB Tambah Guru Besar, Rektor Zainul Resmi Dikukuhkan sebagai Profesor ke-17

Kamis, 2 April 2026 - 16:22

NENEK SIMPAN JASAD Putrinya dalam Freezer

Kamis, 2 April 2026 - 13:08

HANTARKAN ASPIRASI, Sekaligus DPRD Kalsel Berdialog dengan DPR RI

Rabu, 1 April 2026 - 23:53

DUA PEMAIN SABU Disergap Polisi, Sempat Membuang Barang Bukti

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca