ATURAN Klasifikasi Gim Efektif Disertai Pengawasan Teknis

- Penulis

Senin, 13 Oktober 2025 - 21:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) meresmikan sistem klasifikasi gim berdasarkan kelompok usia Indonesia Game Rating System (IGRS) dalam ajang Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) 2025 di Badung, Bali pada Sabtu (11/10/2025). (ANTARA/Farhan Arda Nugraha)

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) meresmikan sistem klasifikasi gim berdasarkan kelompok usia Indonesia Game Rating System (IGRS) dalam ajang Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) 2025 di Badung, Bali pada Sabtu (11/10/2025). (ANTARA/Farhan Arda Nugraha)

SuarIndonesia — Pakar Budaya dan Komunikasi Digital dari Universitas Indonesia Firman Kurniawan menyebutkan bahwa aturan klasifikasi gim yang diluncurkan Pemerintah sudah tepat dan mengatakan agar aturan itu efektif perlu disertai dengan pengawasan teknis yang tegas.

Kementerian Komunikasi dan Digital memperkenalkan klasifikasi gim berdasar kelompok usia Indonesia Game Rating System (IGRS) di Bali, Sabtu (11/10/2025). Aturan itumenitiberatkan pengembang gim mencantumkan klasifikasi usia dari gim yang dipublikasikannya di Indonesia sehingga menjadi pemain bagi pemain untuk memainkan gim sesuai dengan usianya.

“Platform harus mencantumkan batas usia, memaksa platform mematuhi batas usia tersebut. Agar peraturan ini bisa berjalan maka pengawasan teknisnya juga harus perlu karena kalau hanya menghadirkan aturan, tapi, (aturan) tidak ditegakkan, tidak efektif. Harus dipastikan pengawasan teknisnya,” kata Firman di Jakarta, Senin (13/20/2025), dikutip dari AntaraNews.

Firman mengatakan ada baiknya pemerintah juga harus menerapkan aturan ini tidak hanya kepada pengembang gim, tapi, juga kepada platform-platform distribusi gim tingkat global seperti Steam, Google Playstore, maupun Apple App Store.

Menurut dia, regulator perlu menghadirkan ruang kerja sama pengawasan antarplatform yang terintegrasi agar komitmen menjaga industri gim bisa ramah bagi pengguna, terutama generasi muda, bisa lebih optimal.

Terakhir agar sistem klasifikasi gim berjalan efektif, selain pengawasan teknis, diperlukan juga penindakan yang tegas apabila ditemukan pengembang atau distributor gim yang tidak menjalankan aturan ini dengan patuh.

Meski bukan terkait gim, Firman mencontohkan pengaturan aturan ruang digital yang tegas telah diterapkan di negara-negara maju seperti Australia yang dengan tegas menyiapkan tindakan tegas berupa sanksi denda hingga 50 juta dolar AS (sekitar Rp828,5 miliar) kepada platform media sosial jika terbukti tidak mengikuti aturan pembatasan usia media sosial di negara itu..

Menurut Firman, sanksi tegas seperti di Australia perlu diterapkan di Indonesia sehingga komitmen pemerintah menjaga ruang digital lewat aturan klasifikasi usia gim bisa lebih efektif.

“Kalau penegakan semacam itu dilakukan artinya platform itu nantinya bisa serius (mengikuti aturannya), kalau hanya aturan sekadar hanya ada dan tidak ditegakkan ya tentunya tidak efektif ya,” kata Firman.

IGRS berjalan mulai 2026 untuk semua gim yang diterbitkan di Indonesia.

Sistem itu mengklasifikasi gim berdasarkan kelompok usia pemain seperti 3+, 7+, 13+, 15+, dan 18+. Para pengembang diwajibkan mencantumkan label usia sesuai dengan muatan konten gim yang ditampilkan. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PERBEDAAN Keracunan dan Alergi Makanan
ICT: Mekanisme Akumulasi Kuota Internet Harus Dibuat Sederhana
WASPADAI Risiko ISPA Selama Musim Kemarau
ATURAN Penggunaan B50 Mulai Diterapkan, Apa Efeknya pada Kendaraan?
KEMKOMDIGI Siapkan AI dalam Digitalisasi Bansos
ARWANA RED BANJAR ‘Si Mata Juling’ yang Harganya Terjangkau
DUKUNG WFH, Kemkomdigi Kawal Infrastruktur Digital Andal
YOUTUBE Hadirkan Fitur Perlindungan Anak untuk Dukung PP Tunas

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:28

CHELSEA dan GUNDUL Terdampak Karhutla Tanjung Puting

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:49

BANPRES untuk Warga Gumas Terdampak Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:06

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:00

TANGANI KARHUTLA, 100 Personel Brimob Mabes Polri Dikerahkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:05

MEMBURU HUJAN TURUN, 7,2 Ton Bahan Semai Ditaburkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:54

VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Berita Terbaru

Potret Chelsea dan Gundul, orang utan terdampak karhutla Tanjung Puting. (Foto: Istimewa)

Kalteng

CHELSEA dan GUNDUL Terdampak Karhutla Tanjung Puting

Selasa, 27 Okt 2026 - 23:28

Nina (43), perempuan yang tergabung dalam Srikandi BPBD Samarinda. (Foto: dokumentasi pribadi)

Kaltim

NINA, Berjibaku Padamkan Karhutla

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:18