INDONESIA Creative Week Belgium: Kain Sasirangan Khas Tala Pikat Warga Belgia

- Penulis

Selasa, 23 Desember 2025 - 19:53

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pertunjukan busana berbahan kain sasirangan karya para desainer Eropa dan Rwanda di Belgia. (Foto: Dok Native Indonesia)

Pertunjukan busana berbahan kain sasirangan karya para desainer Eropa dan Rwanda di Belgia. (Foto: Dok Native Indonesia)

SuarIndonesia — Kain tradisional Sasirangan khas dari Tanah Laut, Kalimantan Selatan, mencuri perhatian publik Eropa pada ajang Indonesia Creative Week Belgium di Antwerp Central Station, Belgia.

Ajang yang digelar di Antwerp Central Station untuk yang kedua kalinya itu menarik ratusan pengunjung yang mayoritas adalah masyarakat lokal Belgia. Acara tersebut turut dihadiri Duta Besar Republik Indonesia untuk Belgia, Andri Hadi bersama Ferial Hadi dari KBRI Brussels.

Salah satu desainer menunjukkan hasil kreasinya menggunakan kain sasirangan Tanah Laut di pertunjukan yang digelar di Belgia. (Foto: Dok Native Indonesia)

Pagelaran busana di salah satu stasiun kereta tercantik di dunia itu menjadi panggung diplomasi budaya Indonesia. Menggandeng delapan desainer dari berbagai negara, kain Sasirangan diolah menjadi karya fesyen kontemporer yang dapat diterima oleh masyarakat Eropa tanpa kehilangan identitas tradisionalnya.

Para desainer yang terlibat berasal dari Belgia, Belanda, Spanyol, dan Rwanda. Mereka menciptakan dialog kreatif lintas budaya melalui wastra Nusantara, terutama kain sasirangan.

Delapan desainer itu menciptakan desain orisinal berbasis kain Sasirangan yang ditampilkan langsung di runway. Ketua Dekranasda Kabupaten Tanah Laut, Hj Dian Rahmat Trianto, menyebut ini sebagai tonggak penting bagi pengembangan kain Sasirangan ke tingkat global.

“Merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan besar bagi Dekranasda Tanah Laut untuk ambil bagian dalam Indonesia Creative Week Belgium di Central Station Antwerp yang bersejarah. Kehadiran kami menandai langkah penting dalam memperkenalkan Sasirangan Tanah Laut ke panggung kreatif global,” ujar Dian, Senin (22/12/2025) melansir detikTravel.

Selain mengenalkan kain Sasirangan, ditampilkan pula pertunjukan seni dari kelompok tari Dwi Mekar, yang menampilkan tarian tradisional sebagai tontonan budaya nan komplit.

Baca Juga :   PEMBATALAN Jabatan 16 Guru Besar, Dewan Kalsel Bakal Panggil Rektorat ULM
Desainer Horatio dan Sarah-Nitsa Ezeukwu merancang busana berbahan kain sasirangan Tanah Laut. (Dok Instagram @nativeindo62/https://www.instagram.com/p/DSc1yhnDImJ/?img_index=1/Dinny Mutiah)

Peragaan busana tersebut ditutup dengan penampilan khusus artis Belgia, Tinne Oltmans dari Flanders yang dikenal memiliki darah keturunan Indonesia.

Di hari kedua, Antwerp Central Station disulap menjadi platform budaya yang terbuka. Para pengunjung bisa menikmati makanan khas dari toko Kalimantan, rangkaian musik, pertunjukan seni, dan area marketplace.

Di stasiun itu, kain sasirangan dan kerajinan tangan dari UMKM Indonesia menjadi pusat perhatian pengunjung dan koleksi yang ditampilkan dapat dibeli langsung oleh siapa saja yang berminat.

Ada juga workshop membatik dan Sgrafitto, sesi tari Bali, sesi bermain Angklung serta workshop berkain yang mengajak para pengunjung untuk mempelajari cara mengenakan kain wastra Indonesia secara tradisional.

Selama dua hari penyelenggaraan, Indonesia Creative Week Belgium tidak hanya sekadar peragaan busana tradisional saja, tapi juga eksplorasi budaya dan kolaborasi internasional untuk mengenalkan kebudayaan Indonesia.

Indonesia Creative Week Belgium dimulai dari niat sederhana yaitu membawa Indonesia lebih dekat. Ini bukan sekadar tentang menampilkan karya, melainkan membuka percakapan, membangun koneksi, dan mempertemukan budaya dengan rasa saling menghargai. Kami ingin menghadirkan kreativitas Indonesia dengan cara yang membumi, manusiawi, dan relevan,” tutup Irin Puspasari, Founder Native Indonesia. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DIGREBEK MENTERI LH, Hanif Faisol Dua Pasar di Martapura Kabupaten Banjar
KORBAN TENGGELAM Mengenakan Pakaian Ayahnya, Terseret Radius 10 Kilometer dari Lokasi Awal Kampung Sasirangan
JASAD REMAJA Tenggelam di Sungai Martapura Ditemukan
HARI JADI ke-27 Banjarbaru, Ketua DPRD Kalsel Ajak Perkuat Sinergi
GADIS di Martapura Ditemukan Tewas, dalam Mulutnya Ada Sikat Cuci Baju
PENGEROYOKAN di Sungai Andai, Tiga Remaja Ditangkap Polisi
KASUS PRIA TENTENG PISTOL Depan Arena Gym, Polresta Banjarmasin Minta Keterangan Saksi dan Korban
TIM SAR Gabungan Masih “Berjibaku” Pencarian Remaja Tenggelam di Sungai Martapura

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 23:03

MENTAN: Mulai 1 Juli Indonesia Stop Impor Solar, Mulai Terapkan B50

Kamis, 16 April 2026 - 19:32

RUPIAH Menguat Dipicu Ketegangan Geopolitik yang Mereda

Rabu, 15 April 2026 - 21:42

BANDARA Syamsudin Noor Siap Layani 6.758 Jemaah Haji

Rabu, 15 April 2026 - 21:36

PEMASUKAN Bibit Anggrek dan Aglaonema Ilegal Digagalkan

Rabu, 15 April 2026 - 00:18

PERTAMINA Mampu Olah Crude dari Rusia

Selasa, 14 April 2026 - 23:51

PRODUKSI PADI Kalsel Capai 1,3 juta Ton

Selasa, 14 April 2026 - 12:51

KAJI ULANG Program Tiket Pesawat BUMD, Dinilai Berpotensi Memicu Ketidakadilan Usaha

Senin, 13 April 2026 - 13:43

HARGA “BAPOKING” di Pasar Antasari Banjarmasin Ditemukan di Atas Ketentuan

Berita Terbaru

Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad Muhammad Zaini (19), Senin (20/4/2026) siang yang tenggelam di Sungai Martapura. (SuarIndonesia/Ist)

Headline

JASAD REMAJA Tenggelam di Sungai Martapura Ditemukan

Senin, 20 Apr 2026 - 15:56

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca