AS Siapkan Skenario Serangan Darat ke Iran

- Penulis

Minggu, 29 Maret 2026 - 21:55

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(ndtv.com)

(ndtv.com)

SuarIndonesia — Departemen Pertahanan Amerika Serikat tengah merancang skenario serangan darat ke Iran untuk beberapa pekan di tengah pengerahan personel AS ke Timur Tengah, meski keputusan operasi darat tetap di tangan Presiden Donald Trump.

Menurut laporan Washington Post, Sabtu (28/3/2026) waktu setempat, para pejabat mengatakan rencana tersebut dapat menandai “fase baru perang” yang akan “lebih berbahaya secara signifikan” bagi pasukan AS dibanding dengan yang sudah berlangsung selama empat pekan terakhir.

Operasi darat yang direncanakan itu tidak akan menjadi invasi berskala penuh, tetapi dapat mencakup penyergapan oleh personel operasi khusus dan infanteri, menurut pejabat yang tak disebutkan namanya.

Tetapi, operasi semacam itu membuat personel AS terpapar ancaman dari “drone dan rudal, tembakan darat, dan peledak rakitan”.

“Tugas Pentagon adalah membuat persiapan agar Panglima Tertinggi mendapatkan pilihan yang paling optimal,” ucap juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt, sebagaimana dikutip media AS itu.

“Hal tersebut bukan berarti Presiden telah membuat keputusan,” kata Leavitt.

Di antara skenario yang dibahas yaitu operasi terhadap Pulau Kharg, titik ekspor minyak yang penting bagi Iran, dan operasi penyergapan di pesisir Selat Hormuz untuk mengatasi ancaman pelayaran.

Para pejabat menyebut misi tersebut dapat berlangsung “beberapa pekan, bukan beberapa bulan”, sementara pejabat lainnya memperkirakan operasi berlangsung “beberapa bulan”.

Adapun Trump sebelumnya berkata bahwa ia “tidak akan mengerahkan personel ke manapun”.

Sementara, Menteri Luar Negeri Marco Rubio menegaskan perang dengan Iran “tak akan menjadi perang berkepanjangan” karena tujuan perang tersebut dapat dicapai “tanpa pengerahan pasukan darat”.

Baca Juga :   1.900 Kapal Masih Tertahan di Selat Hormuz

Menurut pejabat, 13 personel militer AS tewas dan 300 lebih lainnya terluka dalam berbagai serangan di kawasan Teluk sejak perang pecah pada akhir Februari 2026.

Pandangan masyarakat terhadap pengerahan pasukan darat AS ke Iran juga terbelah, dengan sebuah jajak pendapat mendapati 62 persen responden menolak serangan darat ke Iran, dan hanya 12 persen yang mendukung.

Pakar militer Michael Eisenstadt, menyoroti risiko yang akan dihadapi jika pasukan darat benar dikerahkan ke Iran, mengatakan “saya tidak ingin ada di tempat sekecil itu dengan kemampuan Iran menghujani mereka dengan drone”.

Ia juga menyoroti pentingnya aspek mobilitas, karena “kelincahan adalah bagian dari perlindungan pasukan”.

Ketegangan di kawasan Teluk mengalami eskalasi sejak Israel dan AS melancarkan serangan gabungan ke Iran pada 28 Februari, sehingga menewaskan lebih dari 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Iran membalas dengan serangan drone dan rudal ke Israel serta wilayah-wilayah di Yordania, Irak, dan negara Teluk yang menampung aset militer AS.

Serangan balasan itu menelan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan pada pasar dan penerbangan global. (*/ut/Anadolu/Antaranews)

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TRUMP ‘Tendang’ Netanyahu dari Pembicaraan Nego Iran
22 BIKSU Bawa 110 Kg Ganja dari Thailand, Ditangkap di Sri Lanka
IRAN: Selat Hormuz Dibuka Penuh Selama Gencatan Senjata
KAPAL TANKER Iran Lolos Blokade AS Usai Lintasi Selat Hormuz
ARAB SAUDI Desak AS Cabut Blokade di Selat Hormuz
CENTCOM AS Mulai Blokade Selat Hormuz
BAC 2026: Korea Selatan Juara Umum
PERUNDINGAN Iran-AS tak Tercapai ‘Kesepakatan’

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:43

KASUS DUGAAN SUAP: KPK Tahan Bupati Muara Enim dan Tiga Tersangka

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:08

KRI HIU-634 Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Gubernur Kalsel Mengapresiasi Bank Indonesia dan TNI AL

Senin, 8 Juni 2026 - 23:22

WASPADA BANJIR ROB di Kalimantan 14-25 Juni 2026

Senin, 8 Juni 2026 - 22:59

MAJELIS ETIK OMBUDSMAN Berhentikan Hery Susanto tidak dengan Hormat

Senin, 8 Juni 2026 - 22:39

2.834 NARAPIDANA ‘High Risk’ Dipindahkan ke Nusakambangan

Senin, 8 Juni 2026 - 22:31

MENHAJ: Acuan Kuota Haji 2027 tetap di Angka 221 Ribu Orang

Senin, 8 Juni 2026 - 22:25

DISEPAKATI RUU Polri Atur Usia Pensiun 59 dan 60 Tahun

Senin, 8 Juni 2026 - 22:21

BGN Libatkan Pakar Gizi dan Dokter Anak dalam Dewan Pengarah

Berita Terbaru

DP3A P2KB PMD gelar Implementasi Konvensi Hak Anak Wujudkan Sekolah Ramah Anak, berlangsung di Aula Dharma Setya kantor setempat, diikuti para kepala sekolah dari jenjang PAUD, SD, SMP hingga SMA. Rabu (10/6/2026). (SuarIndonesia/Adv)

Advertorial

DP3A P2KB PMD Implementasi KHA Wujudkan Sekolah Ramah Anak

Rabu, 10 Jun 2026 - 18:10

Aridiwi alias Diwi (36). ditemukan terbujur kakui tak bernyawa di dalam rumah Jalan A Yani 7 Kompleks Mahligai Permai Indah Jalur 12, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, Rabu (10/6/2026).  (SuarIndonesia/DO)

Kab. Banjar

SEORANG PRIA Ditemukan Terbujur Kaku Tak Bernyawa

Rabu, 10 Jun 2026 - 14:56

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca