TRUMP ‘Tendang’ Netanyahu dari Pembicaraan Nego Iran

- Penulis

Minggu, 24 Mei 2026 - 23:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan 'ditendang' Presiden Amerika Serikat Donald Trump dari pembicaraan damai dengan Iran. (Foto: REUTERS/Tom Brenner)

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan 'ditendang' Presiden Amerika Serikat Donald Trump dari pembicaraan damai dengan Iran. (Foto: REUTERS/Tom Brenner)

SuarIndonesia — Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan ‘ditendang’ Presiden Amerika Serikat Donald Trump dari pembicaraan damai dengan Iran.

Sejumlah pejabat pertahanan Israel mengatakan sikap Trump kepada Netanyahu itu berubah dari sebelumnya rekan diskusi menjadi hanya “seorang penumpang” setelah serangan gabungan AS-Israel gagal menghancurkan Republik Islam Iran.

Dikutip dari CNNIndonesia, menurut para pejabat, Trump dan pemerintahannya keki setelah prediksi Netanyahu akan kemenangan atas Iran gagal total.

Karenanya, Trump nyaris sepenuhnya mengeluarkan Netanyahu dari pembicaraan gencatan senjata dengan Iran.

Dua pejabat pertahanan Israel meminta bicara secara anonim kepada The New York Times karena sensitivitas masalah.

Menurut para pejabat, karena kondisi ini, Israel pun terpaksa mengumpulkan informasi mengenai komunikasi AS-Iran melalui koneksi mereka dengan para pemimpin dan diplomat Timur Tengah, serta melalui pengawasan mereka sendiri dari dalam rezim Iran.

Para pejabat menuturkan pemerintahan Trump tampaknya tidak akan bersikeras memasukkan masalah rudal balistik Teheran ke dalam kesepakatan karena telah mengecualikan Israel dari negosiasi. Dalam hal ini, kesepakatan apa pun yang dibuat tampaknya tidak akan lebih baik dari perjanjian tahun 2015, yang dikritik keras Netanyahu karena tidak membahas rudal Iran.

Israel juga menduga bahwa AS bisa saja setuju untuk mencabut sanksi ekonomi terhadap Iran, yang sejak awal menjadi syarat Teheran. Hal ini berpotensi membuat Iran mendapatkan kembali pundi-pundi uang mereka dan akhirnya mempersenjatai diri lagi untuk melawan Tel Aviv.

Situasi ini merupakan kemunduran jelas bagi Netanyahu yang pada awal perang menyombongkan hubungan karibnya dengan Trump.

Menjelang serangan 28 Februari, Netanyahu tidak hanya duduk memantau mendampingi Trump, tetapi juga memimpin diskusi mengenai rencana serangan.

Sejak lama Netanyahu memposisikan diri di hadapan rakyat Israel bak penasihat Trump. Dalam pidatonya menjelang pemilihan umum, ia meyakinkan warga Israel bahwa ia bicara dengan Trump nyaris setiap hari dan bertukar ide serta memutuskan suatu hal “bersama.”

Baca Juga :   CHINA OPEN 2026: Fajar/Fikri Juara, Sukses Pertahankan Gelar!

Pada awalnya, Trump memang percaya bahwa rencana Netanyahu akan berjalan mulus. Namun, banyak orang di lingkaran Trump merasa bahwa rencana penggulingan rezim, yang dikejar Netanyahu pasca membunuh Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, tidak masuk akal.

Seiring berjalannya perang, prioritas AS dan Israel mulai berseberangan, terutama setelah Iran menutup Selat Hormuz dan menyebabkan harga minyak dunia melambung.

Trump beralih ingin mengakhiri pertempuran. Ia perlahan mengubah pandangannya terhadap Netanyahu dengan hanya menganggapnya sebagai sekutu perang, bukan mitra dekat dalam hal negosiasi.

Bahkan, menurut para pejabat Amerika, Trump menganggap Netanyahu sebagai seseorang yang perlu dibatasi dalam hal menyelesaikan konflik.

Seiring dengan ini, Trump mulai memegang kendali sendiri atas perang melawan Iran. Ia meminta Israel menunggu “lampu hijau” dari AS dalam situasi sensitif, seperti ketika Trump berniat mengembalikan Iran ke zaman batu.

Pengucilan ini sangat sulit diterima sejumlah pejabat Israel yang mencatat bahwa Tel Aviv dengan sukarela memikul beberapa tugas yang lebih kontroversial, termasuk melakukan pembunuhan di luar hukum terhadap pemimpin sebuah negara berdaulat. Ini merupakan sesuatu yang belum pernah dilakukan Amerika Serikat sebelumnya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BANJIR Nepal-China: Korban Tewas Bertambah 1.280 Orang, 5.260 Masih Hilang
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas 919 Orang dan 4.800 Hilang
JEPANG Kerahkan Kapal dan Helikopter Bantu Tangani Karhutla di Indonesia
BANJIR NEPAL: Lebih dari 270 Orang Tewas, Hampir 1.400 Hilang
RACE MotoGP Inggris 2026: Fernandez Juara Ungguli Martin dan Bezzecchi
TAIPEI OPEN 2026: Leo/Daniel Juara Sikat Wakil Malaysia
CHINA OPEN 2026: Fajar/Fikri Juara, Sukses Pertahankan Gelar!
SUPORTER Spanyol Bahagia Timnya Juara Dunia 2026

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 21:58

KOORDINASI Kawasan Diintensifkan Atasi Dampak Asap Karhutla

Selasa, 8 September 2026 - 20:58

HELIKOPTER CH-47 Chinook dari Jepang Tangani Karhutla Mulai 12 September

Selasa, 8 September 2026 - 20:21

KAPAL INDUK Giuseppe Garibaldi Dikerahkan Tangani Karhutla

Senin, 7 September 2026 - 23:11

SAWIT Muncul di Bekas Karhutla Kalbar

Senin, 7 September 2026 - 22:12

POLRI Tetapkan 138 Tersangka Karhutla

Senin, 7 September 2026 - 21:57

POLRI Diminta Proses Hukum Korporasi Terlibat Karhutla

Senin, 7 September 2026 - 21:45

SATU Ton Cairan Inovasi Karhutla Dikirim ke Kalteng

Senin, 7 September 2026 - 21:27

PRESIDEN Prabowo: Karhutla Jangan Sampai Masuk Zona Inti IKN

Berita Terbaru

Petugas beristirahat sejenak saat pemadaman kebakaran lahan gambut di Kecamatan Pahandut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (2/9/2026). (Foto: Antara/Auliya Rahman)

Kalteng

HOTSPOT Menurun Terus Dipantau Ketat

Rabu, 9 Sep 2026 - 22:47

Hujan membasahi wilayah Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, beberapa waktu lalu. (Foto: HO-MC Kominfo Banjarbaru)

Kalsel

LA Diguyur Hujan Bantu Redakan Ancaman Karhutla

Rabu, 9 Sep 2026 - 22:35

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca