AKHIRI Perang, Pakistan jadi Perantara Komunikasi AS-Iran

- Penulis

Kamis, 26 Maret 2026 - 22:04

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ishaq Dar, Menteri Luar Negeri Pakistan. (Anadolu/as)

Ishaq Dar, Menteri Luar Negeri Pakistan. (Anadolu/as)

SuarIndonesia — Pakistan pada Kamis (26/3/2026) memastikan peran langsungnya dalam menyampaikan pesan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.

“Telah beredar spekulasi yang tidak perlu di media mengenai perundingan perdamaian untuk mengakhiri konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah,” kata Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar di platform X.

“Pada kenyataannya, pembicaraan tidak langsung AS dan Iran berlangsung melalui pesan yang disampaikan Pakistan,” kata Dar, seraya mengonfirmasi bahwa AS telah menyampaikan rencana 15 poin yang sedang dipertimbangkan Iran.

Pernyataan itu muncul ketika sumber-sumber di Islamabad mengatakan bahwa pekan ini sangat penting bagi kemungkinan munculnya terobosan dalam pembicaraan AS-Iran.

Mereka juga mengatakan bahwa Pakistan memperkirakan delegasi AS akan datang, tetapi Iran masih bersikap hati-hati karena kurangnya kepercayaan.

Dar juga memuji peran Turki dan Mesir, serta pihak lain, yang memberikan dukungan terhadap inisiatif tersebut.

“Pakistan tetap sepenuhnya berkomitmen untuk mempromosikan perdamaian dan terus melakukan segala upaya untuk memastikan stabilitas di kawasan dan sekitarnya,” kata Dar.

Baca Juga :   1.900 Kapal Masih Tertahan di Selat Hormuz

“Dialog dan diplomasi adalah satu-satunya jalan ke depan,” katanya sebagaimana dikutip Antara dari Anadolu.

Timur Tengah berada dalam status siaga sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang hingga kini telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.

Iran membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, termasuk Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.

Serangan tersebut menelan korban jiwa dan menimbulkan kerusakan infrastruktur serta mengganggu pasar global dan penerbangan. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

CHINA OPEN 2026: Fajar/Fikri Juara, Sukses Pertahankan Gelar!
SUPORTER Spanyol Bahagia Timnya Juara Dunia 2026
PEMAIN BARCA Pahlawan Spanyol dan Tangis Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026
PIALA DUNIA 2026: 10 Gol Tercipta, Inggris Juara 3 Tumbangkan Perancis
DUEL FINAL Piala Dunia 2026, Prediksi Spanyol Vs Argentina
SEMIFINAL Piala Dunia 2026: Spanyol Melaju ke Final, Kalahkan Prancis
SEMIFINAL Piala Dunia 2026: Tiket Gagal Sold Out!
PIALA DUNIA 2026: Inggris dan Argentina Melaju ke Semifinal

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:52

VIRAL! Emak-emak Diikat dan Dianiaya Massa

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:49

PELAKU DAN PENADAH Penggelapan Motor Diringkus Team Reskrim Polsek KPL Banjarmasin

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:45

BERTAHUN-Tahun Diperkosa Ayah Kandung

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:34

GEISZ CHALIFAH Diperiksa KPK Jadi Saksi Kasus Mantan Bupati Kukar

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:33

KEBERANGKATAN UMRAH TERTUNDA, Syakira Tour Tawarkan Reschedule atau Refund kepada Jemaah di Kalsel

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:07

BUAYA 4,5 Meter Diamankan TRC Balai PK

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:04

AMBAPERS Tunggu Restu Kemenhub Naikkan Tarif Alur Sungai Barito

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:58

MASYARAKAT tidak Boleh Main Hakim Sendiri

Berita Terbaru


Foto Ilustrasi. (SI/UT/@Gemini.AI)

Kaltim

VIRAL! Emak-emak Diikat dan Dianiaya Massa

Rabu, 29 Jul 2026 - 22:52

Ketua TRC PPA Kaltim, Rina Zainun (kiri). (Foto: detikKalimantan/M Budi K)

Hukum

BERTAHUN-Tahun Diperkosa Ayah Kandung

Rabu, 29 Jul 2026 - 22:45

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca