8 KARHUTLA di Kobar Lalap 9,5 Hektare Lahan

- Penulis

Senin, 13 Juli 2026 - 00:30

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karhutla di Kotawaringin Barat, Minggu (12/7/2026). (Foto: BPBD Kobar)

Karhutla di Kotawaringin Barat, Minggu (12/7/2026). (Foto: BPBD Kobar)

SuarIndonesia — Cuaca panas yang disertai angin kencang membuat ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah semakin mengkhawatirkan. Dalam empat hari terakhir, BPBD Kobar menangani delapan kejadian karhutla dengan total luasan lahan mencapai sekitar 9,5 hektare.

Kebakaran terbaru terjadi pada Minggu (12/7/2026) siang di kawasan perbatasan Desa Batu Belaman dan Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan. Laporan diterima Pos Komando TRC BPBD Kobar sekitar pukul 13.45 WIB dan lima menit kemudian tim langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

Saat tiba di lokasi, petugas mendapati api masih berkobar disertai kepulan asap tebal dari lahan mineral kosong yang dipenuhi rerumputan dan semak belukar kering. Kondisi cuaca yang terik dengan embusan angin cukup kencang membuat api dengan cepat merambat sehingga membutuhkan penanganan cepat agar tidak meluas ke area lain.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kobar, Adnan Santana, mengatakan tingginya intensitas karhutla dalam beberapa hari terakhir dipengaruhi kondisi cuaca yang sangat panas dan angin kencang yang membuat api lebih cepat membesar serta sulit dikendalikan.

“Selama empat hari terakhir kami sudah menangani delapan kejadian karhutla dengan total luasan sekitar 9,5 hektare. Kondisi cuaca yang sangat panas dan angin kencang memang menjadi tantangan di lapangan sehingga masyarakat kami minta benar-benar waspada,” ujar Adnan Santana, dilansir dari detikKalimantan.

Begitu menerima laporan, Adnan langsung memerintahkan personel TRC BPBD Kobar menuju lokasi untuk melakukan asesmen dan pemadaman bersama unsur gabungan. Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 0,50 hektare. Berkat penanganan cepat, sekitar 0,30 hektare berhasil dipadamkan sehingga kobaran api tidak sempat meluas ke kawasan sekitar.

Baca Juga :   3 ORANG Ditetapkan sebagai Tersangka dalam Bentrok di Katingan

Operasi pemadaman melibatkan personel TRC BPBD Kobar, Manggala Agni, Tagana, serta relawan Huma Singgah Itah (HSI). Berbagai peralatan dikerahkan, mulai dari satu unit mobil tangki suplai sebagai sumber air, selang, nosel, sambungan Y connection, kendaraan operasional hingga motor trail untuk menjangkau lokasi yang sulit dilalui.

Setelah hampir dua jam berjibaku di bawah teriknya matahari, tim gabungan akhirnya berhasil memadamkan seluruh titik api. Operasi penanganan berakhir sekitar pukul 16.00 WIB dengan kondisi api padam total dan tidak lagi mengeluarkan asap.

Adnan kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api. Menurutnya, partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk mencegah karhutla semakin meluas di tengah cuaca panas yang masih berpotensi berlangsung.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila melihat titik api. Semakin cepat informasi kami terima, semakin cepat pula penanganan dilakukan sehingga kebakaran tidak meluas,” tegasnya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

SEORANG PRIA Ditemukan Tergeletak Tubuh Membusuk
KARHUTLA Kobar: 113 Hektare Lahan Terbakar, Belasan Hotspot Muncul di Kotim
REMAJA yang Diterkam Buaya Ditemukan Tim SAR
SEMBILAN JABATAN STRATEGIS Resmi Diisi Pejabat Baru, Begini Penekanan Kapolda Kalsel
HARGA BBM Terbaru di Kalimantan Per 12 Juli 2026
KASUS KATINGAN Diambil Alih Polda Kalteng
KASUS KATINGAN: Dea, Teman Bandar Sabu Ikut Jadi Tersangka
KAPOLDA Kalteng Perintahkan Selidiki Karhutla di Pulang Pisau

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 21:11

KEJAGUNG Bentuk Tim Khusus Tangani Perkara Eks Jampidsus

Senin, 13 Juli 2026 - 00:26

KASUS KATINGAN Diambil Alih Polda Kalteng

Senin, 13 Juli 2026 - 00:11

KASUS KATINGAN: Dea, Teman Bandar Sabu Ikut Jadi Tersangka

Minggu, 12 Juli 2026 - 23:49

BEBAS Visa 87 Persen untuk Saring WNA Berkualitas

Minggu, 12 Juli 2026 - 23:02

BERTAHAP Tiga Berkas Perkara Korupsi Dilimpahkan Polri ke Kejagung

Sabtu, 11 Juli 2026 - 23:11

DISERAHKAN TIGA PERKARA Dugaan Korupsi Batu Bara, ASABRI dan Krakatau Steel yang Menjerat Mantan Jampidsus

Sabtu, 11 Juli 2026 - 21:45

KASUS Menyeret Nama Babeh Aldo, Begini Disikapi Ketua Umum DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah

Jumat, 10 Juli 2026 - 22:28

BABY SITTER Curi Perhiasan Majikan Senilai Rp 300 Juta

Berita Terbaru

Kota Pontianak diselimuti kabut asap karhutla. (Foto: Antara/Jessica Wuysang)

Kalbar

SEPANJANG 2026 Karhutla Kalbar Terluas di Indonesia

Senin, 13 Jul 2026 - 21:55

Kalsel

SEORANG PRIA Ditemukan Tergeletak Tubuh Membusuk

Senin, 13 Jul 2026 - 21:48

Tim SAR gabungan mengevakuasi jasad seorang remaja menggunakan kantong jasad yang merupakan korban diterkam buaya di Sungai Desa Karang Bintang, Kecamatan Karang Bintang, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Senin (13/7/2026). (Foto: HO-Kantor SAR Banjarmasin)

Kalsel

REMAJA yang Diterkam Buaya Ditemukan Tim SAR

Senin, 13 Jul 2026 - 21:25

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca