330.000 HA Hutan Sosial Dioptimalkan untuk Pemberdayaan Masyarakat

- Penulis

Selasa, 8 Juli 2025 - 20:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kehutanan Kaltim Joko Istanto. (ANTARA/A Rifandi)

Kepala Dinas Kehutanan Kaltim Joko Istanto. (ANTARA/A Rifandi)

SuarIndonesia — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) berkomitmen mengoptimalkan perhutanan sosial seluas 330.000 hektare untuk pemberdayaan masyarakat.

“Upaya ini menjadi salah satu prioritas utama pada tahun 2025 seiring dengan kegiatan rehabilitasi lahan di luar kawasan hutan serta pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla),” kata Kepala Dinas Kehutanan Kaltim Joko Istanto di Samarinda, Selasa (8/7/2025).

Ia menjelaskan pemberdayaan masyarakat melalui perhutanan sosial digencarkan di seluruh kabupaten dan kota. Fokus utama adalah pada lahan seluas 330.000 hektare yang telah diberikan kepada masyarakat melalui sekitar 179 Surat Keputusan (SK) perhutanan sosial dari Menteri Kehutanan.

“Kami berdayakan masyarakat yang telah memiliki SK perhutanan sosial ini agar mereka benar-benar dapat mengelola lahan yang telah diberikan pengelolaannya,” ujar Joko.

Pemberdayaan ini tidak hanya berpusat pada satu jenis pengelolaan, melainkan beragam bentuk pemberdayaan. Joko merinci beberapa model yang paling dominan antara lain agroforestri yang menggabungkan tanaman kehutanan dengan tanaman pertanian.

Selain itu, lanjut dia, dikembangkan pula model yang mengintegrasikan tanaman kehutanan dengan peternakan. Tak ketinggalan, inovasi agroforestri di daerah delta, seperti Delta Mahakam, juga digalakkan yang memadukan kehutanan dengan perikanan.

Baca Juga :   LIMA Juta Pohon Restorasi untuk Pemulihan Kawasan IKN

“Semua model ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan,” tutur Joko dilansir dari AntaraNewsKaltim.

Menurut dia, program perhutanan sosial ini menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan tata kelola hutan yang inklusif dan berkelanjutan di Kalimantan Timur.

“Melalui memberdayakan masyarakat diharapkan tercipta sinergi antara kebutuhan ekonomi dan pelestarian fungsi ekologi hutan,” ucap Joko Istanto menambahkan. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

2 WNA AFGHANISTAN Dideportasi
KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda
PENYEMPROTAN Eco-Enzyme Tekan Polusi Udara
AKIBAT KARHUTLA, La Jemo Alami Luka Bakar dan Meninggal Dunia
INDEKS El Nino Kaltim Capai 3,44 Berintensitas Sangat Kuat
KEMENHUB-KAI Matangkan Kajian Kereta Logistik
PERSOALAN Tapal Batas Kutai Timur-Berau segera Masuk Meja Kemendagri
KASUS TTPU: Rita Widyasari Diperiksa KPK 6 Jam Lebih

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 01:09

AMUK API di Permukiman Blok Pasar Lama, Seorang Meninggal Dunia

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:09

TENGGELAM Dua Anak Peserta Porsadin Tingkat Provinsi Kalsel, Satu Tak Terselamatkan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:14

SEJUMLAH RELAWAN BPK Mendapat Voucer BBM Gratis

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:14

UNGKAP BELASAN KASUS, Polda Kalsel Tetapkan 18 Tersangka BBM Subsidi hingga Jutaan Rokok Ilegal

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:21

HIJAUKAN Lingkungan Lewat “Green Policing”

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:17

RAKORDA ASDEKSI Kalsel Tekankan Pentingnya Akuntabilitas Pendalaman Tugas Anggota DPRD

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:13

BAKAR TERPAL Warung Bakso, ABH 12 Tahun Dimediasi Polisi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:08

PULUHAN WARGA-POLISI Aksi Donor Darah Wujud Kepedulian Terhadap Sesama

Berita Terbaru

Dua WNA Afghanistan dideportasi Imigrasi Balikpapan. (Foto: Imigrasi Balikpapan)

Kaltim

2 WNA AFGHANISTAN Dideportasi

Jumat, 23 Okt 2026 - 22:05

Foto ilustrasi hujan menyelimuti Kota Cantik Palangka Raya pada tahun lalu. (Foto: Istimewa)

Kalteng

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Jumat, 23 Okt 2026 - 21:59

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca