Suarindonesia – Meteran pelanggan air ledeng PDAM Bandarmasih banyak dicuri oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Tak tanggung-tanggung dalam November ini tercatat ada 25 meteran lenyap digondol maling yang diduga spesialis pencurian meteran air ledeng.
Direktur Operasional PDAM Bandarmasih, Supian, menuturkan, kejadian pencurian meteran dengan jumlah banyak ini, pernah terjadi beberapa tahun silam dan kali ini terulang lagi. Dalam catatan pihaknya, 25 meteran yang hilang itu menyebar di seluruh wilayah Banjarmasin. Banjarmasin Barat ada 5 unit hilang, kemudian wilayah Banjarmasin Selatan ada 6 unit, Banjarmasin Timur 7 unit, dan Wilayah Banjarmasin Utara ada 7 unit.
“Data kehilangan itu terjadi mulai 8 November hingga 26 November. Kasus ini sudah kami laporkan kepada pihak yang berwajib, mudahan pelaku secepatnya bisa ditangkap,” paparnya di ruangan kerjanya, Rabu (28/11).
Supain melanjutkan, berdasarkan pemeriksaan pihaknya rata–rata meteran yang hilang rumah pelanggan dalam keadaan kosong. Modusnya pelaku menyamar menjadi petugas yang mengenakan pakaian mirip atribut PDAM warna biru.

“Rata-rata rumah kosong yang dijadikan sasaran pelaku. Dalam aksinya itu ada dua lokasi yang terpantau CCTV dan terlihat pelakunya sama,” bebernya.
Menurut informasi, supian melanjutkan lagi, meteran yang dicuri itu diambil kuningannya saja kemudian dijual dengan harga Rp50 hingga Rp100 ribu, setiap 4 unit.
“Ke 4 unit itu beratnya sekitar 1 kg kuningan, dijual biasanya 50 ribu sampai 100 ribu rupiah tergantung pembeli,” katanya.
Ditanya soal kerugian atas pencurian itu, Supian menyebut PDAM Bandarmasih mengalami kerugian sekitar Rp5 juta. Menurut Supian kerugian belum dihitung dengan kehilangan air yang bocor akibat pelepasan meteran tersebut.
“Kalau dihitung kerugian tidak terlalu banyak. Tapi ini menyusahkan kami di mana harus kembali melakukan penginstalan dan pengecekan lainnya,” tutupnya.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















