NGERINYA! Demo Bangladesh Puluhan Korban Jiwa Berjatuhan

- Penulis

Jumat, 19 Juli 2024 - 23:33

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Demo besar-besaran menolak kuota Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Bangladesh, berujung kekerasan hingga puluhan demonstran meninggal dunia. [Photo by AFP]

Demo besar-besaran menolak kuota Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Bangladesh, berujung kekerasan hingga puluhan demonstran meninggal dunia. [Photo by AFP]

SuarIndonesia — Momen mengerikan terjadi saat aksi demo mahasiswa yang berlangsung di Dhaka, ibu kota Bangladesh berujung rusuh. Insiden ini bahkan menewaskan puluhan orang.

Seperti dikutip detikNews dari Reuters, Jumat (19/7/2024), laporan kantor berita Prancis AFP menyebut jumlah korban tewas dalam unjuk rasa rusuh pada Kamis (18/7/2024) waktu setempat telah bertambah menjadi sedikitnya 32 orang.

Laporan Reuters sendiri menyebut sedikitnya 13 orang tewas dalam unjuk rasa tersebut. Sedangkan laporan BBC menyebut 25 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka dalam aksi protes tersebut.

Otoritas Bangladesh terpaksa menghentikan beberapa layanan seluler sejak Kamis (18/7/2024) waktu setempat untuk mencoba meredam kerusuhan, namun menurut sejumlah saksi mata Reuters di Dhaka, gangguan itu telah menyebar ke seluruh wilayah negara tersebut pada Jumat (19/7/2024) pagi waktu setempat.

Unjuk rasa para mahasiswa di Bangladesh ini pada intinya memprotes kuota untuk pekerjaan pemerintah yang berlaku di negara tersebut.

Polisi meluncurkan gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan massa. Setidaknya 39 orang tewas dalam aksi unjuk rasa ini. [REUTERS/Mohammad Ponir Hossain]
Penyebab Demonstrasi
Kerusuhan yang dilaporkan berlangsung secara nasional ini dikobarkan oleh tingginya angka pengangguran di kalangan kaum muda Bangladesh. Diketahui bahwa nyaris seperlima dari total 170 juta jiwa penduduk Bangladesh tidak memiliki pekerjaan atau tidak mengenyam pendidikan.

Kerusuhan yang mewarnai unjuk rasa mahasiswa pada Kamis (18/7/2024) waktu setempat tercatat sebagai kerusuhan yang terbesar sejak Perdana Menteri (PM) Sheikh Hasina kembali terpilih memimpin Bangladesh pada awal tahun ini.

Dalam aksinya, para demonstran menuntut agar negara berhenti menyisihkan 30 persen pekerjaan pemerintah untuk keluarga dari orang-orang yang bertempur dalam perang kemerdekaan Bangladesh dari Pakistan tahun 1971 silam.

Baca Juga :   SALAH SATU Siswa SMK di Banjarmasin Dikeroyok

Pemerintahan PM Hasina telah menghapus sistem kuota itu tahun 2018 lalu, namun pengadilan tinggi Bangladesh menerapkannya kembali bulan lalu.

Beberapa peserta demo juga dilaporkan membakar sejumlah kendaraan dan memukul mundur petugas hingga ke gedung media pemerintah Bangladesh. [Photo by MUNIR UZ ZAMAN / AFP]
Pemerintah Bangladesh telah mengajukan banding atas putusan pengadilan tinggi itu, dengan Mahkamah Agung telah menjatuhkan putusan untuk menangguhkan putusan pengadilan tinggi tersebut, sembari menunggu sidang banding yang diajukan pemerintah digelar pada 7 Agustus mendatang.

Sebagai upaya meredam kerusuhan, otoritas Bangladesh memberlakukan pembatasan telekomunikasi di wilayahnya. Panggilan telepon dari luar negeri sebagian besar tidak tersambung dan panggilan melalui internet tidak bisa dilakukan di wilayah Bangladesh.

Sejumlah situs berita lokal tidak diperbarui pada Jumat (19/7/2024) pagi dan akun media sosial surat kabar lokal juga tidak aktif.

Serbu Stasiun TV
Laporan BBC sebelumnya menyebut bahwa ribuan demonstran menyerbu stasiun televisi negara BTV pada Kamis (18/7) malam. Dalam aksinya, para demonstran merusak perabotan, menghancurkan jendela dan lampu, serta membakar sebagian bangunan.

Demo di Bangladesh menggema sebagai respons keputusan pengadilan tinggi yang menerapkan kembali kuota 30 persen untuk kelompok tertentu. [REUTERS/Mohammad Ponir Hossain]
Menteri Penerangan Bangladesh mengatakan kepada BBC bahwa siaran telah dihentikan dan sebagian besar karyawan telah meninggalkan gedung, namun sebuah unggahan akun resmi BTV di Facebook memperingatkan “banyak” yang terjebak di dalam. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

22 BIKSU Bawa 110 Kg Ganja dari Thailand, Ditangkap di Sri Lanka
IRAN: Selat Hormuz Dibuka Penuh Selama Gencatan Senjata
KAPAL TANKER Iran Lolos Blokade AS Usai Lintasi Selat Hormuz
ARAB SAUDI Desak AS Cabut Blokade di Selat Hormuz
CENTCOM AS Mulai Blokade Selat Hormuz
BAC 2026: Korea Selatan Juara Umum
PERUNDINGAN Iran-AS tak Tercapai ‘Kesepakatan’
SELAT HORMUZ Ditutup Iran Lagi, Gegara Israel!
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 23:57

KPU PALANGKA RAYA Digeledah Terkait Dana Hibah Pilkada 2023-2024

Selasa, 28 April 2026 - 22:54

KEMENKUM Siapkan Paralegal Perkuat Keadilan Posbankum di Desa

Selasa, 28 April 2026 - 17:11

SEILI, Terdakwa yang Habisi Nyawa Mahasiswi ULM Dituntut 14 Tahun Penjara

Selasa, 28 April 2026 - 01:01

WALI KOTA BANJARMASIN “Angkat Bicara” atas Penetapan Tersangka Kasus Sewa Sewa Komputer Jaringan

Senin, 27 April 2026 - 22:28

SERING MENGUTIL SUSU, Pria Ini Tertangkap lagi di Minimarket Banjarmasin

Senin, 27 April 2026 - 17:02

DUA MANTAN PEJABAT di Disdik Ditahan Penyidik Kejari Banjarmasin Kasus Sewa Komputer

Minggu, 26 April 2026 - 23:01

SOPIR ANGKOT Dibakar Rekan di Tanah Abang

Minggu, 26 April 2026 - 22:43

RIBUAN KOSMETIK Ilegal Malaysia Diselundupkan

Berita Terbaru

Madinah pada musim haji 2026. (Foto: Kemenhaj Kalsel)

Kalsel

1.079 JCH Embarkasi Banjarmasin Tiba di Madinah

Selasa, 28 Apr 2026 - 23:18

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca