SuarIndonesia – Waspada kasus penyakit yang disebabkan kencing tikus (Leptospirosis) di Kalimantan Selatan (Kalsel) kini alami peningkatan.
Pada tahun 2024 hanya satu kasus yang ditemukan.
Sementara pada tahun ini hingga bulan Juni kasusnya sudah empat orang yang terinfeksi. Bahkan satu orang asal Balangan meninggal dunia.
Selebihnya sembuh setelah penanganan. Penyakit kencing tikus menular dari hewan ke manusia.
Berasal dari kencing tikus yang menempel di media tertentu seperti bekas makanan, tanah, dan lainnya.
“Infeksi kepada manusia bersumber dari kencing tikus, misal di air atau tanah atau bahkan di makan.
Lalu terkena luka atau lecet kulit manusia maka bisa terinfeksi.
Massa inkubasi antara 2-30 hari,” jelas jelas Anhar Ihwan, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kalsel.
Anhar menyatakan, berdasar data semen infeksi kancing kemih tikus terjadi kepada golongan tertentu.
Pertama petani, buruh kebun, dan buruh bangunan. Dari kasus yang ada teridir tiga petani, satu buruh kebun, satu buruh bangunan.
“Petani mendominasi. Karena biasanya saat di ladang itu kan ada bekas kemih tikus,” ucapnya.
Infeksi kencing tikus penyebabnya karena penularan bakteri spiral.
Dampaknya sampai kematian apabila jika tidak tertangani dengan benar,”, ujarnya.
Menurut Anhar, gejala akibat infeksi penyakit kencing kemih tikur selayaknya sakit lainnya.
Yaitu panas tinggi secara mendadak lebih dari 38 derajat celcius.
Lalu sakit kepala, tubuh lemas, kulit kekuning-kuningan, mata merah, hingga nyeri pada betis.
“Jika terjadi demikian maka segera bawa ke fasilitas Kesehatan (Faskes) terdekat.
Untuk memastikan bisa pemeriksaan laboratorium lanjutan.
Jika mengarah ke infeksi kencing kemih tikus maka lanjut rapid tes darah. Jika positif selanjutnya tes PCR,” jelasnya. (RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















