WASPADA Penyakit Kencing Tikus di Kalsel Meningkat, Seorang Meninggal Dunia

- Penulis

Jumat, 18 Juli 2025 - 22:21

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia  – Waspada kasus penyakit yang disebabkan kencing tikus (Leptospirosis) di Kalimantan Selatan (Kalsel) kini alami peningkatan.

Pada tahun 2024 hanya satu kasus yang ditemukan.

Sementara pada tahun ini hingga bulan Juni kasusnya sudah empat orang yang terinfeksi. Bahkan satu orang asal Balangan meninggal dunia.

Selebihnya sembuh setelah penanganan. Penyakit kencing tikus menular dari hewan ke manusia.

Berasal dari kencing tikus yang menempel di media tertentu seperti bekas makanan, tanah, dan lainnya.

“Infeksi kepada manusia bersumber dari kencing tikus, misal di air atau tanah atau bahkan di makan.

Lalu terkena luka atau lecet kulit manusia maka bisa terinfeksi.

Massa inkubasi antara 2-30 hari,” jelas jelas Anhar Ihwan, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kalsel.

Anhar menyatakan, berdasar data semen infeksi kancing kemih tikus terjadi kepada golongan tertentu.

Pertama petani, buruh kebun, dan buruh bangunan. Dari kasus yang ada teridir tiga petani, satu buruh kebun, satu buruh bangunan.

Baca Juga :   MENTAN RI Soal Pelanggaran Mutu Beras, "Praktik Semacam itu Sama Menipu Rakyat"

“Petani mendominasi. Karena biasanya saat di ladang itu kan ada bekas kemih tikus,” ucapnya.

Infeksi kencing tikus penyebabnya karena penularan bakteri spiral.

Dampaknya sampai kematian apabila jika tidak tertangani dengan benar,”, ujarnya.

Menurut Anhar, gejala akibat infeksi penyakit kencing kemih tikur selayaknya sakit lainnya.

Yaitu panas tinggi secara mendadak lebih dari 38 derajat celcius.

Lalu sakit kepala, tubuh lemas, kulit kekuning-kuningan, mata merah, hingga nyeri pada betis.

“Jika terjadi demikian maka segera bawa ke fasilitas Kesehatan (Faskes) terdekat.

Untuk memastikan bisa pemeriksaan laboratorium lanjutan.

Jika mengarah ke infeksi kencing kemih tikus maka lanjut rapid tes darah. Jika positif selanjutnya tes PCR,” jelasnya. (RW)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TERDUGA KAWANAN PREMAN di SPBU Resahkan Sopir Truk, Digiring Polisi
PELAKU PENCURI Terkepung di Dalam Rumah dan Diamuk Warga Kawasan Pramuka Banjarmasin
IBADAH KURBAN, PWI Kalsel Sembelih Tiga Ekor Sapi
SNBT 2026: 256.369 Peserta Lulus
KEMENSOS Evaluasi Ratusan Penerima Bansos di Banjarmasin
SEORANG PEJABAT di Lingkup Pemprov Kalsel Ditemukan Tak Bernyawa, Begini Kronologisnya
DIMENSI PEMAHAMAN Jadi Sorotan, Potensi Radikalisme di Kalsel Meningkat
AKSI SADIS Seorang Paman Habisi Bocah Ponakannya hingga Bacok Ibu Korban dan Warga

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:09

PELAKU PENCURI Terkepung di Dalam Rumah dan Diamuk Warga Kawasan Pramuka Banjarmasin

Senin, 25 Mei 2026 - 23:09

DUA GADIS Asal Medan Diamankan, Diduga akan Dijual ke China

Senin, 25 Mei 2026 - 23:02

KASUS K3: JPU Tuntut Eks Wamenaker Noel 5 Tahun Penjara

Senin, 25 Mei 2026 - 22:54

DIGAGALKAN Pelarian Pecatan Polisi

Senin, 25 Mei 2026 - 14:44

AKSI SADIS Seorang Paman Habisi Bocah Ponakannya hingga Bacok Ibu Korban dan Warga

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:50

LAHAN JADI TAMBANG, Warga Adat Barut Ajukan Banding ke PTUN-MA

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:42

PECATAN Polisi Bawa Kabur Mobil

Sabtu, 23 Mei 2026 - 22:04

BURONAN Penggelapan Dua Mobil Ekspedisi Dibekuk “Macan” Polresta Banjarmasin

Berita Terbaru

Kalsel

IBADAH KURBAN, PWI Kalsel Sembelih Tiga Ekor Sapi

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:54

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto (tengah) dan Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Panitia SNPMB Tahun 2026 Eduart Wolok (kiri) dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (25/5/2026). (Foto: Antara/Sean Filo M)

Headline

SNBT 2026: 256.369 Peserta Lulus

Selasa, 26 Mei 2026 - 00:28

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca