VOTING DK PBB atas Gaza Tunggu Hasil Pertemuan Blinken-Menteri Arab

- Penulis

Sabtu, 9 Desember 2023 - 01:01

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi rapat DK PBB. Voting resolusi Dewan Keamanan PBB akan dilakukan setelah Menlu AS Blinken bertemu para menteri Arab pada Jumat (8/12). (AFP/Timothy A. Clary)

Ilustrasi rapat DK PBB. Voting resolusi Dewan Keamanan PBB akan dilakukan setelah Menlu AS Blinken bertemu para menteri Arab pada Jumat (8/12). (AFP/Timothy A. Clary)

SuarIndonesia — Pemungutan suara Dewan Keamanan PBB mengenai tuntutan gencatan senjata kemanusiaan di tengah agresi militer Israel ke Palestina ditunda beberapa jam mendatang pada Jumat (8/12/2023).

Penundaan dilakukan, seperti diberitakan Reuters, hingga pertemuan yang antara para menteri Arab dan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken selesai diselenggarakan.

DK PBB yang beranggotakan 15 orang itu awalnya akan melakukan pemungutan suara mengenai rancangan resolusi singkat pada Jumat (8/12) pagi waktu setempat.

Namun, rencana tersebut ditunda atas permintaan Uni Emirat Arab, yang mengajukan rancangan resolusi tersebut dengan dukungan negara-negara Arab dan Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

Untuk dapat diadopsi, sebuah resolusi memerlukan sedikitnya sembilan suara setuju dan tidak ada veto dari lima anggota tetap; Amerika Serikat, Rusia, Tiongkok, Perancis atau Inggris.

AS sebelumnya mengatakan pihaknya tidak mendukung tindakan lebih lanjut yang dilakukan dewan tersebut saat ini.

Dewan sekarang dijadwalkan untuk memberikan suara tepat setelah Blinken dijadwalkan bertemu para menteri dari Mesir, Yordania, Qatar, Arab Saudi, Otoritas Palestina dan Turki di Washington.

AS sebelumnya bersama Israel menentang gencatan senjata dalam perang di wilayah kantong Palestina di Gaza karena mereka yakin hal itu hanya akan menguntungkan kelompok militan Islam Hamas.

Namun, Washington kini malah mendukung jeda dalam pertempuran untuk melindungi warga sipil dan mengizinkan pembebasan sandera yang disandera oleh Hamas dalam serangan mematikan terhadap Israel pada Sabtu (7/10/2023).

Pihak Biden berulang kali menyoroti dan mendesak Israel untuk benar-benar memperhatikan keamanan warga sipil di Gaza di tengah gempuran brutal. AS bahkan meminta Israel untuk melakukan hal yang bisa membuktikan niatan mereka menjamin keselamatan warga sipil.

AS menawarkan amandemen substansial terhadap rancangan undang-undang yang dirancang UEA, termasuk kecaman atas “serangan teroris Hamas di Israel, termasuk yang terjadi pada 7 Oktober 2023.” Keputusan itu tidak ditambahkan ke dalam teks yang akan dipilih pada hari Jumat.

Baca Juga :   PILPRES AS 2024: Donald Trump Menang!

Rancangan tersebut diubah dengan menyatakan bahwa “penduduk sipil Palestina dan Israel harus dilindungi sesuai dengan hukum kemanusiaan internasional” dan “menuntut pembebasan segera dan tanpa syarat semua sandera.”

Dorongan baru untuk melakukan gencatan senjata juga dilakukan negara-negara Arab setelah Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres membuat langkah yang jarang terjadi pada Rabu (6/12/2023) lalu dengan secara resmi memperingatkan DK PBB mengenai ancaman global dari perang.

Guterres, yang telah berulang kali menyerukan gencatan senjata kemanusiaan, akan memberikan pengarahan kepada dewan pada Jumat (8/12/2023).

“Kita telah melihat dampaknya di Tepi Barat yang diduduki, Lebanon, Suriah, Irak, dan Yaman. Dalam pandangan saya, jelas ada risiko serius yang memperburuk ancaman yang ada terhadap pemeliharaan perdamaian dan keamanan internasional,” kata Guterres seperti dikutip CNNIndonesia dari Al Jazeera.

“Risiko runtuhnya sistem kemanusiaan pada dasarnya terkait dengan kurangnya keselamatan dan keamanan bagi staf kami di Gaza dan dengan sifat dan intensitas operasi militer yang sangat membatasi akses terhadap orang-orang yang sangat membutuhkan.”

Israel mengatakan 1.200 orang tewas dan 240 orang disandera dalam serangan Hamas pada Sabtu (7/10/2023). Israel telah memfokuskan pembalasannya terhadap Hamas di Gaza, membombardirnya dari udara, melakukan pengepungan dan melancarkan serangan darat.

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan 17.487 orang telah terbunuh hingga Jumat (8/12/2023). Tak hanya itu, sebagian besar dari 2,3 juta penduduk Gaza terpaksa meninggalkan rumah mereka. (*/UT)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

22 BIKSU Bawa 110 Kg Ganja dari Thailand, Ditangkap di Sri Lanka
IRAN: Selat Hormuz Dibuka Penuh Selama Gencatan Senjata
KAPAL TANKER Iran Lolos Blokade AS Usai Lintasi Selat Hormuz
ARAB SAUDI Desak AS Cabut Blokade di Selat Hormuz
CENTCOM AS Mulai Blokade Selat Hormuz
BAC 2026: Korea Selatan Juara Umum
PERUNDINGAN Iran-AS tak Tercapai ‘Kesepakatan’
SELAT HORMUZ Ditutup Iran Lagi, Gegara Israel!

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 21:12

KEMENHAJ Minta JCH Melapor jika Ada Pungutan Biaya

Senin, 27 April 2026 - 21:05

RESHUFFLE KABINET, Enam Pejabat Baru Dilantik Presiden Prabowo

Senin, 27 April 2026 - 00:22

KEMENHAJ Siapkan Klinik Satelit Layani Jemaah Haji dengan Cepat

Minggu, 26 April 2026 - 00:36

SELURUH CJH RI Ditempatkan di Markaziyah Madinah

Jumat, 24 April 2026 - 19:37

PEMILU 2029, KPU Siapkan Dapil Khusus IKN

Jumat, 24 April 2026 - 00:02

CEGAH KORUPSI, KPK Usul Pembatasan Masa Jabatan Ketum Parpol

Kamis, 23 April 2026 - 23:50

BGN Tangguhkan 1.780 SPPG untuk Perbaiki Kualitas MBG

Kamis, 23 April 2026 - 23:45

KEMENHAJ: Hampir 6.000 JCH Indonesia Tiba di Madinah

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca