SuarIndonesia — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melaporkan jemaah calon haji Indonesia gelombang pertama yang sudah tiba Madinah, Arab Saudi, hampir 6.000 orang setelah dimulainya misi haji 1447 Hijriah pada 22 April 2026.
Konsul Jenderal Republik Indonesia di Jeddah Yusron B Ambary meminta jemaah yang telah tiba untuk membatasi pergerakan dan mengurangi aktivitas luar ruangan yang tidak perlu demi menjaga kondisi kesehatan.
“Jemaah diharapkan selalu menjaga kesehatan dan tidak memaksakan diri, mengingat rangkaian ibadah haji masih panjang,” ujar Yusron dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Ia menjelaskan sebagian besar peserta haji Indonesia merupakan lanjut usia (lansia), maka mereka diingatkan agar tidak memaksakan diri dalam beribadah apabila kondisi tubuh sedang tidak fit.
Kondisi fisik yang prima, lanjut dia, sangat diperlukan agar jamaah dapat menjalani puncak ibadah haji pada Mei mendatang dengan baik.
Sementara itu Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah Khalilurrahman juga mengimbau jemaah untuk mewaspadai perubahan cuaca di Madinah dengan menggunakan alat pelindung diri.
“Jemaah diimbau menggunakan payung, kacamata, masker, serta alas kaki yang nyaman. Selain itu penting untuk rutin minum air, sekitar dua hingga tiga teguk setiap 20–30 menit,” kata Yusron, melansir dari Antara.
Ia menyarankan penggunaan tabir surya (sunscreen) dan pelembap bibir guna menjaga kondisi tubuh dari paparan cuaca panas.
Pada hari pertama kedatangan, hampir 6.000 orang peserta haji Indonesia mendarat melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah.
Berdasarkan data sebanyak 5.997 orang yang tergabung dalam 15 kelompok terbang (kloter) tiba secara bertahap hingga Rabu (22/4) pukul 22.55 Waktu Arab Saudi.
Jemaah tersebut berasal dari berbagai embarkasi di Indonesia, antara lain Yogyakarta, Jakarta, Medan, Lombok, Solo, dan Makassar. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















