VIRUS Nipah Menyebar, Tujuh Desa Diisolasi

- Penulis

Jumat, 15 September 2023 - 22:54

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TIM medis dari Kozhikode Medical College membawa sampel buah pinang dan jambu biji untuk melakukan tes virus Nipah di desa Maruthonkara di distrik Kozhikode, Kerala, India, Rabu (13/9/2023). (REUTERS/Stringer)

TIM medis dari Kozhikode Medical College membawa sampel buah pinang dan jambu biji untuk melakukan tes virus Nipah di desa Maruthonkara di distrik Kozhikode, Kerala, India, Rabu (13/9/2023). (REUTERS/Stringer)

SuarIndonesia — Pihak berwenang negara bagian Kerala, India, menutup sekolah dan perkantoran imbas merebaknya virus Nipah yang menewaskan dua orang.

DIkutip CNNIndonesia dari Reuters, otoritas setempat memberlakukan isolasi di tujuh desa di distrik Kozhikode dan menutup sekolah-sekolah, bank, serta institusi lainnya.

Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi penyebaran virus langka yang bisa merusak otak tersebut.

Baru-baru ini, satu orang dilaporkan meninggal dunia di Kerala usai terjangkit virus Nipah. Satu orang lagi tewas pada 30 Agustus, serta dua orang dari keluarga yang sama terinfeksi lalu kini dirawat di rumah sakit.

Menurut seorang pejabat dari Kementerian Kesehatan Kerala, lebih dari 130 orang telah dites untuk melacak virus. Virus ini sendiri mudah menular lewat kontak langsung dengan cairan tubuh kelelawar yang terinfeksi, babi, atau bahkan orang lain.

Ini merupakan wabah keempat virus Nipah di Kerala sejak 2018. Wabah pertama dan terburuk terjadi saat seorang pria 26 tahun pergi ke rumah sakit dan tanpa sengaja menularkan ke pasien lain. Saat itu dia mengalami demam dan batuk.

Baca Juga :   MIKE TYSON Kalah dari Paul Jake Pertarungan Delapan Ronde

Sebanyak 21 orang pun tewas usai terinfeksi kala itu. Pada 2019 dan 2021, virus ini kembali merenggut dua nyawa.

Virus Nipah sendiri pertama kali diidentifikasi pada 1998 saat menyebar ke babi-babi di Malaysia dan Singapura. Kala itu, lebih dari 100 orang tewas di kedua negara tersebut.

Sejak itu, virus Nipah menyebar ribuan mil dan membunuh sekitar 72 atau 86 persen dari mereka yang terinfeksi.

Virus ini bisa merusak otak hewan maupun manusia.

Sementara itu, berdasarkan investigasi Reuters pada Mei, beberapa wilayah Kerala merupakan salah satu tempat yang paling berisiko secara global terkena wabah virus kelelawar.

Hal ini akibat deforestasi dan urbanisasi yang menyebabkan manusia dan satwa liar tinggal dan berkontak cukup dekat.

Desa asli korban pertama sendiri yakni Maruthonkara, terletak di dekat hutan seluas 300 hektar. Area ini adalah rumah bagi beberapa spesies kelelawar. (*/UT)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

IRAN BEBASKAN BIAYA Melintas di Selat Hormuz selama 60 Hari
PIALA DUNIA 2026: Kanada Bantai Qatar 6-0
PIALA DUNIA 2026: Hasil dan Klasemen Piala Dunia 2026 Usai Matchday 1
PIALA DUNIA 2026: Hasil dan Klasemen Usai Match ke-20
PIALA DUNIA 2026: Hasil dan Klasemen Grup Saat Ini
PIALA DUNIA 2026: Spanyol vs Tanjung Verde Imbang tanpa Gol
B-52 AS Jatuh dan Meledak, Delapan Awak Tewas
ANGELIA HUTABARAT, Sukarelawan Indonesia di Piala Dunia 2026
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 23:15

BPDLH-TIM PMU NC Evaluasi RHL FOLU Net Sink

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:10

DIBEDAH Bapperida Balangan Indikator Makro Daerah

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:06

DIPERSIAPKAN Pemkab Balangan Skema Nonton Bareng Piala Dunia

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:00

DIPAPARKAN Gubernur Muhidin di Hadapan Kemenhut, Menkopolkam dan Lembaga Terkait Kesiapan Kalsel Hadapi Karhutla

Jumat, 19 Juni 2026 - 21:24

354 JEMAAH HAJI Kloter 11 asal HSU Tiba

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:38

AKSI MASSA Tiga Hari Berturut-turut, DPRD Kalsel Janji Senin Mendatang Antar Tuntutan ke DPR RI

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:17

DUKUNG HAUL ke-100 Datu Surgi Mufti, Polsek Banjarmasin Utara Serahkan Seekor Kambing

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:18

DIAPRESIASI Pemprov Kalsel Kinerja Aparat Kepolisian

Berita Terbaru

Banjir yang terjadi di Kabupaten Sanggau beberapa waktu lalu. (Foto: Dok Antara/Rendra Oxtora)

Kalbar

BPBD KALBAR: Waspadai Banjir saat Kemarau

Jumat, 19 Jun 2026 - 23:30

Petugas melepasliarkan orangutan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya. (Foto: Yayasan BOS)

Kalteng

LIMA ORANGUTAN Dilepasliarkan ke Hutan Kalimantan

Jumat, 19 Jun 2026 - 23:23

BPDLH dan Tim Norwegia bersama Dishut Kalsel saat mengevaluasi pelaksanaan rehabilitasi hutan dan lahan program FOLU Net Sink 2030 di Desa Pasar Batu, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Kamis (18/6/2026). (Foto: Dishut Kalsel)

HST

BPDLH-TIM PMU NC Evaluasi RHL FOLU Net Sink

Jumat, 19 Jun 2026 - 23:15

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca