VIRAL Pagar Pulau Kembang di Batola Digembok, Ibu Warga Tionghoa Protes – Ngomel

- Penulis

Minggu, 21 Desember 2025 - 22:53

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia –  Viral di media sosial gegara pagar di Pulau Kembang, untuk akses masuk di objek wisata di Kabupaten Barito Kuala, Kalsel ini digembok, seorang ibu warga Tionghoa protes serta ngomel-ngomel.

“Masa Pulau Kembang harus jam 08.00  saja, kalau tidak digembok.

Sudah tahu orang tiap tahun akhir Desember handak (mau) sembayang hayat.

Masa orang sembayang kada boleh, kaya apa (bagaimana) ini pemerintah. Buka gemboknya !!!,” teriak ibu itu dalam video yang beredar.

Diketahui, warga Tionghoa melakukan sembahyang untuk berbagai tujuan, termasuk permohonan hajat, yang biasanya dilakukan dalam konteks peribadatan umum kepada Tuhan, dewa-dewi, atau leluhur, tak hanya saat perayaan hari besar di vihara/klenteng.

Warga Tionghoa di Banjarmasin memang punya tradisi sembahyang hajat atau sembahyang leluhur, termasuk di sekitar Pulau Kembang, yang sering disebut sebagai tempat keramat atau makam Tionghoa Tua.

Di mana mereka berdoa, memohon berkah, rezeki, dan ketenangan, terutama saat Imlek atau Sembahyang Rebutan (Qingming), meskipun Pulau Kembang sendiri lebih terkenal sebagai habitat monyet dan tempat wisata alam, ada makam-makam Tionghoa di sekitarnya yang sering dikunjungi untuk ritual spiritual.

Sejarah dan spiritual, daerah sekitar Pulau Kembang di Sungai Barito punya sejarah panjang dan dianggap sebagai lokasi spiritual bagi komunitas Tionghoa di Banjarmasin (Kuin), menjadi tempat pemakaman leluhur Tionghoa kuno.

Mereka datang untuk sembahyang membersihkan makam (Ceng Beng/ Qingming), berdoa, memberi persembahan, dan memohon perlindungan serta rezeki.

Waktu sembahyang, biasanya ramai saat Imlek (Tahun Baru Imlek) dan Ceng Beng (Sembahyang Rebutan), tapi bisa juga di hari-hari penting lainnya.

Baca Juga :   PENDIDIKAN KALSEL Prioritas, Banggar DPRD Targetkan Penuhi "Mandatory Budget" di APBD 2026

Bagaimana bentuk Sembahyangnya ?.  Biasanya peralatan membawa dupa, lilin, uang sembahyang (kertas), buah-buahan, makanan.

Berdoa di depan makam dan melakukan ritual penghormatan lainnya.

Wajib Tahu: “Asal Usul Pulau Kembang di Sungai Barito” . Di dalam kawasan hutan wisata ini terdapat altar yang diperuntukkan sebagai tempat meletakkan sesaji bagi “penjaga” pulau Kembang yang dilambangkan dengan dua buah arca berwujud kera berwarna putih (Hanoman).

Oleh masyarakat dari etnis Tionghoa-Indonesia yang mempunyai kaul atau nazar tertentu dan juga sebagai salah satu tempat ziarah orang Tionghoa.

Di pulau ini terdapat sebuah Vihara Cina yang sudah sangat tua dan banyak dikunjungi keluarga Cina untuk beribadah.

Bukan Pulau Duit

Dari masalah ini pula mendapat taggapan dari salah satu tokoh Dr. (HC) Yunan Chandra, SE, MM, yang mantan anggota DPRD Kota Banjarmasin, Minggu (21/12/2025).

“Pantas aja parawisata tidur , di Pulau Kembang tu pulau monyet, bukan pulau duit,” komentarnya.

“Makanya monyet yang mengurus pulau kembang tu kurus kurus, kayanya kurang saplay gizi.

“Kira kira kepala dinasnya kurang cangkal (rajin,red) bakunjang, lalu kurang tahu kondisi di lapangan”.

“Yu bupati dan perangkatnya tolong parawisata pulau kembang jangan pakai jam kerja, monyetnya jinak tak akan lari , supaya ramai pula kebudayaan,” ucapnya. (ZI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

SEORANG PRIA Ditemukan Terbujur Kaku Tak Bernyawa
SEORANG PESEPEDA di Kawasan Pelabuhan Trisakti Tewas Dihantam Truk Tronton
DIRESPONS CEPAT Dinas PUPR Perkim Balangan Beberapa Proyek Sorotan
DIDUGA! Oknum Pegawai KUA Sampit Bawa Kabur dan Sekap Anak di Bawah Umur
PULUHAN JEMAAT GEREJA Diduga Keracunan Usai Santap Nasi Kotak
KRI HIU-634 Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Gubernur Kalsel Mengapresiasi Bank Indonesia dan TNI AL
SEORANG PRIA DUDA Asal Muara Enim Ditemukan Tergelatak Tak Bernyawa
DINAS ESDM KALSEL “Bereaksi”, Begini Pernyataan Disampaikan atas Kasus Dugaan Pungli Perizinan Tambang Galian C

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:13

TERCATAT 913 ODGJ di Palangka Raya, Dinsos: ‘Himpitan Ekonomi Picu Gangguan Mental’

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:05

DIDUGA! Oknum Pegawai KUA Sampit Bawa Kabur dan Sekap Anak di Bawah Umur

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:51

358 JEMAAH HAJI Kalteng Tiba, 2 Masih Dirawat di Arab Saudi

Senin, 8 Juni 2026 - 23:22

WASPADA BANJIR ROB di Kalimantan 14-25 Juni 2026

Minggu, 7 Juni 2026 - 23:03

PENCURI 1,6 TON SAWIT Ketahuan! Gegara Tertidur Pulas Usai Beraksi

Minggu, 7 Juni 2026 - 22:58

2 NAPI LAPAS Palangka Raya Dikirim ke Nusakambangan

Minggu, 7 Juni 2026 - 22:52

SAAT BERENANG, Bocah Jio Hilang Misterius di Sungai

Minggu, 7 Juni 2026 - 22:45

PRIA R NGAMUK Bacok Ibu dan Anak

Berita Terbaru

Aridiwi alias Diwi (36). ditemukan terbujur kakui tak bernyawa di dalam rumah Jalan A Yani 7 Kompleks Mahligai Permai Indah Jalur 12, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, Rabu (10/6/2026).  (SuarIndonesia/DO)

Kab. Banjar

SEORANG PRIA Ditemukan Terbujur Kaku Tak Bernyawa

Rabu, 10 Jun 2026 - 14:56

Ratusan CPNS dilantik menjadi PNS angkatan pertama OIKN. (Foto: Humas OIKN)

Kaltim

OIKN Lantik 555 PNS Angkatan Pertama

Selasa, 9 Jun 2026 - 21:30

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca