TORASERA Agregator Program Kopdes Merah Putih

- Penulis

Senin, 9 Februari 2026 - 20:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono di dampingi Gubernur Kalbar Ria Norsan, Bupati Kubu Raya Sujiwo, dan Ketua Pengurus ToraSera Abdusalam, Gus Anas mengecek harga produk yang di jual di ToraSera PP Abdusalam dengan mesin pemindai harga, Senin (9/2/2026). (Foto: Antara/Rendra Oxtora)

Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono di dampingi Gubernur Kalbar Ria Norsan, Bupati Kubu Raya Sujiwo, dan Ketua Pengurus ToraSera Abdusalam, Gus Anas mengecek harga produk yang di jual di ToraSera PP Abdusalam dengan mesin pemindai harga, Senin (9/2/2026). (Foto: Antara/Rendra Oxtora)

SuarIndonesia — Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono menyatakan, ToraSera dipastikan mampu menjadi pendorong ekonomi masyarakat desa sehingga akan dijadikan percontohan nasional sebagai pusat distribusi (aggregator) bagi program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

“Koperasi harus kembali menjadi soko guru ekonomi. ToraSera ini kami jadikan model bisnis dan pusat distribusi pertama yang akan direplikasi di seluruh Indonesia,” kata Ferry saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Kubu Raya, Senin (9/2/2026).

Menurutnya, kehadiran Toko Rakyat Serba Ada (ToraSera) Abdusalam di Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, diproyeksikan menjadi pusat distribusi barang kebutuhan pokok sekaligus penggerak ekonomi desa berbasis koperasi dan UMKM.

Ia menjelaskan, pemerintah menargetkan pembentukan 80 ribu koperasi desa/kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia. Hingga saat ini, lebih dari 83 ribu koperasi telah berbadan hukum, dan sekitar 30 ribu di antaranya sedang dibangun fasilitas fisik.

Menurut dia, koperasi desa nantinya memiliki tiga fungsi utama, yakni menjual kebutuhan pokok dan barang bersubsidi, menjadi penampung hasil produksi masyarakat (off taker), serta menyalurkan program bantuan pemerintah agar tepat sasaran.

“Kalau keuntungannya koperasi, manfaatnya kembali ke masyarakat, bukan ke pemegang saham di luar daerah,” tutur Ferry dilansir dari AntaraNews.

Ia menambahkan, Kementerian Koperasi akan menyusun pedoman bisnis dan studi kelayakan berbasis pengalaman ToraSera untuk diterapkan di daerah lain.

Dengan dukungan pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten, Ferry optimistis ToraSera di Kubu Raya dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa sekaligus contoh nyata penguatan ekonomi kerakyatan berbasis koperasi dan pesantren.

Ketua Pengurus ToraSera Abdusalam, Gus Anas mengatakan, sedikitnya 100 kepala desa bersama ketua koperasi desa hadir untuk menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama distribusi barang melalui ToraSera.

Selain itu, sejumlah pesantren dan kelompok pemuda juga dilibatkan sebagai pemasok dan pembeli tetap.

“Kami ingin ToraSera ini menjadi pusat ekonomi bersama. Pesantren bisa menyuplai produk, koperasi desa berbelanja grosir, dan UMKM sekitar menjadi tenant,” kata Gus Anas.

Ia menjelaskan, konsep ToraSera tidak hanya sebagai pusat belanja, tetapi juga dilengkapi fasilitas pendukung seperti ATM perbankan, restoran berbasis pembayaran nontunai (cashless), hingga pujasera yang diisi UMKM lokal tanpa biaya sewa, listrik, maupun air.

“Semua pelaku UMKM di sekitar sini kami latih dan kurasi. Mereka berjualan tanpa beban biaya, sistemnya bagi hasil. Kami ingin ekonomi tumbuh bersama,” tuturnya.

Baca Juga :   BELANJA DAERAH Diproyeksi Melonjak 10,504 Triliun, DPRD Kalsel Kawal APBD Perubahan 2026

ToraSera juga menerapkan tiga skema belanja, yakni eceran untuk masyarakat umum, pembelian jumlah menengah dengan diskon untuk UMKM, serta harga grosir khusus koperasi desa dan pesantren.

Bahkan, pengelola menyiapkan program undian umrah setiap enam bulan bagi mitra dengan transaksi terbesar.

Selain pusat belanja, kawasan tersebut juga dilengkapi gudang distribusi serta rencana produksi air minum kemasan skala mikro untuk memenuhi kebutuhan lokal.

“Kami ingin tempat ini menjadi model yang bisa direplikasi di kabupaten/kota lain. Kalau infrastruktur jalan sudah bagus, distribusi akan lebih mudah,” kata Gus Anas.

Di tempat yang sama, Bupati Kubu Raya Sujiwo menyatakan, pemerintah daerah berkomitmen penuh mendukung pengembangan ToraSera sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayahnya.

Menurut dia, kawasan Sungai Durian hingga Pasak telah masuk rencana perluasan tata ruang kota. Pemerintah daerah bersama Pemprov Kalbar telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp22 miliar untuk pembangunan jalan yang akan terhubung sebagai jalan lingkar (outer ring road).

“Kalau akses jalannya terbuka, otomatis ekonomi akan bergerak sendiri. Kami totalitas mendukung ToraSera ini,” katanya.

Ia juga mengungkapkan telah menerapkan moratorium penerbitan izin ritel modern baru seperti minimarket waralaba nasional, guna memberi ruang tumbuh bagi pelaku usaha dan koperasi lokal.

“Kami ingin pengusaha lokal dan koperasi desa berkembang. Jangan semuanya dikuasai ritel besar,” tuturnya.

Sementara itu, Gubernur Kalbar Ria Norsan menilai model usaha berbasis pesantren dan koperasi seperti ToraSera dapat menjadi solusi untuk memperkuat ekonomi rakyat sekaligus menahan dominasi ritel modern.

“Kita ingin UMKM dan pedagang kecil tidak tersisih. Dengan model seperti ini, suplai barang dari daerah sendiri, uangnya juga berputar di daerah,” kata Ria Norsan.

Ia berharap ToraSera bisa menjadi inspirasi dan direplikasi di berbagai wilayah Kalbar untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

SEIMBANGKAN Bisnis dan ESG, CK Bagikan Sembako dan Cek Kesehatan di 17 Desa Sungai Loban
BOOTCAMP Duta Aksel 2026, OJK dan Bank Kalsel Cetak Agen Literasi Keuangan
MAHASISWA BERORASI, Pedagang Pentol Panen Rezeki.
HARGA BBM Subsidi tak Naik hingga Akhir Tahun 2026
KKP Bagikan Gratis 4.582 Kapal Ikan Modern ke Nelayan
KEBUT REGULASI Perlindungan Pekerja Tekan Lonjakan PHK, dI Kalsel Menembus Angka 3.444 Kasus
51 ORANG UTAN Diselamatkan dari Karhutla Kalbar
KARHUTLA MELUAS, 2.458 Penerbangan Terdampak Asap

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:54

VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:33

PETUGAS Terus Berjibaku Tangani Karhutla

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:07

TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:26

DEMO KARHUTLA-KABUT ASAP Memanas! Mahasiswa Segel Kantor Gubernur Kalteng

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:42

KASUS KARHUTLA Kalteng: 46 Tersangka, 12 Laporan Seret Perusahaan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:37

WATER BOMBING Dimaksimalkan atasi Karhutla Tanjung Puting

Berita Terbaru

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A Muhaimin Iskandar batau Cak Imin dalam rangka Peringatan Hari Santri di Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (24/10/2026). (Foto: Kemenko PMK)

Kalsel

MENKO PM: Pelibatan Pesantren untuk Mencegah Karhutla

Minggu, 25 Okt 2026 - 22:14

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca