TIM Penguji Perkeretaapian Uji Fisik Kereta Otonom tanpa Rel di IKN

- Penulis

Senin, 5 Agustus 2024 - 23:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim penguji dari Balai Penguji Perkeretaapian saat melakukan uji fisik kereta otonom tanpa rel di IKN, Penajam Paser Utara, Senin (5/8/2024). (ANTARA/Ahmad Rifandi)

Tim penguji dari Balai Penguji Perkeretaapian saat melakukan uji fisik kereta otonom tanpa rel di IKN, Penajam Paser Utara, Senin (5/8/2024). (ANTARA/Ahmad Rifandi)

SuarIndonesia — Tim penguji dari Balai Penguji Perkeretaapian Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan melakukan uji fisik kereta otonom tanpa rel atau Autonomous Rail Transit (ART) di Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Uji fisik hari ini difokuskan pada aspek-aspek tertentu, dan besok direncanakan akan dilakukan uji jalan yang lebih komprehensif,” kata salah satu tim penguji dari Balai Penguji Perkeretaapian Dirjen Perketaapian P. Sinaga saat ditemui di lokasi IKN, Penajam Paser Utara, Senin (5/8/2024).

Dikemukakannya, besok pihaknya melanjutkan uji kelayakan lagi, yang kemungkinan besar Selasa (6/8) akan dilakukan uji jalan oleh Direktur Jenderal Perketaapian Kemenhub.

Deputi Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN Mohammed Ali Berawi menyatakan bahwa rencananya terdapat dua trainset yang diujicobakan dan dilaksanakan untuk proses Proof of Concept (PoC) ART.

Satu trainset (3 gerbong) saat ini sudah berada di lokasi IKN dan satu train set lainnya sedang dalam pengurusan impor sementara di pelabuhan Kariangau Terminal Balikpapan.

“Proof of Concept (PoC) secara keseluruhan ditargetkan untuk dapat dilakukan pada tanggal 10 Agustus setelah pengecekan kelayakan trainset oleh tim teknis Kemenhub,” ungkap Berawi, seperti dikutip dari AntaraNews.

Dilaporkan AntaraNews, sejumlah belasan tim penguji dari Balai Penguji Perkeretaapian melakukan uji fisik di lokasi yang berdekatan dengan Istana Kepresidenan IKN.

Pengujian kereta otonom tanpa rel set pertama pada tahap perdana selesai sekitar pukul 17.00 Wita. Kereta produksi CRRC Qingdao Sifang Co itu dilakukan pemeriksaan secara keseluruhan, dari kondisi mesin, badan kereta, roda, hingga interior kereta.

Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur Akmal Malik, menyambut positif kehadiran kereta otonom tanpa rel ini. Ia berharap teknologi transportasi modern ini dapat diterapkan di seluruh wilayah Kalimantan Timur.

“Tentu saja, untuk mewujudkan hal ini, infrastruktur jalan kita harus memadai terlebih dahulu,” kata Akmal.

Kereta otonom yang telah tiba di Kalimantan Timur ini dijadwalkan mulai beroperasi pada 17 Agustus mendatang. Kota Nusantara menjadi pionir dalam mengadopsi teknologi transportasi masa depan yang canggih dan efisien.

Baca Juga :   MASYARAKAT Adat Suku Balik Uji Materiil UU IKN ke MK

Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan Adward Skenda Putra melihat potensi besar bagi Kota Balikpapan untuk terintegrasi dalam jaringan transportasi IKN.

“Jika infrastruktur jalan di Balikpapan ditingkatkan seperti di IKN, tentu saja kita bisa memiliki layanan kereta otonom. Namun, saat ini kapasitas jalan kita belum memadai,” jelas Edo.

Lebih lanjut, Edo mengungkapkan bahwa Kementerian Perhubungan tengah merencanakan pembangunan jalur kereta yang menghubungkan Kota Balikpapan dengan IKN, khususnya dari Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan. Konsepnya mirip dengan kereta bandara yang sudah ada di Yogyakarta.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sebelumnya menjelaskan bahwa kereta otonom tanpa rel yang diuji coba di IKN merupakan hasil kerja sama dengan perusahaan China Railway Construction Corporation Limited (CRCC). Kereta ini menggunakan skema pembelian layanan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Kereta ART memiliki tiga gerbong dengan kapasitas total mencapai 200 penumpang.

Yang menarik, kereta ini menggunakan tenaga listrik dan tidak menghasilkan emisi gas buang, sehingga ramah lingkungan.

Budi berharap kereta otonom ini dapat menjadi ikon transportasi di IKN dan menginspirasi kota-kota lain di Indonesia untuk mengadopsi teknologi serupa.

“Dengan keunggulannya yang tidak memerlukan rel, kereta ini sangat potensial untuk diterapkan di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Semarang,” ucap Budi. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

2 WNA AFGHANISTAN Dideportasi
KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda
PENYEMPROTAN Eco-Enzyme Tekan Polusi Udara
AKIBAT KARHUTLA, La Jemo Alami Luka Bakar dan Meninggal Dunia
INDEKS El Nino Kaltim Capai 3,44 Berintensitas Sangat Kuat
KEMENHUB-KAI Matangkan Kajian Kereta Logistik
PERSOALAN Tapal Batas Kutai Timur-Berau segera Masuk Meja Kemendagri
KASUS TTPU: Rita Widyasari Diperiksa KPK 6 Jam Lebih

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:07

TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:26

DEMO KARHUTLA-KABUT ASAP Memanas! Mahasiswa Segel Kantor Gubernur Kalteng

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:42

KASUS KARHUTLA Kalteng: 46 Tersangka, 12 Laporan Seret Perusahaan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:37

WATER BOMBING Dimaksimalkan atasi Karhutla Tanjung Puting

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:56

TIGA Fokus Utama Penanganan Karhutla Kalteng

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:54

PANGKALAN BUN Diguyur Hujan, BMKG: Tetap Waspada!

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:10

IRA Diselamatkan dari Area Karhutla Kotim

Berita Terbaru

Dua WNA Afghanistan dideportasi Imigrasi Balikpapan. (Foto: Imigrasi Balikpapan)

Kaltim

2 WNA AFGHANISTAN Dideportasi

Jumat, 23 Okt 2026 - 22:05

Foto ilustrasi hujan menyelimuti Kota Cantik Palangka Raya pada tahun lalu. (Foto: Istimewa)

Kalteng

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Jumat, 23 Okt 2026 - 21:59

Barito Kuala

SEJUMLAH RELAWAN BPK Mendapat Voucer BBM Gratis

Jumat, 23 Okt 2026 - 21:14

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca