TEXAS akan Eksekusi Mati Napi dengan Gas Nitrogen!

- Penulis

Rabu, 28 Februari 2024 - 21:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ivan Cantu (50) salah satu dari dua narapidana yang dijadwalkan akan dieksekusi mati dengan suntikan mematikan di Amerika Serikat  hari Rabu (29/2/2024) waktu setempat. [Michael Hagerty/Houston Public Media]

Ivan Cantu (50) salah satu dari dua narapidana yang dijadwalkan akan dieksekusi mati dengan suntikan mematikan di Amerika Serikat hari Rabu (29/2/2024) waktu setempat. [Michael Hagerty/Houston Public Media]

SuarIndonesia — Seorang pria Texas, Amerika Serikat akan dieksekusi mati karena pembunuhan ganda yang dia tegaskan tidak dilakukannya. Kasus ini telah menarik perhatian Gereja Katolik dan selebriti Kim Kardashian dan Martin Sheen.

Dilansir detikNews dari kantor berita AFP, Rabu (28/2/2024), Ivan Cantu (50) yang divonis bersalah atas pembunuhan sepupunya dan tunangan sepupunya pada tahun 2000, adalah salah satu dari dua narapidana yang dijadwalkan akan dieksekusi mati dengan suntikan mematikan di Amerika Serikat pada hari Rabu (29/2/2024) waktu setempat.

Napi lainnya, terpidana pembunuh berantai Thomas Creech (73) akan dieksekusi mati di Idaho. Creech telah divonis mati sejak hampir 50 tahun lalu karena membunuh narapidana lain.

Thomas Creech (73), terpidana pembunuh berantai akan dieksekusi mati di Idaho, AS. Creech telah divonis mati sejak hampir 50 tahun lalu karena membunuh narapidana lain. [Idaho Department of Correction via AP]
Kasus Cantu menarik perhatian luas karena keraguan atas kesalahannya. Pria itu dihukum pada tahun 2001 atas pembunuhan di Dallas tahun sebelumnya terhadap sepupunya, James Mosqueda dan Amy Kitchen, tunangan Mosqueda, yang ditembak mati.

Tunangan Cantu saat itu, Amy Boettcher, yang telah meninggal, bersaksi di persidangan bahwa Cantu mengakui melakukan pembunuhan tersebut dan kemudian membawanya ke rumah Mosqueda untuk menunjukkan mayatnya dan mencari narkoba yang tersembunyi.

Barang bukti yang masuk dalam persidangan antara lain celana jeans berlumuran darah korban yang ditemukan di tempat sampah dapur Cantu.

Pengacara Cantu berpendapat bahwa Boettcher berbohong di kursi saksi dan jeans tersebut, yang terlalu besar untuk Cantu, dibuang ke tempat sampah oleh orang lain.

Cantu dengan tegas menyatakan dirinya tidak bersalah. Dia mengatakan pembunuhan tersebut dilakukan oleh seorang pengedar narkoba yang mana Mosqueda berhutang sejumlah besar uang padanya.

Baca Juga :   TAIPEI OPEN 2026: Leo/Daniel Juara Sikat Wakil Malaysia

Petisi MoveOn.org yang mendesak Gubernur Texas Greg Abbott untuk memberikan penundaan eksekusi terhadap Cantu telah menarik hampir 150.000 tanda tangan.

Konferensi Waligereja Katolik Texas juga telah mendesak agar eksekusi tersebut dihentikan karena adanya “ketidakpastian serius” seputar kasus tersebut.

Di antara mereka yang menyatakan keraguan mengenai hukuman Cantu adalah Jeff Calhoun, ketua juri yang memimpin persidangannya pada tahun 2001. Calhoun, dalam artikel di Austin American-Statesman, meminta agar eksekusi ditunda sambil menunggu penyelidikan lebih lanjut.

Pengacara Cantu telah mengajukan serangkaian banding pada menit-menit terakhir untuk menghentikan eksekusi matinya.

Menurut jajak pendapat Gallup Poll baru-baru ini, 53 persen warga Amerika mendukung hukuman mati bagi seseorang yang dihukum karena pembunuhan, angka terendah sejak tahun 1972.

Hukuman mati telah dihapuskan di 23 negara bagian AS, sementara gubernur enam negara bagian lainnya – Arizona, California, Ohio, Oregon, Pennsylvania, dan Tennessee – telah menunda penerapan hukuman mati.

Ada satu eksekusi mati di Amerika Serikat tahun ini, yaitu terhadap seorang narapidana di Alabama yang merupakan orang pertama yang dihukum mati dengan menggunakan gas nitrogen. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

VICTOR DENMARK OPEN 2026: Fajar/Fikri Juara!
RACE MotoGP Mandalika 2026: Marco Bezzecchi Juara, Rider Aprilia Dominan
FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia Juara Lewat Drama Adu Penalti
RACE MotoGP Jepang 2026: Marc Marquez Tempel Jorge Martin, Beda 2 Poin
RACE MotoGP Austria 2026: Kemenangan Perdana Pedro Acosta!
MOTOGP San Marino 2026: Marc Marquez Juara dan Puncaki Klasemen
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas Bertambah 1.280 Orang, 5.260 Masih Hilang
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas 919 Orang dan 4.800 Hilang

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:54

VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:33

PETUGAS Terus Berjibaku Tangani Karhutla

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:07

TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:26

DEMO KARHUTLA-KABUT ASAP Memanas! Mahasiswa Segel Kantor Gubernur Kalteng

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:42

KASUS KARHUTLA Kalteng: 46 Tersangka, 12 Laporan Seret Perusahaan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:37

WATER BOMBING Dimaksimalkan atasi Karhutla Tanjung Puting

Berita Terbaru

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A Muhaimin Iskandar batau Cak Imin dalam rangka Peringatan Hari Santri di Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (24/10/2026). (Foto: Kemenko PMK)

Kalsel

MENKO PM: Pelibatan Pesantren untuk Mencegah Karhutla

Minggu, 25 Okt 2026 - 22:14

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca