TERTINGGI se Kalsel Stunting di Kabupaten Banjar

TERTINGGI se Kalsel Stunting di Kabupaten Banjar

SuarIndonesia – Angka prevalensi di atas kirasan 30 persen maka dinyatakan sebagai wilayah berstatus ‘merah’. Kabupaten Banjar dengan angka prevalensi 40,2 persen berada di urutan tertinggi kasus stunting di Provinsi Kalsel dan status merah.

Menyusul di bawah Kabupaten Banjar adalah Barito Kuala, Tapin, dan Balangan dengan angka 30 persen.

Pada sisi lain, zona ‘kuning’ di Kalsel berada di Kabupaten Hulusungai Tengah (HST), Hulu Sungai Selatan (HSS), Hulu Sungai Utara (HSU).

Tabalong, Kotabaru  dan Kota Banjarmasin yang rata-rata memiliki prevelensi 20 Р30 persen.

Kendati begitu, prevalensi HST yang berkisar 29,6 persen dan HSS berada di angka 29,1 persen nyaris masuk zona merah.

Saat ini masih ada daerah yang berstatus ‘hijau’ dengan prevalensi sekitar 10 – 20 persen yakni Kota Banjarbaru.

Menyusul Kabupaten Tanah Bumbu 18,7 persen dan masuk kategori terendah di Kalsel.

“Kabupaten Banjar memang berada diprevalensi 40,2 persen berdasarkan SSGI,” beber Sekretaris BKKBN Kalsel, Lasma Uli Lumbantoruan.

Ia mengungkapkan perlu upaya keras agar pengentasan kasus stunting di Kabupaten Banjar dapat ditekan.

“Adapun yang menjadi perhatian serius adalah faktor spesifik cakupan kehadiran bagi ibu-ibu yang mempunyai balita di posyandu.

Kemudian, pemberian makanan tambahan untuk wanita hamil, keikutsertaan ber-KB,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Sekretaris Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) Kalsel, Zulkifli, menambahkan Pemprov Kalsel dipastikan turun tangan untuk mengintervensi penekanan stunting. 4 daerah yang masuk zona merah diprioritaskan.(RW)

 124 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!