SOAL Genosida di Gaza, Israel Bakal Hadap ICJ

- Penulis

Kamis, 4 Januari 2024 - 01:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Israel bakal menghadap Mahkamah Internasional (International Court of Justice/ICJ) di Den Haag, Belanda, untuk melawan gugatan Afrika Selatan soal genosida di Jalur Gaza Palestina. [internationaledag.nl]

Israel bakal menghadap Mahkamah Internasional (International Court of Justice/ICJ) di Den Haag, Belanda, untuk melawan gugatan Afrika Selatan soal genosida di Jalur Gaza Palestina. [internationaledag.nl]

SuarIndonesia — Israel menyatakan bakal menghadap Mahkamah Internasional (International Court of Justice/ICJ) di Den Haag, Belanda, untuk melawan gugatan Afrika Selatan soal genosida di Jalur Gaza Palestina.

Juru bicara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Eylon Levy, menuduh gugatan Afrika Selatan ini justru secara politik “membenarkan dan melindungi” serangan Hamas pada 7 Oktober lalu terhadap negaranya.

Serangan Hamas ke Israel itu memang menjadi pematik agresi brutal Tel Avivi ke Jalur Gaza bahkan Tepi Barat Palestina hingga hari ini yang telah menewaskan lebih dari 22.100 warga sipil.

“Negara Israel akan hadir di depan Mahkamah Internasional di Den Haag untuk menangkis pencemaran nama baik yang tidak masuk akal oleh Afrika Selatan,” ucap Levy pada Selasa (2/1/2024) waktu setempat.

“Kami yakinkan para pemimpin Afrika Selatan, sejarah akan menghakimi Anda, dan sejarah akan menghakimi Anda tanpa ampun,” paparnya menambahkan seperti dikutip CNNIndonesia dari Al Jazeera.

Levy mengatakan Hamas “bertanggung jawab atas perang yang dimulainya dan dilancarkan dari dalam dan di bawah rumah sakit, sekolah, masjid, rumah, dan fasilitas PBB di Gaza.”

Afrika Selatan resmi mengadukan Israel atas dugaan genosida terkait agresi brutalnya di Jalur Gaza Palestina ke ICJ pada Selasa (2/1/2024).

Dalam dokumen “gugatan” setebal 84 halaman yang diajukan ke ICJ, Afrika Selatan menganggap tindakan Israel di Gaza masuk kriteria “genosida karena dimaksudkan menghancurkan sebagian besar warga Palestina di Gaza.”

Melalui dokumen itu, Afrika Selatan meminta ICJ yang juga dikenal sebagai pengadilan dunia itu untuk mengeluarkan serangkaian keputusan yang mengikat secara hukum terkait kasus ini.

Baca Juga :   TAIPEI OPEN 2026: Leo/Daniel Juara Sikat Wakil Malaysia

Afrika Selatan selama ini memang negara pro perjuangan Palestina. Mereka juga mendukung Palestina merdeka sebagai sebuah negara.

Afrika Selatan bahkan menyamakan perlakuan yang diterima warga Palestina seperti perlakuan yang dialami warga kulit hitam di negara tersebut selama era apartheid, sebuah perbandingan yang dibantah keras oleh Israel.

Juru bicara Kementerian Hubungan Internasional dan Kerja Sama Afrika Selatan, Clayson Monyela, mengatakan pengacara yang mewakili Afrika Selatan dalam kasus ini sedang mempersiapkan gugatan yang akan disidangkan pada 11 dan 12 Januari mendatang.

Dikutip Associated Press, gugatan Afrika Selatan dan keputusan Israel membela diri di ICJ ini bakal menimbulkan pertikaian besar di hadapan panel hakim mahkamah tersebut dalam sidang perdana nanti.

Persidangan kasus ini kemungkinan akan berlangsung bertahun-tahun. Inti dari gugatan ini adalah Afrika Selatan ingin membuktikan kejahatan Israel di Gaza melalui Konvensi tentang Pencegahan dan Penghukuman Kejahatan Genosida tahun 1948, yang disusun setelah Perang Dunia II dan Holocaust. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

VICTOR DENMARK OPEN 2026: Fajar/Fikri Juara!
RACE MotoGP Mandalika 2026: Marco Bezzecchi Juara, Rider Aprilia Dominan
FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia Juara Lewat Drama Adu Penalti
RACE MotoGP Jepang 2026: Marc Marquez Tempel Jorge Martin, Beda 2 Poin
RACE MotoGP Austria 2026: Kemenangan Perdana Pedro Acosta!
MOTOGP San Marino 2026: Marc Marquez Juara dan Puncaki Klasemen
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas Bertambah 1.280 Orang, 5.260 Masih Hilang
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas 919 Orang dan 4.800 Hilang

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:54

VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:33

PETUGAS Terus Berjibaku Tangani Karhutla

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:07

TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:26

DEMO KARHUTLA-KABUT ASAP Memanas! Mahasiswa Segel Kantor Gubernur Kalteng

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:42

KASUS KARHUTLA Kalteng: 46 Tersangka, 12 Laporan Seret Perusahaan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:37

WATER BOMBING Dimaksimalkan atasi Karhutla Tanjung Puting

Berita Terbaru

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A Muhaimin Iskandar batau Cak Imin dalam rangka Peringatan Hari Santri di Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (24/10/2026). (Foto: Kemenko PMK)

Kalsel

MENKO PM: Pelibatan Pesantren untuk Mencegah Karhutla

Minggu, 25 Okt 2026 - 22:14

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca