SuarIndonesia – Ancaman serangan peretas terhadap situs atau data pemerintah sering terjadi. Bahkan, di Provinsi Kalsel sudah ratusan kali percobaan peretasan.
Untuk itu, pemerintah membentuk CSIRT (Cyber Security Incident Response Team).
Plt Gubernur Kalsel, Rudy Resnawan, memimpin peluncuran CSIRT Provinsi Kalimantan Selatan, di Gedung Dr. K.H. Idham Chalid Banjarbaru, Kamis (12/11/2020).
CSIRT bertugas melindungi data-data penting yang dimiliki pemerintahan di Kalsel.”Pada 2016 terdapat 9 percobaan,
2017 sebanyak 21 percobaan, pada 2018 sebanyak 18 percobaan,
2019 sebanyak 38 percobaan, dan pada 2020 hingga Oktober ini ada 22 percobaan.
Jika ditotal sudah 108 laporan percobaan peretasan,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kalsel, Gusti Yanuar Noor Rifa’i, di sela Kalsel
Pria yang akrab disapa Ifai, ini menyebut yang paling banyak diserang terkait pelayanan kepada masyarakat seperti layanan Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD).
“BKD HST bahkan sempat 2 kali diserang. Dinas tenaga kerja juga pernah coba diretas.
Upaya peretasan itu kadang ditaruh virus, ada juga upaya pengambilan data, pernah juga situs layanan dibikin lambat bukan karena jaringan tapi karena coba diretas,” ujarnya.
Dijelaskan dia jika dipetakan peretas kebanyakan kebanyakan berasal dari Cina, Rusia, dan Indonesia.
“Kita akan membentuk CSIRT otomatis kita siaga 24 jam. Ke depannya kita akan bentuk tingkat kabupaten kota.
Sementara ini di Pemprov Kalsel teknisi yang paling menguasai sekitar 4 orang, dan ini akan dikembangkan,” tandas Gusti Yanuar Noor Rifai.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















