SIAP jadi Motor Swasembada Energi Nasional

- Penulis

Kamis, 16 Oktober 2025 - 22:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud saat menyampaikan paparan di Leadership Forum: Pilar Nusantara, di Jakarta. (SI/ANTARA/DOK Diskominfo)

Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud saat menyampaikan paparan di Leadership Forum: Pilar Nusantara, di Jakarta. (SI/ANTARA/DOK Diskominfo)

SuarIndonesia — Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud menegaskan komitmen daerahnya untuk menjadi pusat kemandirian energi nasional.

Rudy Mas’ud, di Samarinda, Kamis (16/10/2025), menegaskan peran strategis Kaltim sebagai penopang utama ketahanan energi Indonesia sekaligus motor penggerak transisi energi hijau di masa depan.

“Kaltim sudah lebih dari 50 tahun menyalakan energi untuk Indonesia. Bahkan jauh sebelum merdeka, bangsa Kutai sudah bekerja sama dengan Belanda untuk memproduksi minyak bumi pada 1897. Tahun 1903, minyak pertama kali keluar dari Tarakan dan Sanga-Sanga,” ujar Rudy.

Menurutnya, hingga kini Kaltim masih menjadi tulang punggung energi nasional dengan produksi 53 ribu barel minyak per hari dan 1,1 juta kaki kubik gas per hari. Angka itu diproyeksikan melonjak pada 2028-2029 menjadi 100 ribu barel minyak dan 1,8 juta kaki kubik gas per hari.

“Ini adalah anugerah Tuhan kepada Kaltim untuk seluruh bangsa. Tapi tentu kami ingin agar daerah penghasil seperti Kaltim diberi kewenangan lebih besar untuk mengelola nilai tambahnya,” katanya menegaskan.

Lebih jauh, Rudy mengungkapkan, dari total produksi batu bara nasional yang mencapai 836 juta ton per tahun, lebih dari 50 persen atau 437 juta ton berasal dari Kaltim.

“Batu bara ini kami persembahkan untuk Indonesia tercinta. Tapi tentu kami juga berharap, pemerintah memberi ruang lebih luas kepada daerah untuk mengembangkan turunan industri energi di dalam negeri,” katanya pula.

Ia juga menyoroti tantangan besar dalam pemenuhan energi dalam negeri, terutama untuk kebutuhan pembangkit listrik independen (Independent Power Plant).

“Kebutuhan batu bara nasional sekitar 150 juta ton per tahun, dan sebagian besar dipasok dari Kalimantan. Namun tanpa infrastruktur yang memadai, sulit bagi daerah untuk menggerakkan roda ekonomi secara optimal,” tutur Rudy dilansir dari AntaraNews.

Rudy menambahkan, pertumbuhan ekonomi Kaltim pada 2024 tercatat 6,17 persen dengan target jangka menengah mencapai 8 persen. “Kuncinya adalah infrastruktur yang kuat agar uang berputar dan ekonomi tumbuh,” katanya.

Baca Juga :   SAMBUT Milad ke-22, Bank Kalsel Syariah Hadirkan Promo Tabungan Haji

Gubernur Rudy juga menyinggung pentingnya transisi energi melalui pengembangan energi baru terbarukan (EBT). Dengan produksi 4,8-5,2 juta ton crude palm oil (CPO) per tahun, Kaltim disebut siap menjadi pusat produksi biodiesel dan biofuel.

“Kalau kelapa sawit sampai di-banned dunia, justru jadi berkah bagi kita. Karena dari situ kita bisa hasilkan energi biodiesel sendiri,” ujarnya.

Namun, ia mengingatkan bahwa secara nasional, Indonesia masih belum memiliki cadangan energi strategis. “Saat ini cadangan energi operasional kita hanya mampu bertahan rata-rata 18–22 hari. Itu artinya ketahanan energi nasional kita masih nol,” ujarnya lagi.

Rudy menyebutkan, Kaltim baru memanfaatkan 1,5 juta hektare dari total 3 juta hektare lahan sawit. “Kalau ini dimaksimalkan dan digabungkan dengan potensi dari Riau, Sumatera, hingga Medan, saya yakin kita bisa mandiri energi. Bahkan dunia bisa kita kendalikan hanya dari kelapa sawit,” katanya optimistis.

Rudy menegaskan bahwa masa depan Indonesia tidak boleh hanya bergantung pada sumber daya alam yang tidak terbarukan.

“Bangsa yang besar bukan dari tambangnya, tapi dari ladang-ladang pangannya. Energi sejati kita ada di situ. Di pangan, di sawit, di sumber daya terbarukan yang bisa kita kendalikan sendiri,” kata Rudy. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

ORANG UTAN Diselamatkan, Dikembalikan ke Habitatnya
DANA 760 Miliar Pemkab Balangan Belum Cair
DILAPORKAN KE POLISI Sengketa Warisan dan Sorot Persoalan Administrasi Proses Penerbitan Dokumen
23.556 HA Hutan Konservasi Tahura Bukit Soeharto Dikuasai Ilegal
DISOROT Menurunnya Daya Beli di Pasar Paringin
ATASI Antrian BBM, Pansus Kalsel Matangkan Data
MASKAPAI Hentikan Sementara Penerbangan di Bandara Tjilik Riwut
“BOTASUPAL” Musnahkan Uang Palsu di Kalsel

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 16:22

DILAPORKAN KE POLISI Sengketa Warisan dan Sorot Persoalan Administrasi Proses Penerbitan Dokumen

Jumat, 25 September 2026 - 22:28

23.556 HA Hutan Konservasi Tahura Bukit Soeharto Dikuasai Ilegal

Senin, 21 September 2026 - 19:54

15 RUU Kabupaten/Kota di Kalimantan Dibawa ke Paripurna DPR

Jumat, 18 September 2026 - 21:03

KEJAGUNG Kawal Tiga Proyek Jalan IKN

Kamis, 17 September 2026 - 21:50

3 TERSANGKA Karhutla Terancam Bui 10 Tahun

Rabu, 16 September 2026 - 20:59

KUALITAS Udara Samarinda Memburuk Masuk Kategori ‘Sangat tidak Sehat’

Selasa, 15 September 2026 - 21:18

KN SAR Wisanggeni 2 Hari Ikut Pencarian Belum Temukan Korban Kapal Virgo Transport 8

Selasa, 15 September 2026 - 20:52

DIPANTAU Keberadaan Orang Utan di Jalan Poros Sangatta-Rantau Pulung

Berita Terbaru

Penangkapan tersangka kelima dalam perkara dugaan korupsi tata kelola komoditas nikel periode 2017–2020, MTP oleh Tim penyidik Direktorat Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Sabtu (26/9/2026).(Foto: HO-Kejagung)

Hukum

KASUS NIKEL: Kejagung Tahan Tersangka Kelima

Senin, 28 Sep 2026 - 21:06

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca