SuarIndonesia — Sejumlah maskapai memutuskan menghentikan sementara operasional penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) menyikapi kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Misalnya, Garuda itu tidak beroperasi sampai tanggal 26 September,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kalteng Yulindra Dedy di Palangka Raya, Rabu (23/9/2026).
Hal itu berdasarkan laporan yang pihaknya terima dari Bandara Tjilik Riwut. Selain Garuda, maskapai lainnya juga mengambil kebijakan serupa. Yakni Citilink tidak beroperasi sampai 27 September dan Lion Group tidak beroperasi sampai besok 24 September.
“Kondisi kabut ini tidak memungkinkan, tujuannya agar tidak menimbulkan ketidakpastian bagi penumpang,” tutur Yulindra dilansir dari Antara.
Humas Angkasa Pura Indonesia Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya Andi Wiguna mengatakan bandara tidak tutup, hanya saja operasional penerbangan yang memang tidak ada.
“Kemungkinan sampai tanggal 26, itu juga masih bisa berubah sewaktu-waktu,” tuturnya.
Dia menekankan keselamatan dan keamanan penerbangan merupakan prioritas utama. Apabila kondisi visibility atau jarak pandang berada di bawah batas minimum operasional, penerbangan dapat mengalami penundaan, pengalihan pendaratan, return to base, maupun pembatalan sesuai dengan keputusan operasional penerbangan.
Angkasa Pura Indonesia pun mengimbau kepada seluruh calon penumpang untuk memantau status penerbangan melalui kanal resmi maskapai penerbangan, serta menghubungi maskapai terkait apabila membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai perubahan jadwal penerbangan.
Pihaknya akan terus melakukan pemantauan kondisi visibility dan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terkait dalam memastikan operasional penerbangan tetap berjalan dengan mengutamakan aspek keselamatan. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















