SERANGAN AS-Inggris di Yaman, Rusia: ‘Melanggar Hukum Internasional’

- Penulis

Sabtu, 13 Januari 2024 - 00:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemberontak Houthi mengatakan serangan tersebut menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai enam lainnya, dan “tidak akan dibiarkan begitu saja dan tidak dihukum”, karena tindakan yang dilakukan oleh pesawat tempur, kapal, dan kapal selam meningkatkan kekhawatiran atas meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. [independent.co.uk]

Pemberontak Houthi mengatakan serangan tersebut menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai enam lainnya, dan “tidak akan dibiarkan begitu saja dan tidak dihukum”, karena tindakan yang dilakukan oleh pesawat tempur, kapal, dan kapal selam meningkatkan kekhawatiran atas meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. [independent.co.uk]

SuarIndonesia — Pemerintah Rusia menuduh serangan Amerika Serikat (AS) dan Inggris di wilayah Yaman merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional. Moskow menyebut serangan itu sebagai eskalasi konflik yang memiliki “tujuan destruktif” terhadap Yaman.

Dalam tanggapannya, seperti dilansir Al Jazeera dan AFP, Jumat (12/1/2024), Rusia menuding kedua negara Barat itu telah secara keliru memanfaatkan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menuntut Houthi segera menghentikan serangan terhadap kapal-kapal di Laut Merah.

Resolusi itu diloloskan Dewan Keamanan PBB pada Rabu (10/1/2024) waktu setempat, untuk menanggapi meningkatnya serangan Houthi terhadap kapal-kapal di perairan Laut Merah beberapa waktu terakhir.

“Serangan udara AS di Yaman adalah sebuah contoh untuk penyimpangan oleh Anglo-Saxon terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB,” sebut juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, dalam pernyataannya, sebagaimana dilansir detikNews dan dikutip SuarIndonesia.

Zakharova, dalam pernyataannya, menyebut serangan yang dilakukan kedua negara Barat yang bersekutu itu hanya akan “memperburuk situasi di kawasan” Timur Tengah.

“Merupakan pelanggaran total terhadap hukum internasional yang bertujuan untuk meningkatkan eskalasi di kawasan guna mencapai tujuan destruktif mereka,” tuding Zakharova merujuk pada serangan Washington dan London terhadap target Houthi di Yaman.

Rusia juga menyerukan digelarnya rapat darurat Dewan Keamanan PBB untuk membahas serangan tersebut.

AS dan Inggris mengumumkan serangan militer, dengan pesawat tempur, kapal perang dan kapal selam, terhadap lebih dari selusin target Houthi di Yaman pada Kamis (11/1/2024) malam waktu setempat. Serangan itu disebut sebagai balasan atas rentetan serangan Houthi terhadap kapal-kapal di Laut Merah.

Presiden AS Joe Biden menegaskan bahwa serangan yang dilancarkan militer Washington bersama sekutunya, Inggris, terhadap target Houthi di Yaman itu bersifat “defensif”. Biden juga memperingatkan adanya tindakan lebih lanjut jika Houthi, yang didukung Iran, terus menyerang kapal-kapal di Laut Merah.

Menteri Pertahanan (Menhan) Lloyd Austin, yang masih dirawat di rumah sakit usai didiagnosis kanker prostat, menyebut serangan AS dan Inggris itu bertujuan untuk “mengganggu dan melemahkan” kemampuan Houthi dalam menargetkan jalur pelayaran internasional.

Sementara Houthi, dalam tanggapannya, menyebut serangan AS dan Inggris terhadap sejumlah posisi kelompoknya di Yaman sebagai “kebodohan terbesar dalam sejarah mereka”. Houthi juga memperingatkan bahwa kedua negara itu akan “menyesal” telah melancarkan serangan terhadap Yaman.

Jet tempur Typhoon milik Inggris lepas landas, dari pangkalannya di Siprus, untuk melancarkan serangan udara terhadap target Houthi di Yaman. [Sgt Lee Goddard/UK MOD/Handout via REUTERS Acquire Licensing Rights]
5 Orang Tewas, Houthi Ancam Pembalasan
Juru bicara militer Houthi mengatakan serangan militer AS dan Inggris menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai enam orang lainnya.

“Serangan tersebut menyebabkan kematian lima orang martir dan melukai enam orang lainnya dari angkatan bersenjata kami,” tulis juru bicara militer Houthi Yahya Saree di X. Dia pun mengancam tak akan membiarkan begitu saja tindakan AS dan Inggris tersebut.

Baca Juga :   CHINA OPEN 2026: Fajar/Fikri Juara, Sukses Pertahankan Gelar!

“Musuh Amerika dan Inggris memikul tanggung jawab penuh atas agresi kriminalnya terhadap rakyat Yaman, dan hal ini tidak akan dibiarkan begitu saja dan tidak dihukum,” kata Saree, dilansir Al Arabiya, Jumat (12/1/2024).

Dia menyebut ada 73 serangan yang menghantam lima wilayah Yaman yang berada di bawah kendali Houthi. Dia tidak merinci apa yang menjadi sasaran serangan militer AS dan Inggris tersebut.

Iran: Tindakan Sewenang-wenang!
Pemerintah Iran mengutuk serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Inggris terhadap Houthi di Yaman. Teheran menyebut serangan kedua negara Barat itu sebagai tindakan “sewenang-wenang”.

Tidak hanya itu, Iran juga menuduh serangan AS dan Inggris itu sebagai pelanggaran yang jelas terhadap kedaulatan negara dan integritas wilayah, juga pelanggaran terhadap hukum dan peraturan internasional. Demikian seperti dilansir Press TV, Jumat (12/1/2024).

Beberapa pejabat Houthi menyebut rentetan ledakan terjadi di sejumlah kota di Yaman, seperti Sana’a, Hudaydah, Sa’ada dan Dhamar pada Kamis (11/1/2024) tengah malam hingga Jumat (12/1/2024) dini hari.

Arab Saudi Prihatin!
Pemerintah Arab Saudi menyatakan sangat prihatin dengan serangan militer yang dilancarkan AS dan Inggris terhadap sejumlah target Houthi di Yaman. Riyadh menyerukan pihak-pihak yang bertikai untuk menahan diri.

Seperti dilansir Al Arabiya, Jumat (12/1/2024), otoritas Saudi dalam pernyataannya menyampaikan “keprihatinan besar” atas operasi militer yang dilakukan AS dan negara-negara sekutunya di Laut Merah, juga atas serangan udara terhadap beberapa lokasi di Yaman.

“Sementara Kerajaan (Saudi) menekankan pentingnya menjaga keamanan dan stabilitas kawasan Laut Merah, di mana kebebasan navigasi merupakan tuntutan internasional, dan kepentingan seluruh dunia, (Saudi) menyerukan untuk menahan diri dan menghindari eskalasi mengingat peristiwa yang terjadi di wilayah ini,” demikian pernyataan otoritas Saudi seperti dikutip kantor berita Saudi Press Agency.

Hamas Mengutuk Keras
Kelompok Hamas ikut memberikan komentarnya atas serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Inggris terhadap target-target Houthi di Yaman. Hamas yang merupakan sekutu Houthi ini mengutuk serangan kedua negara Barat itu dan memperingatkan dampaknya terhadap keamanan regional.

“Kami mengutuk keras serangan Amerika-Inggris secara terang-terangan di Yaman,” tegas Hamas, yang sedang berperang melawan Israel di Jalur Gaza, dalam pernyataannya via Telegram, seperti dilansir AFP, Jumat (12/1/2024).

“Kami menganggap mereka bertanggung jawab atas dampaknya terhadap keamanan regional,” imbuh pernyataan tersebut. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

VICTOR DENMARK OPEN 2026: Fajar/Fikri Juara!
RACE MotoGP Mandalika 2026: Marco Bezzecchi Juara, Rider Aprilia Dominan
FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia Juara Lewat Drama Adu Penalti
RACE MotoGP Jepang 2026: Marc Marquez Tempel Jorge Martin, Beda 2 Poin
RACE MotoGP Austria 2026: Kemenangan Perdana Pedro Acosta!
MOTOGP San Marino 2026: Marc Marquez Juara dan Puncaki Klasemen
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas Bertambah 1.280 Orang, 5.260 Masih Hilang
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas 919 Orang dan 4.800 Hilang

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:54

VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:33

PETUGAS Terus Berjibaku Tangani Karhutla

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:07

TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:26

DEMO KARHUTLA-KABUT ASAP Memanas! Mahasiswa Segel Kantor Gubernur Kalteng

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:42

KASUS KARHUTLA Kalteng: 46 Tersangka, 12 Laporan Seret Perusahaan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:37

WATER BOMBING Dimaksimalkan atasi Karhutla Tanjung Puting

Berita Terbaru

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A Muhaimin Iskandar batau Cak Imin dalam rangka Peringatan Hari Santri di Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (24/10/2026). (Foto: Kemenko PMK)

Kalsel

MENKO PM: Pelibatan Pesantren untuk Mencegah Karhutla

Minggu, 25 Okt 2026 - 22:14

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca