Sekretaris Agung MARSI Sultan Banjar Ingatkan, Hindari Perpecahan NKRI

Sekretaris Agung MARSI Sultan Banjar Ingatkan, Hindari Perpecahan NKRI

Suarindonesia – Sekretaris Agung Majelis Agung Raja Sultan Indonesia ( MARSI) YM Sultan H Khairul Saleh Al- Mu’tashim Billah mengingatkan kepada para Raja Datu, Penglingsir dan Pemangku Adat agar agar tetap menjaga persatuan dan menghindari perpecahan NKRI karena hasil Pemilu 2019.

“Berkaca pada kejadian aksi 21 – 22 Mei saat penetapan hasil pemilu oleh KPU, dinilai sebagian rakyat tidak jujur dan adil. Peristiwa kekerasan itu sungguh memprihatinkan,” ujar Sultan H Khairul Saleh Al- Mu’tashim Billah, yang diminta komentar SuarIndonesia.com lewat telepon seluler karena dia berada di Mekkah tengah menjalani ibadah umrah.

Menurutnya, korban begitu banyak mulai masyarakat dan aparat sendiri, hal seperti ini akan sangat merugikan bagi bangsa Indonesia apalagi keutuhan NKRI.

“Kami menolak keras segala kekerasan, Seharusnya semua semua pihak, baik rakyat maupun aparat, dapat melakukan pengendalian diri dan melihat kita Semua Satu Bangsa Satu Bahasa Indonesia dan Tidak Saling Menyakiti,” tandasnya.

“Kita belum terlambat, hentikan kekerasan! Kita adalah saudara. Kekerasan akan memecah belah bangsa,” katanya.

“Bahaya lagi kalau kekerasan fisik antara rakyat dan aparat menimbulkan korban itu masih berlanjut pada kekerasan verbal dalam bentuk saling menyalahkan. Bahkan dengan saling melempar tuduhan, dengan klaim akan kebenaran secara sepihak. Inilah awal dari celaka suatu bangsa,” katanya.

Karena itu, kami atas nama Raja, Sultan, Datu, Penglingsir dan Pemangku Adat meminta kepada kedua belah pihak untuk melakukan penyelesaian yang secara kenegarawan dan tidak mengakibatkan runtuhnya kesatuan dan persatuan NKRI.

“Karena kalau tidak dilakukan. Hal itu akan menjadi kegelapan bagi masa depan Bangsa Indonesia,” katanya.

Sultan H Khairul Saleh Al- Mu’tashim Billah mengungkapkan, dirinya bersama 30 Dewan Agung dan 500 Raja, Sultan, Datu Penglingsir dan Pemangku Adat akan melaksanakan Musyawarah Agung dengan salah satunya akan kami agendakan Kesepakatan Dalam Memperkuat NKRI, Pancasila, UUD 1945 DAN Bhineka Tunggal Ika.

“Tiada jalan lain untuk mengatasinya kecuali Raja, Sultan, Datu Penglingsir dan Pemangku Adat dan Negara hadir menegakkan keadilan dan kebenaran. Jangan sampai negara abai,” ujar dia.(RA)

 281 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: