SEJAK Awal Pimpin Banjarmasin, Ibnu Ajak Warganya Tinggalkan Kebiasaan Buruk

- Penulis

Jumat, 7 Februari 2020 - 21:18

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina mengaku terus mengupayakan untuk menghilangkan kebiasaan buruk warga Banjarmasin sejak pertama kali ia memimpin Kota Banjarmasin.

Menurutnya, kebiasaan buruk masyarakat tersebut sudah berlangsung lama dan bahkan bisa menurun kepada generasi selanjutnya. Sehingga menggerus budaya sungai yang identik dengan masyarakat Banjar.

“Hampir 100 tahun lebih kebiasaan masyarakat yang buruk itu mendarah daging. Hal itu adalah dampak dari pola pemukiman penduduk yang membelakangi sungai, terutama yang ada di sekitaran bantaran Sungai Martapura,” ungkapnya saat acara dialog budaya serangkain Hari Pers Nasional di Hotel Mercure Banjarmasin, Jumat (07/02/2020).

Namun setelah dalam masa kepemimpinannya, Ibnu mengklaim bisa mengubah pola permukiman yang sudah ada tersebut menjadi seperti semula. Yaitu dengan cara mengubah posisi halaman rumah untuk menghadap ke sungai.

“Dengan begitu, otomatis warga pasti menjaga kebersihan dari halaman rumahnya. Sehingga mereka tidak lagi membuang sampah sembarangan ke sungai,” sebutnya.

Ia mencontohkan seperti Kampung Biru dan Kampung Hijau yang dibangun oleh Pemko Banjarmasin dengan subsidi sebesar Rp25 juta per rumah untuk mengubah bentuk dapurnya menjadi halaman.

“Per kampungnya ada 100 buah lebih yang diubah bentuk rumahnya,” tambah Ibnu.

Dengan demikian, Ibnu melanjutkan. Pelan-pelan pihaknya bisa merubah mindset masyarakat di ibu kota Kalimantan Selatan tersebut menjadi konsep ‘water front city’ atau permukiman kota yang menjadikan sungai sebagai halaman utama rumah.

Baginya, Banjarmasin merupakan kota pertama di Indonesia yang mengusung konsep ‘The River City’ untuk diaplikasikan dalam kehidupan masyarakatnya.

Pasalnya, Ibnu menambahkan, sungai yang ada di kota Baiman itu merupakan urat nadi bagi warganya dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kita mengenal pasar terapung yang menjadi ikon Pariwisata Kalimantan Selatan berada di Banjarmasin. Darisana kita sudah bisa melihat bahwa roda kehidupan masyarakat Banjar sangat bergantung dengan keberadaan sungai,” ucapnya

Baca Juga :   PEJABAT PUPR HST Diduga Korupsi Proyek Jalan di Dua Desa

Sebelumnya, Ketua Dewan Pers Muhammad Noeh menyambut baik pendekatan kebudayaan yang dilakukan kepala daerah kepada masyarakatnya.

“Karena filosifi dari budaya adalah mencari persamaan,bukan perbedaan,” tuturnya.

Menurut mantan Menteri Pendidikan era SBY itu, kebudayaan berangkat dari kebersamaan, sehingga yang dicari adalah titik persamaan dari berbagai macam perbedaan yang ada di masyarakat.

“Kalau kita hidup mencari persamaan, maka apa pun permasalahannya bisa diselesaikan dengan baik,” tandasnya.

Senada dengan Noeh, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendi menyampaikan sebuah budaya itu berasal dari sebuah pemikiran yang menjadi kelebihan dari seorang ciptaan Tuhan yang sempurna, yaitu manusia.

Ia membeberkan, ada tiga aspek penting dalam membentuk sebuah kebudayaan, yaitu nilai, norma dan media.

“Nilai itu ya seperti pancasila dan kemudian nilai nilai lainnya, nilai ini berasal dari alam pikiran, dan mempunyai ukuran yang objektivitas. Yang kedua norma ini merupakan alat ukurnya untuk mengukur sesuatu misalnya etika dan estitika yang harus diekspresikan dengan media. Dan yang terakhir adalah media yang sangat sangat menentukan seberapa kita bisa menuangkan ekspresi kita,” ujarnya.

Semetara itu, Ketua Pelaksana Dialog Kebudayaan, Yusuf Susilo menerangkan even anugerah kebudayaan PWI pusat 2020 untuk Walikota dan Bupati kali ini merupakan acara yang keduakalinya diselenggarakan.

“Pertama kali diadakan penganugerahan ini tahun 2016 di Lombok, Nusa Tenggara Barat,” pungkasnya.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

SEORANG PRIA Ditemukan Terbujur Kaku Tak Bernyawa
SEORANG PESEPEDA di Kawasan Pelabuhan Trisakti Tewas Dihantam Truk Tronton
KRI HIU-634 Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Gubernur Kalsel Mengapresiasi Bank Indonesia dan TNI AL
SEORANG PRIA DUDA Asal Muara Enim Ditemukan Tergelatak Tak Bernyawa
PEMBINAAN Mental Spiritual ASN Sekretariat DPRD Kalsel
SEORANG PRIA TERGELETAK Tak Bernyawa dengan Mulut Berbusa di Halaman Masjid
TERCATAT-BERSAING Tiga Calon Rektor ULM Periode 2026–2030
​BANJARMASIN DARURAT SAMPAH, Agen 3R Didorong Evaluasi Sosialisasi

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:13

TERCATAT 913 ODGJ di Palangka Raya, Dinsos: ‘Himpitan Ekonomi Picu Gangguan Mental’

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:05

DIDUGA! Oknum Pegawai KUA Sampit Bawa Kabur dan Sekap Anak di Bawah Umur

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:51

358 JEMAAH HAJI Kalteng Tiba, 2 Masih Dirawat di Arab Saudi

Senin, 8 Juni 2026 - 23:22

WASPADA BANJIR ROB di Kalimantan 14-25 Juni 2026

Minggu, 7 Juni 2026 - 23:03

PENCURI 1,6 TON SAWIT Ketahuan! Gegara Tertidur Pulas Usai Beraksi

Minggu, 7 Juni 2026 - 22:58

2 NAPI LAPAS Palangka Raya Dikirim ke Nusakambangan

Minggu, 7 Juni 2026 - 22:52

SAAT BERENANG, Bocah Jio Hilang Misterius di Sungai

Minggu, 7 Juni 2026 - 22:45

PRIA R NGAMUK Bacok Ibu dan Anak

Berita Terbaru

Aridiwi alias Diwi (36). ditemukan terbujur kakui tak bernyawa di dalam rumah Jalan A Yani 7 Kompleks Mahligai Permai Indah Jalur 12, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, Rabu (10/6/2026).  (SuarIndonesia/DO)

Kab. Banjar

SEORANG PRIA Ditemukan Terbujur Kaku Tak Bernyawa

Rabu, 10 Jun 2026 - 14:56

Ratusan CPNS dilantik menjadi PNS angkatan pertama OIKN. (Foto: Humas OIKN)

Kaltim

OIKN Lantik 555 PNS Angkatan Pertama

Selasa, 9 Jun 2026 - 21:30

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca