Suaridonesia – Musrenbang Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) 2019-2020 yang dialokasikan anggaran sebesar Rp1,9 triliun masih diprioritaskan untuk penyelesaian pengoperasian pembangunan Rumah Sakit Sultan Suriansyah, perbaikan infrastruktur, serta pelayanan publik.\nProgram tersebut ditandatangani bersama dengan Walikota H Ibnu Sina, Unsur Pimpinan DPRD Kota Banjarmasin yang diwakili H Matnor Ali, Wakil Walikota H Hermansyah, Kepala Dinas PUPR Ir HM Arifin Noor, Sekdako Banjarmasin Drs H Hamli Kursani, Tokoh Masyarakat Faturahman, di Aula Kayuh Baimbai, Selasa (19/03/2019).\nIbnu juga mengakui selain infrastruktur pembangunan Jembatan Bromo, lanjutkan prioritas pembangunan drainase di perkotaan maupun perbaikan jalan lingkungan serta perbaikan lokasi pelayanan publik mulai dari kawasan RT, RW hingga ruang publik masih menjadi prioritas pembangunan, kata Walikota H Ibnu saat membuka Musrenbang.\nSedangkan Wawali H Hermansyah masih melakukan percepatan pembangunan sesuai visi misinya, untuk membangun Kota Banjarmasin yang layak huni dan semuanya akan nyaman. Namun semua tak bisa dilakukan tetapi akan melalui proses dan diharapkan sebelum akhir jabatannya akan bisa diwujudkan.\nDitambahkan Ibnu Sina, pesatnya pertumbuhan penduduk mempengaruhi terhadap rendahnya ekonomi dan ketersediaan tenaga kerja. Banyak lulusan sarjana yang sulit mendapatkan kerja karena ketatnya persaingan dunia kerja.\n\nSalah satu program pembangunan pemko Banjarmasin dalam musrenbang RKPD tahun 2019 -2020 yakni mengatasi kemiskinan dan membuka lapangan kerja seluas – luasnya.\n\”Target kita tahun 2091 -2020, bagaimana mengatasi kemiskinan dan membuka peluang usaha seluas – luasnya,\” ungkap Wali Kota Banjarmasin H. Ibnu Sina, di aula Kayuh Baimbai, Selasa (19/3).\nDiakuinya bahwa sebagai ibukota propinsi, angka pengangguran di Banjarmasin tinggi dibanding daerah lain.\nMenurutnya angka pengangguran tersebut bersifat dinamis karena tipikal kehidupan kota di mana orang dari berbagai penjuru datang ke pusat kota dengan tujuan mengadu nasib untuk mendapatkan pekerjaan atau penghidupan layak.\nMeski demikian bagi Pemko, pihaknya juga memiliki data base yang terus divalidasi terhadap jumlah penduduk miskin. \”Kami memiliki rujukan data terpadu tentang jumlah penduduk miskin kota, jumlah oenganggutan dan peluang kerjanya,\” ujarnya.\n\”Tak hanya itu, Pemko pun memiliki program untuk menekan dan mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran. Solusinya melalui dinas sosial untuk pengentasan kemiskinan, koperasi untuk bantu permodalan usaha dan ketenagakerjaan,\” ujarnya.\nBaginya, saat ini jangan lagi beranggapab bahwa lapangan kerja hanya pada saat penerimaan CPNS. Manfaatkan peluang kerja dari sektor lain seperti menciptakan industri kreatif.\n\”Apalagi kini pemko juga sudah ada wadah industri kreatif seperti Bekraf, Koperasi serta pemko pun sedang menggenjot pariwisata di mana banyak peluang usaha baru, \”demikian Ibnu Sina.(SU)Suaridonesia – Musrenbang Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) 2019-2020 yang dialokasikan anggaran sebesar Rp1,9 triliun masih diprioritaskan untuk penyelesaian pengoperasian pembangunan Rumah Sakit Sultan Suriansyah, perbaikan infrastruktur, serta pelayanan publik.
Program tersebut ditandatangani bersama dengan Walikota H Ibnu Sina, Unsur Pimpinan DPRD Kota Banjarmasin yang diwakili H Matnor Ali, Wakil Walikota H Hermansyah, Kepala Dinas PUPR Ir HM Arifin Noor, Sekdako Banjarmasin Drs H Hamli Kursani, Tokoh Masyarakat Faturahman, di Aula Kayuh Baimbai, Selasa (19/03/2019).
Ibnu juga mengakui selain infrastruktur pembangunan Jembatan Bromo, lanjutkan prioritas pembangunan drainase di perkotaan maupun perbaikan jalan lingkungan serta perbaikan lokasi pelayanan publik mulai dari kawasan RT, RW hingga ruang publik masih menjadi prioritas pembangunan, kata Walikota H Ibnu saat membuka Musrenbang.
Sedangkan Wawali H Hermansyah masih melakukan percepatan pembangunan sesuai visi misinya, untuk membangun Kota Banjarmasin yang layak huni dan semuanya akan nyaman. Namun semua tak bisa dilakukan tetapi akan melalui proses dan diharapkan sebelum akhir jabatannya akan bisa diwujudkan.
Ditambahkan Ibnu Sina, pesatnya pertumbuhan penduduk mempengaruhi terhadap rendahnya ekonomi dan ketersediaan tenaga kerja. Banyak lulusan sarjana yang sulit mendapatkan kerja karena ketatnya persaingan dunia kerja.

Salah satu program pembangunan pemko Banjarmasin dalam musrenbang RKPD tahun 2019 -2020 yakni mengatasi kemiskinan dan membuka lapangan kerja seluas – luasnya.
“Target kita tahun 2091 -2020, bagaimana mengatasi kemiskinan dan membuka peluang usaha seluas – luasnya,” ungkap Wali Kota Banjarmasin H. Ibnu Sina, di aula Kayuh Baimbai, Selasa (19/3).
Diakuinya bahwa sebagai ibukota propinsi, angka pengangguran di Banjarmasin tinggi dibanding daerah lain.
Menurutnya angka pengangguran tersebut bersifat dinamis karena tipikal kehidupan kota di mana orang dari berbagai penjuru datang ke pusat kota dengan tujuan mengadu nasib untuk mendapatkan pekerjaan atau penghidupan layak.
Meski demikian bagi Pemko, pihaknya juga memiliki data base yang terus divalidasi terhadap jumlah penduduk miskin. “Kami memiliki rujukan data terpadu tentang jumlah penduduk miskin kota, jumlah oenganggutan dan peluang kerjanya,” ujarnya.
“Tak hanya itu, Pemko pun memiliki program untuk menekan dan mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran. Solusinya melalui dinas sosial untuk pengentasan kemiskinan, koperasi untuk bantu permodalan usaha dan ketenagakerjaan,” ujarnya.
Baginya, saat ini jangan lagi beranggapab bahwa lapangan kerja hanya pada saat penerimaan CPNS. Manfaatkan peluang kerja dari sektor lain seperti menciptakan industri kreatif.
“Apalagi kini pemko juga sudah ada wadah industri kreatif seperti Bekraf, Koperasi serta pemko pun sedang menggenjot pariwisata di mana banyak peluang usaha baru, “demikian Ibnu Sina.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















