SuarIndonesia — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah memberikan respons cepat terhadap dugaan pencemaran lingkungan yang terjadi di Sungai Mentaya.
“Kami berupaya merespons setiap ada laporan dari masyarakat ketika ada kejadian terkait soal lingkungan,” kata Pelaksana Tugas Kepala DLH Kotawaringin Timur Marjuki di Sampit, Senin (28/4/2025).
DLH menerima laporan dari masyarakat terkait adanya cemaran di Sungai Mentaya yang diduga merupakan tumpahan minyak, Jumat (25/4). Warga khawatir tumpahan minyak itu semakin banyak sehingga mengganggu aktivitas masyarakat.
Menyikapi laporan tersebut, Marjuki langsung memerintahkan tim untuk turun ke lapangan. Selanjutnya tim turun ke lokasi yang disampaikan masyarakat yakni perairan sungai di Jalan Iskandar Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
Tim yang diturunkan langsung mengambil sampel air dan tumpahan minyak untuk diperiksa di laboratorium. Meski secara kasat mata terlihat dugaan cemaran tumpahan minyak, namun tim tetap melakukan pemeriksaan sampel air dan hasilnya nanti akan disampaikan ke publik.
“Respons cepat ini sebagai wujud keseriusan Dinas Lingkungan Hidup dalam menindaklanjuti keluhan masyarakat. Hasilnya juga akan disampaikan kepada masyarakat,” tutur Marjuki dilansir dari AntaraNewsKalteng.
Tim DLH juga sekaligus memberikan imbauan kepada masyarakat, termasuk nakhoda maupun motoris untuk berhati-hati dalam beraktivitas agar tidak sampai terjadi tumpahan minyak ke sungai karena akan menimbulkan pencemaran dan bisa mengganggu aktivitas masyarakat.
Beberapa waktu lalu tim DLH Kotawaringin Timur juga turun melakukan pemeriksaan kualitas air ketika ada keluhan masyarakat terkait dugaan pencemaran Sungai Kalibalang di Kecamatan Parenggean. Hasilnya juga sudah disampaikan ke publik.
Pria yang juga menjabat Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kotawaringin Timur mengatakan, penting untuk menjaga kualitas air sungai. Apalagi, saat ini sebagian warga masih mengandalkan air sungai untuk keperluan sehari-hari.
“Menjaga lingkungan ini tentu menjadi tanggung jawab kita semua. Makanya kami terus mengimbau masyarakat untuk ikut bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah terjadinya pencemaran,” kata Marjuki menambahkan. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















