PUTIN Menang Telak di Pemilu Versi Exit Polls, Raup 88% Suara

- Penulis

Selasa, 19 Maret 2024 - 00:52

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hasil sementara pemilihan presiden Rusia ditampilkan di layar di markas besar Komisi Pemilihan Umum Pusat Rusia di Moskow, Rusia. [Foto: Reuters]

Hasil sementara pemilihan presiden Rusia ditampilkan di layar di markas besar Komisi Pemilihan Umum Pusat Rusia di Moskow, Rusia. [Foto: Reuters]

SuarIndonesia — Presiden Vladimir Putin dipastikan bakal memenangkan pemilihan presiden Rusia, setidaknya berdasarkan hasil exit poll yang dilakukan oleh lembaga survei pemerintah.

Pada Minggu (17/03/2024), lembaga survei pemerintah, VTsIOM, memperlihatkan hasil bahwa Putin telah menang telak, dengan perolehan 88% suara dalam pemilihan yang berlangsung selama tiga hari. Dalam pemilu ini, Putin tidak memiliki lawan yang sebanding.

Hasil survei itu sebelumnya dirilis setelah penutupan tempat pemungutan suara (TPS) di wilayah paling barat Rusia, Kaliningrad, Minggu (17/3/2024) malam waktu setempat.

Jika kemenangan ini terkonfirmasi, jumlah 88% ini merupakan sebuah rekor untuk Putin, yang hanya memenangkan suara sebanyak 76,7% pada pemilihan presiden tahun 2018.

Mantan agen mata-mata Rusia ini juga akan menjadi pemimpin terlama Rusia dalam rentang waktu 200 tahun, mengalahkan Josef Stalin.

Putin telah berkuasa selama hampir seperempat abad, dengan kepemimpinan yang dibayangi pemberantasan terhadap mereka yang berbeda pendapat. Dan kini, Putin siap memperpanjang kekuasaannya untuk enam tahun ke depan.

Para pengamat internasional dilaporkan tidak memantau pemilu di negara yang memiliki 11 zona waktu berbeda ini.

Pemilu diwarnai dugaan serangan dari Ukraina
Pemilihan ini dilaksanakan lebih dari dua tahun setelah Putin memicu konflik yang mematikan di Eropa sejak Perang Dunia 2, yaitu invasi skala penuh ke Ukraina, yang ia perintahkan dengan dalih sebuah “operasi militer khusus”.

Selama pemilihan, beberapa wilayah Rusia diduga diserang oleh misil dan drone Ukraina yang menewaskan beberapa orang.

Usai exit poll diumumkan, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyebut Putin sebagai “diktator” yang haus kekuasaan.

“Semua orang di dunia mengetahui kalau sosok ini, seperti yang terjadi di kebanyakan cerita sejarah, benar-benar gila karena kekuasaan dan akan melakukan semua hal agar dia dapat memimpin selamanya. Tidak akan ada kejahatan yang tidak bakal dilakukannya untuk memperpanjang kekuatan pribadinya,” kata Zelenskyy lewat akun media sosial.

AS kritik pemilu tak bebas dan adil
Sementara itu, pihak Gedung Putih Amerika Serikat (AS) mengkritik pemilu Rusia sebagai pemilu yang “sangat jelas tidak bebas dan adil.” Mereka beralasan bahwa “Putin telah memenjarakan lawan politiknya dan mencegah orang lain untuk mencalonkan diri menjadi penantangnya.”

Baca Juga :   PILPRES AS 2024: Donald Trump Menang!

Dalam kesempatan terpisah, Kementerian Luar Negeri Jerman mengaku hasil pemilu tersebut “tidak mengejutkan siapa pun.”

“Pemerintahan Putin bergaya otoriter, dia mengandalkan pembungkaman, penindasan dan kekerasan. ‘Pemilu’ di wilayah pendudukan di Ukraina yang batal demi hukum dan merupakan pelanggaran hukum internasional,” tulis Kementerian Luar Negeri Jerman di akun resmi X.

Harian Tagesspiegel mengutip salah seorang juru bicara Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier yang menyebut bahwa Steinmeier tidak akan berkirim surat ucapan selamat kepada Putin.

Menteri Luar Negeri Inggris David Cameron pun menolak hasil exit polls itu. Di akun X, Cameron menyebut “ini bukan contoh pemilu yang bebas dan adil.”

Pemilu diwarnai penangkapan di tengah aksi protes
Menurut sebuah kelompok yang memantau tindakan kekerasan terhadap perbedaan pendapat, OVD-Info, sedikitnya 80 orang ditahan karena melakukan aksi protes Minggu (17/3/2024) yang dilakukan di seluruh Rusia.

Yulia, istri dari mendiang Navalny, juga terlihat di Kedutaan Besar Rusia di Berlin. Dia disambut sorak-sorai serta nyanyian “Yulia, Yulia.”

Yulia menyebut telah menuliskan nama suaminya dalam kertas suara.

Putin sebelumnya mengaku telah menyetujui pertukaran tahanan yang termasuk mengikutsertakan Alexei Navalny sebelum diketahui tewas. Putin menyebut salah satu syarat utama dari pertukaran itu adalah sosok oposisi itu tidak akan kembali ke Rusia.

Navalny merupakan lawan politik Putin yang paling keras di Rusia. Para sekutu Navalny dan Yulia menuduh Putin telah membunuh Navalny. Hanya saja, hal ini dibantah oleh Kremlin.

Sebuah konser bakal digelar di Red Square, Moskow, pada Senin (18/3/2024) untuk memperingati 10 tahun aneksasi Rusia terhadap semenanjung Krimea di Ukraina. Acara ini diduga nantinya bakal menjadi perayaan kemenangan Putin. [*/UT]

*) Deutsche Welle (DW) – detikNews

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KAPAL TANKER Iran Lolos Blokade AS Usai Lintasi Selat Hormuz
ARAB SAUDI Desak AS Cabut Blokade di Selat Hormuz
CENTCOM AS Mulai Blokade Selat Hormuz
BAC 2026: Korea Selatan Juara Umum
PERUNDINGAN Iran-AS tak Tercapai ‘Kesepakatan’
SELAT HORMUZ Ditutup Iran Lagi, Gegara Israel!
HARGA MINYAK Naik Lagi di Tengah Keraguan Gencatan Senjata AS-Iran
IRAN-AS Sepakat Gencatan Senjata Bersyarat!

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 20:51

KEJAGUNG Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto Tersangka Korupsi Nikel

Kamis, 16 April 2026 - 20:41

TANGANI KBGO, Kemkomdigi Ketatkan Pengawasan Platform Digital

Kamis, 16 April 2026 - 19:41

KERIBUTAN di Depan Tempat Gym, Seorang Pria Keluarkan “Pistol”

Kamis, 16 April 2026 - 19:17

20 PERSONEL Tim SAR Dikerahkan Cari Helikopter Hilang di Sekadau

Rabu, 15 April 2026 - 21:24

MENHAJ: Kesiapan Layanan Haji Indonesia Sudah Hampir Selesai

Rabu, 15 April 2026 - 21:09

DISIAPKAN Insentif Fiskal Masif Dukung Program 3 Juta Rumah

Rabu, 15 April 2026 - 00:27

SOAL “WAR TICKET”, Menhaj Hentikan Pembahasan jika Dianggap Prematur

Selasa, 14 April 2026 - 21:25

TAK BER-AMDAL Belasan Perusahaan Tambang di Kalsel, Picu Reaksi Keras Pansus III DPRD Cabut Izin Usaha

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca