SuarIndonesia – Meski berulang direnovasi, proyek Trotoar di Kota Banjarmasin, dirasa sia-sia, padahal telan dana miliaran rupiah.
Masalahnya, proyek yang sebagian rampung dikerjakan, khususnya sepanjang Jalan Lambung Mangkurat, air tetap meluber seperti terpantau Sabtu (6/12/2025) malam, sekitar pukul 23.54 WITA.
Terutama dari depan lapangan tenis hingga depan Kantor Bank Mandiri.
Tak hanya kawasan Lambung Langkurat, tapi juga depan tugu sekitar rumah dinas gubernur (Mahligai Pancasila) hingga sepanjang belakang kawasan Masjid Sabilal Muhtadin dan depan taman Kamboja, Jalan Anang Adenansi yang trotoarnya rata-tata telah direnovasi.
“Kalau melihat kondisi seperti ini, untuk apa renovasi dengan mengaluarkan biaya cukup besar sampai milaran.
Ya dirasa sia-sia saja,” ucap Dani, yang kebetulan terhenti sepeda motornya saat meliantas di kawasan Lambung Mangkurat.
Hal senada juga di keluhkan pedagang sekitar kawasan Kamboja, yang terpaksa kaki terendam air berjualan. proyek-proyek, ini nasib aja lagi, ucap Kinah.
Air meluber ke jalan biasanya disebabkan oleh curah hujan atau sungai lagi tinggi yang melebihi kapasitas drainase. Bahkan, saluran air tersumbat oleh sampah atau material.
Sebelumnya, pada tahun 2024, Pemko Banjarmasin melakukan proyek rekontruksi besar pada tiga trotoar pada sejumlah ruas jalan di Banjarmasin.
Adapun biaya dan panjang pengerjaan tiga buah trotoar ini bervariasi. Untuk Jalan Lambung Mangkurat dikerjakan sepanjang 885 meter dengan anggaran Rp 5,8 miliar.
Sementara itu, di Jalan Pangeran Samudera sepanjang 1.334 meter dengan dana Rp 10,6 miliar, dan drainase di Jalan Hasanuddin HM sepanjang 111 meter dengan anggaran Rp 800 juta.
Tak berbeda di kawasan proyek peningkatan kapasitas Sungai Veteran,I yang didanai hibah World Bank melalui program National Urban Flood Resilience Project (NUFReP).
Kondisi kawasan Veteran Banjarmasin
Proyek yang disebut merupakan upaya pengendalian banjir, khususnya untuk daerah Veteran dan sekitarnya, ternyata air juga meluber ke pinggir jalan, bahkan ada cukup dalam mengenangi sebagai jalanan.
Sebelumnya Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, Hj Sarifah Saqinah menegaskan, pentingnya fungsi proyek drainase di Jalan Lambung Mangkurat, terutama menjelang puncak musim hujan di akhir tahun.
Ia berharap pembangunan drainase yang tengah dikerjakan di tengah kota benar-benar mampu menampung serta mengalirkan air hujan di kawasan jalan protokol tersebut.
Proyek dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dengan kontraktor pelaksana CV Karya Tunggal Cipta Konstruksi.
Lain tempat, proyek revitalisasi Sungai Veteran, juga terus disorot dan dikeluhkan. Bahkan pegiat sosial dan lingkungan, Anang Rosadi Adenansi, sebelumnya sampai melaporkan masalahnya Dit Reskrimsus Polda Kalsel, dan proses penyelidikan.
Ia memberikan keterangan, apa diketahuinya terkait proyek bernilai hampir Rp 1 triliun dari dana pinjaman Bank Dunia itu.
Ia melaporkan atas dugaan adanya penyimpangan proyek. Selain Anang Rosadi, kasus ini juga mendapat sorotan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi).
Direktur Walhi Kalsel, Raden Rafiq SFW, menyesalkan proyek yang dilakukan dengan cara menguruk badan sungai.
Menurut Raden Rafiq, pengurukan badan sungai itu justru berpotensi meningkatkan limpasan air, alih-alih signifikan mengurangi risiko banjir.
Diketahui, Progres Peningkatan Kapasitas Sungai Veteran tahap I telah mencapai 25 persen. Saat ini pengerjaan telah mencakup pemancangan CCSP atau panel beton precast penahan air di tengah aliran badan Sungai Veteran sepanjang 300 meter.
“Kita juga sudah melakukan pemancangan Spun Pile untuk Rumah Pompa di Sungai Gardu dan Sungai Bilu,” kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai dan Pantai, Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III, Anjas sebelumnya.
Diketahui, proyek tahap pertama ini menelan anggaran Rp 209 miliar dan ditarget selesai pada tahun 2026.
Anggaran pengerjaan proyek revitalisasi Sungai Veteran berasal dari program dana hibah World Bank atau National Urban Flood Resilience Project (NUFReP).
Pada tahap pertama ini proyek yang dikerjakan sepanjang 900 meter dari Jembatan Simpang Ulin sampai Taher Square.
Dalam prosesnya, sepanjang area sungai yang dikerjakan akan dilebarkan seluas 8 meter dan dikeruk sedalam 4 meter.
Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) BWS Kalimantan III, Ridwan Fauzi menerangkan, proyek ini merupakan upaya pengendalian banjir, khususnya untuk daerah Veteran dan sekitarnya.
Disisi lain, penyamarataan lebar Sungai Veteran menjadi 8 meter ini, berarti ada beberapa badan sungai yang mengalami penyempitan.
Ridwan, sebut ketika proyek ini telah rampung sepenuhnya, volume debit banjir yang dapat ditampung di Sungai Veteran akan bisa lebih meningkat.
Proyek saluran saat kondisi sungai normal
Berdasarkan perhitungan pihaknya, pada kondisi sekarang, eksisting Sungai Veteran hanya memiliki volume debit banjir 3,5 meter kubik/detik.
“Tapi ketika sudah kita kerjakan dengan desain yang telah direncanakan itu, maka volume debit banjir akan meningkat menjadi 35 meter kubik/detik,” ujarnya. (ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















