SuarIndonesia – Sebanyak 300 produk lokal sudah masuk etalase katalog pengadaan barang dan jasa Pemprov Kalsel. Kurang 700 produk lagi dari target seribu produk.
“Produk yang belum tayang seperti aspal, kontruksi, dan baja. Kemudian, yang sudah tayang alat tulis kantor, makan minum, dan pakaian dinas,” kata Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setdaprov Kalsel, Rahmaddin MY, Selasa (9/8/2022) di sela Rakorda UKPBJ provinsi dan kabupaten kota se Kalsel di Banjarbaru.
Menurut Rahmaddin, LKPP memberikan keleluasaan untuk menambah kategori etalase produk lokal selain yang sudah ditetapkan.
Penambahan produk disesuaikan dengan kebutuhan daerah masing-masing.
“Selain melalui e katalog kita juga memfasilitasi produk lokal melalui toko daring aplikasi Bela Pengadaan. Sejak dilaunching November 2021 transaksi Bela Pengadaan mencapai Rp 26,9 miliar dengan 852 penyedia.
Sedangkan untuk katalog lokal transaksi di angka Rp 96.945 juta. Produk tayang per hari ini 318 produk dengan 33 penyedia,” bebernya.
Sementara itu, Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Setdakab Banjar, Ahyar Rahmatullauh, menambahkan di daerahnya sudah terdapat 32 produk lokal yang masuk e katalog, di antaranya aspal, ATK, dan jasa keamanan.
Ia menyebut akan mengumpulkan semua admin di SKPD lingkup Kabupaten Banjar untuk menginput produk langganan dimasukan etalase.
Pada sisi lain, Direktur Advokasi Pemerintah Daerah LKPP, Iwan Herniwan, menambahkan seluruh prmda di Kalsel sudah jadi bagian implementasi penggunaan produk dalam negeri.
Dikatakan, setiap pemda diharapkan menampilkan seribu produk lokal.
“Kami sudah membuka 10 etalase. Bagi masyarakat atau pelaku usaha segera daftarkan produknya di katalog. 10 etalase itu meliputi makan minum, ATK, jasa kebersihan, jasa keamanan, material kontruksi, aspal, sewa kendaraan, dan pakaian dinas,” ujarnya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















