Suarindonesia – Menyusul menurunnya perolehan kursi yang kurang dalam mencukupi untuk membentuk sebuah fraksi, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan Partai Demokrat diharapkan bisa bergabung dalam satu fraksi gabungan.
Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan sementara, H Supian HK mengatakan Partai PPP memperoleh 3 kursi otomatis tidak cukup untuk membentuk sebuah fraksi, dan sebaiknya bergabung dengan partai lain yang juga tidak cukup kursi untuk membentuk fraksi gabungan.
“PPP kan ada 3 kursi, Hanura 1 dan Demokrat 3 jadi ada 7, mereka harus masuk dalam satu fraksi gabungan,” ungkapnya politsi Partai Golkar H Supian HK kepada awak media, Selasa (10/09/2019).
Ia mengatakan tiga partai tersebut dipersilakan memilih secara diskusi, untuk di ruangan fraksi gabungan atau PPP, akan tetapi pada dasarnya di ruangan fraksi milik PPP yang terdahulu adalah haknya Partai Amanat Nasional (PAN) yang memang jumlahnya lebih banyak.
“Jadi alangkah efektifnya bila PPP bersedia mengalah pindah dalam satu fraksi gabungan saja,’’ ucap Ketua Harian Golkar Kalsel.
Supian HK menjelaskan semua ketentuan tersebut berada pada keputusan Sekwan (Sekretaris Dewan) yang mengatur ruangan.
“Kalau kita kan tidak mungkin memilih, kan kita berharap ada keseimbangan dan kebersamaan,” ujarnya.
Namun jika PPP tetap memilih untuk berada di ruangan milik fraksinya, itu artinya PAN di ruangan fraksi gabungan. “Tetapi kembali lagi PAN pada dasarnya yang berhak memilih karena mereka cukup kursi,” katanya.
Khusus rencana pengesahan alat kelengkapan Dewan, ujar Supiah HK, semua akan dilaksanakan pada Kamis (12/09/2019).
Karena itulah, diharapkan semua Fraksi sudah melakukan penunjukan masing-masing anggota yang akan ditempatkan dalam komisi yang sebelumnya juga akan dirapatkan pada Rabu (11/09/2019).(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















