PNS BRIN Peneliti Antariksa, Inilah Profil AP Hasanuddin yang Ancam Muhammadiyah

- Penulis

Selasa, 25 April 2023 - 14:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Berkomentar akan membunuh warga Muhammadiyah karena perbedaan penentuan Lebaran.

Komentar ini ditulis pada unggahan Facebook milik peneliti BRIN Prof Thomas Djamaluddin yang menyinggung perbedaan lebaran Muhammadiyah dengan pemerintah.

“Perlu saya halalkan gak nih darahnya semua Muhammadiyah? Apalagi Muhammadiyah yang disusupi Hizbut Tahrir melalui agenda kalender Islam global dari Gema Pembebasan? Banyak bacot emang!!!.

Sini saya bunuh kalian satu-satu. Silakan laporkan komen saya dengan ancaman pasal pembunuhan! Saya siap dipenjara. Saya capek lihat pergaduhan kalian,” tulis Andi.

Setelah komentarnya viral, Andi meminta maaf. Dalam pernyataannya, dia mengaku menyesal.

“Saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada pimpinan dan seluruh warga Muhammadiyah yang merasa tersinggung dengan komentar saya tersebut,” kata Andi.

Lantas, siapa sosok Andi?

Andi menupakan peneliti BRIN. Menurut laman resmi BRIN, ia bekerja di bagian Pusat Riset Antariksa.

Andi merupakan Peneliti Ahli Pertama dengan pangkat/golongan Penata Muda III/a dan berstatus PNS. Ia merupakan sarjana Teknik Elektro.

Di salah satu publikasi laman resmi BRIN, Andi terlihat turut serta dalam pengamatan hilal. Andi menyampaikan bahwa gerhana matahari hibrida bukanlah tanda awal masuk bulan Qomariah.

“Pada dasarnya gerhana hanya menunjukkan bahwa sudah masuk fase bulan baru atau konjungsi,” ungkap Andi.

Andi juga menjelaskan bahwa terlihat atau tidak terlihatnya hilal sangat bergantung sejumlah faktor.

Mulai dari parameter Bulan sendiri (berupa tinggi atau irtifa, elongasi dan magnitudo visual), parameter optis atmosfer (konsentrasi partikulat pencemar, uap air dan sebagainya) dan tingkat sensitivitas mata/ sensor kamera.

“Singkatnya hilal terlihat jika intensitas cahaya dari Bulan Sabit lebih besar dibanding intensitas cahaya senja dan nilai kontras Bulan Sabit.

Syafak lebih besar dibandingkan ambang batas kontras mata atau kamera. Karena warna hilal cenderung putih.

Baca Juga :   SOLID di Debat Kedua, Bang Rizal dan Ustaz Rosyadi Sukses Tepis Serangan Paslon Satu

Sementara syafak cenderung merah jingga kekuningan, maka secara alamiah kontras hilal relatif kecil.

Kombinasinya dengan ketinggian yang sangat rendah terhadap ufuk dan pendeknya waktu yang tersedia sebelum Bulan terbenam, menjadikan upaya pengamatan hilal menjadi salah satu tantangan besar,” jelas Andi.

Andi juga pernah bicara soal heboh kemunculan cahaya hijau seperti kilat, pada Selasa malam, 31 Mei 2022, di Pontianak. Cahaya hijau itu muncul sekitar pukul 23.30 WIB.

Dikutip dari Hi Pontianak, ia menjelaskan cahaya kehijauan di langit malam kota Pontianak dua hari yang lalu adalah serpihan atau debri dari satelit kosmos 1408.

Selain itu, Andi tercatat memiliki sejumlah makalah penelitian. Di antaranya berjudul Astronomical Tidal Constituents Potentially Trigger Coastal Floods on the North Coast of Java yang ditulis bersama Thomas Djamaluddin, Ruli Dwi Susanti, Arif Aditiya, Widodo Setiyo Pranowo, Andi Sitti Mariyam, Lesi Mareta, dan Iyus Edi Rusnadi.

Makalah tersebut sudah diterima untuk dipaparkan dan dipublikasikan di The 9Th International Seminar on Aerospace Science and Technology (ISAST 2022).

Andi juga memiliki akun tiktok dengan username @andi_pangerang dengan sekitar 12,6 ribu followers.

Dalam akun tersebut, Andi kerap membagikan pandangannya terkait berbagai fenomena astronomi.

Belakangan, mayoritas konten di akun tiktok tersebut membahas tentang penemuan hilal dan perbedaan Lebaran pemerintah/NU dan Muhammadiyah.

Bahkan, Andi sempat membuat konten repost berisi imbauan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas agar menghormati perbedaan Hari Lebaran. (*/ZI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KECELAKAAN KRL BEKASI TIMUR: 10 Jenazah Korban Teridentifikasi
KSP Siapkan Posko dan Layanan Aduan Masyarakat 24 Jam
SEILI, Terdakwa yang Habisi Nyawa Mahasiswi ULM Dituntut 14 Tahun Penjara
TIM PENELITI GEMOLOGI Internasional Memperdalam Pengetahuan tentang Intan Kalsel
HANIF FAISOL Digeser sebagai Wamenko Pangan
SERING MENGUTIL SUSU, Pria Ini Tertangkap lagi di Minimarket Banjarmasin
REAKSI KERAS Ketua DPRD Kalsel atas Insiden Keracunan Siswa SMK, Awasi dan Evaluasi Ketat Program MBG
KEMENHAJ Minta JCH Melapor jika Ada Pungutan Biaya

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 23:57

KPU PALANGKA RAYA Digeledah Terkait Dana Hibah Pilkada 2023-2024

Selasa, 28 April 2026 - 22:54

KEMENKUM Siapkan Paralegal Perkuat Keadilan Posbankum di Desa

Selasa, 28 April 2026 - 17:11

SEILI, Terdakwa yang Habisi Nyawa Mahasiswi ULM Dituntut 14 Tahun Penjara

Selasa, 28 April 2026 - 01:01

WALI KOTA BANJARMASIN “Angkat Bicara” atas Penetapan Tersangka Kasus Sewa Sewa Komputer Jaringan

Senin, 27 April 2026 - 22:28

SERING MENGUTIL SUSU, Pria Ini Tertangkap lagi di Minimarket Banjarmasin

Senin, 27 April 2026 - 17:02

DUA MANTAN PEJABAT di Disdik Ditahan Penyidik Kejari Banjarmasin Kasus Sewa Komputer

Minggu, 26 April 2026 - 23:01

SOPIR ANGKOT Dibakar Rekan di Tanah Abang

Minggu, 26 April 2026 - 22:43

RIBUAN KOSMETIK Ilegal Malaysia Diselundupkan

Berita Terbaru

Madinah pada musim haji 2026. (Foto: Kemenhaj Kalsel)

Kalsel

1.079 JCH Embarkasi Banjarmasin Tiba di Madinah

Selasa, 28 Apr 2026 - 23:18

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca