PENGGUNAAN Antibiotik Berulang pada Anak Timbulkan Masalah Kesehatan

- Penulis

Jumat, 18 April 2025 - 21:59

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi obat antibiotik. Hasil penelitian menemukan fakta bahwa penggunaan obat antibiotik secara berulang pada anak-anak berisiko menyebabkan masalah kesehatan ke depan.(SHUTTERSTOCK/ESB Professional)

Foto Ilustrasi obat antibiotik. Hasil penelitian menemukan fakta bahwa penggunaan obat antibiotik secara berulang pada anak-anak berisiko menyebabkan masalah kesehatan ke depan.(SHUTTERSTOCK/ESB Professional)

SuarIndonesia — Dalam sebuah studi baru yang diterbitkan dalam Journal of Infectious Diseases, penggunaan antibiotik secara berulang, terutama pada masa kanak-kanak, dapat menimbulkan konsekuensi.

Ditulis laman Medical Daily, Kamis (17/4/2025), para peneliti menemukan bahwa paparan antibiotik yang sering pada anak-anak dapat mengganggu keseimbangan mikroba usus yang rapuh, yang menjadi pemicu berbagai kondisi alergi di kemudian hari, termasuk asma, alergi makanan, dan demam serbuk sari.

“Antibiotik memainkan peran penting dalam memerangi infeksi bakteri, tetapi dokter harus berhati-hati saat meresepkan antibiotik kepada anak di bawah usia 2 tahun, karena penggunaan yang sering dapat memengaruhi hasil kesehatan jangka panjang,” kata Daniel Horton, penulis utama studi tersebut dan dilansir dari AntaraNews, Jumat (18/4/2025).

Studi tersebut juga mencatat adanya hubungan antara penggunaan antibiotik dan risiko cacat intelektual, tetapi para peneliti memperingatkan bahwa diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengonfirmasi hubungan ini.

Namun tidak semua kondisi kesehatan anak terkait dengan penggunaan antibiotik, misalnya tidak ada hubungan yang signifikan antara antibiotik dan risiko timbulnya penyakit autoimun seperti penyakit celiac, radang usus, atau juvenile idiopathic arthritis.

Demikian pula, para peneliti tidak menemukan hubungan yang kuat dengan kondisi perkembangan saraf seperti attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD) atau autism spectrum disorder (ASD).

Baca Juga :   WAKIL KETUA DEWAN Menyasar Dua Kecamatan di HSS, Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

Hubungan penggunaan antibiotik dan risiko kesehatan juga bergantung pada jenis antibiotiknya, semakin sering dikonsumsi maka semakin tinggi risikonya.

“Tidak semua infeksi pada anak kecil perlu diobati dengan antibiotik. Orang tua harus terus berkonsultasi dengan dokter anak mereka tentang perawatan terbaik,” kata Horton, yang juga merupakan profesor madya pediatri dan epidemiologi di Rutgers Robert Wood Johnson Medical School dan Rutgers School of Public Health. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

ARWANA RED BANJAR ‘Si Mata Juling’ yang Harganya Terjangkau
DUKUNG WFH, Kemkomdigi Kawal Infrastruktur Digital Andal
LINDUNGI NAMED-NAKES, Kemenkes Keluarkan SE Kewaspadaan Campak
YOUTUBE Hadirkan Fitur Perlindungan Anak untuk Dukung PP Tunas
DPRD KALSEL Desak Optimalisasi Aset dan Perbaikan Puskesmas
KOMISI IV DPRD Kalsel Dorong Peremajaan Alkes dan Optimalisasi Dana Kesehatan
WASPADA KLB Campak, IDAI Serukan Imunisasi dan Tindakan Pencegahan
DISOROT PENYALUHAN MBG di Kalsel, Dinilai tak Sesuai Pagu dan Sasaran

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 18:24

DIGREBEK MENTERI LH, Hanif Faisol Dua Pasar di Martapura Kabupaten Banjar

Senin, 20 April 2026 - 16:16

KORBAN TENGGELAM Mengenakan Pakaian Ayahnya, Terseret Radius 10 Kilometer dari Lokasi Awal Kampung Sasirangan

Senin, 20 April 2026 - 15:56

JASAD REMAJA Tenggelam di Sungai Martapura Ditemukan

Senin, 20 April 2026 - 13:40

HARI JADI ke-27 Banjarbaru, Ketua DPRD Kalsel Ajak Perkuat Sinergi

Senin, 20 April 2026 - 13:28

KETUA DPRD Kalsel Dorong Sinergi BPK dan Stakeholder demi Percepatan Pembangunan

Minggu, 19 April 2026 - 15:57

PENGEROYOKAN di Sungai Andai, Tiga Remaja Ditangkap Polisi

Minggu, 19 April 2026 - 15:18

KASUS PRIA TENTENG PISTOL Depan Arena Gym, Polresta Banjarmasin Minta Keterangan Saksi dan Korban

Minggu, 19 April 2026 - 00:21

TIM SAR Gabungan Masih “Berjibaku” Pencarian Remaja Tenggelam di Sungai Martapura

Berita Terbaru

Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad Muhammad Zaini (19), Senin (20/4/2026) siang yang tenggelam di Sungai Martapura. (SuarIndonesia/Ist)

Headline

JASAD REMAJA Tenggelam di Sungai Martapura Ditemukan

Senin, 20 Apr 2026 - 15:56

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca