PENGGEREBEKAN BANDAR NARKOBA, Kompolnas: Provokasi Keluarga Bandar Picu Kericuhan

- Penulis

Selasa, 7 Juli 2026 - 22:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komisioner Kompolnas Mochammad Choirul Anam (kedua kiri) bersama Kapolda Kalteng Irjen Polisi Iwan Kurniawan (kiri) saat memberikan keterangan pers di Mapolda Kalteng, Palangka Raya, Selasa (7/7/2026). (Foto: Antara/Rajib Rizali)

Komisioner Kompolnas Mochammad Choirul Anam (kedua kiri) bersama Kapolda Kalteng Irjen Polisi Iwan Kurniawan (kiri) saat memberikan keterangan pers di Mapolda Kalteng, Palangka Raya, Selasa (7/7/2026). (Foto: Antara/Rajib Rizali)

SuarIndonesia — Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Mochammad Choirul Anam mengatakan kericuhan yang terjadi saat penggerebekan bandar sabu di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, hingga mengakibatkan tiga personel Polres Katingan meninggal dunia dipicu teriakan provokasi keluarga bandar narkoba.

“Jadi, ketika petugas datang sudah sesuai SOP dan menunjukkan surat tugas resmi. Namun, pihak keluarga target operasi, justru meneriaki petugas dan mengatakan petugas merupakan perampok,” kata Choirul Anam di Mapolda Kalimantan Tengah, Palangka Raya, Selasa (7/7/2026).

Ia mengatakan teriakan dari keluarga bandar sabu-sabu tersebut memicu kedatangan warga yang merupakan keluarga serta kerabat dekat dari bandar tersebut.

Melihat kondisi ricuh, personel Polres Katingan kemudian memilih mundur dan melarikan diri ke arah Sungai Katingan.

“Dalam kericuhan itu ada personel yang mengalami luka-luka sehingga mereka melarikan diri dengan berenang ke sungai,” ucapnya.

Ia mengatakan para personel sempat berenang 500 meter, kemudian kembali ke daratan. Namun, saat kembali ke daratan, para personel tetap dikejar oleh terduga pelaku beserta keluarga dan kerabatnya.

“Hingga kejadian itu membuat tiga orang personel meninggal dunia. Berdasarkan hasil penyelidikan, korban meninggal di darat, kemudian dibuang ke sungai,” tutur Choirul Anam dilansir dari Antara.

Choirul Anam juga menjelaskan berdasarkan penelusuran sosial di lingkungan sekitar, keluarga pelaku ternyata dikenal memiliki rekam jejak sosial yang buruk dan sering meresahkan masyarakat.

Baca Juga :   DISITA Rokok Ilegal dan MMEA di Kalsel, Selamatkan Kerugian Negara 15 MIliar Lebih

Warga sekitar kerap mengeluhkan perilaku mereka yang intimidatif, seperti menggedor rumah warga sambil membawa senjata tajam.

Oleh karena itu, usai insiden tersebut, perangkat desa, tokoh adat dan warga sekitar justru menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran serta tindakan tegas pihak kepolisian.

“Kami meminta jajaran Ditreskrimum Polda Kalimantan Tengah untuk menerapkan pasal berlapis yang paling berat kepada seluruh pelaku yang terlibat, baik yang mengeksekusi di lapangan maupun aktor yang memerintahkan,” kata Choirul Anam. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PRAPERADILAN Febrie Ditolak
3 TON Sisik Trenggiling Gagal Diselundupkan
SMAN 2 Katingan Kuala Juara Nasional Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI 2026
KASUS Korupsi Kouta Haji: Hakim Tolak Perlawanan Eks Menag Yaqut
KARHUTLA Meluas, Gubernur Agustiar Desak Helikopter Segera Tiba
KPK: Korupsi di Pengadaan Bisa Bikin Kualitas Pembangunan Turun
DIBONGKAR Sindikat Penyelundupan Emas Ilegal ke Hong Kong
MENHUT: Penegakan Hukum Terkait Karhutla tak Pandang Bulu

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:53

BANJIR NEPAL: Lebih dari 270 Orang Tewas, Hampir 1.400 Hilang

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:44

MASSA AKSI Mulai Membubarkan Diri dari Depan Gedung DPR/MPR RI

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:12

AKSI Tanggap Lingkungan Dipimpin Kapolsek Banjarmasin Selatan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:07

3 TON Sisik Trenggiling Gagal Diselundupkan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:49

UDARA Pontianak Berbahaya Warga Diminta Kurangi Kegiatan di Luar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:05

POLDA KALSEL Kerahkan 350 Personel Gabungan dan Siapkan Kolam Bioflok Portable

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:28

USAI TELPONAN Seorang Pemuda Gantung Diri di Halaman Tetangga

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:37

KEPEDULIAN Anggota Partai UMMAT Kalsel

Berita Terbaru

Lumpur penuhi permukiman di Nepal usai banjir bandang. (Foto: REUTERS/Navesh Chitrakar)

Internasional

BANJIR NEPAL: Lebih dari 270 Orang Tewas, Hampir 1.400 Hilang

Kamis, 27 Agu 2026 - 22:53

Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. (detikcom/Gilang Faturahman)

Hukum

PRAPERADILAN Febrie Ditolak

Kamis, 27 Agu 2026 - 22:29

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca