KARHUTLA Meluas, Gubernur Agustiar Desak Helikopter Segera Tiba

- Penulis

Kamis, 27 Agustus 2026 - 00:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran (tengah) meninjau karhutla di Kobar, Rabu (26/8/2026). (Foto: detikcom)

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran (tengah) meninjau karhutla di Kobar, Rabu (26/8/2026). (Foto: detikcom)

SuarIndonesia — Penanganan karhutla di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mendapat perhatian serius dari Pemprov Kalimantan Tengah (Kalteng). Gubernur Kalteng Agustiar Sabran meminta dukungan helikopter water bombing segera diterjunkan untuk mempercepat pemadaman.

Desakan itu disampaikan Agustiar saat meninjau langsung lokasi karhutla di Kobar, Rabu (26/8/2026). Menurutnya, kondisi kebakaran membutuhkan penanganan cepat dan tidak bisa hanya mengandalkan upaya pemadaman dari darat.

“Kita minta secepatnya helikopter water bombing datang. Satu dua hari, kita minta secepatnya datang di Kotawaringin Barat,” tegas Agustiar.

Agustiar menyebut pemadaman melalui udara menjadi penting untuk menjangkau titik-titik api yang sulit diakses petugas. Kehadiran helikopter diharapkan mampu memperkuat operasi pemadaman yang saat ini dilakukan tim gabungan di lapangan.

Namun, Agustiar menilai dukungan udara harus dibarengi dengan penguatan sumber air di lokasi kebakaran. Pemerintah Provinsi Kalteng menyiapkan pembangunan sumur bor untuk menunjang operasi pemadaman dari darat.

“Saya sudah berbicara dengan BPBD terkait masalah sumur bor. Paling tidak ada 10 titik sumur bor yang akan kita pasang,” ujarnya.

Sumur bor tersebut nantinya diharapkan menjadi sumber pasokan air bagi petugas, terutama ketika api kembali membesar atau muncul di lokasi yang berdekatan dengan area penanganan.

Di tengah meningkatnya ancaman karhutla, Agustiar juga memberikan peringatan tegas kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan. Ia meminta tidak ada pihak yang menganggap remeh aktivitas pembakaran, terutama di tengah kondisi kering yang membuat api lebih mudah menyebar.

“Intinya jangan bermain-main dengan api. Siapa pun yang melakukan pembakaran lahan dan sampai terjadi karhutla, kita amankan,” tegasnya.

Agustiar menyebut penanganan karhutla saat ini telah berada dalam kondisi tanggap darurat. Karena itu, seluruh unsur terkait diminta memperkuat koordinasi dan bergerak bersama, baik dalam pemadaman maupun pencegahan.

Setelah meninjau Kobar, Gubernur Kalteng juga dijadwalkan melanjutkan pemantauan ke Kabupaten Lamandau dan Sukamara. Langkah tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan karhutla sekaligus memastikan penanganan berjalan cepat di wilayah yang terdampak.

Agustiar menegaskan pengendalian api menjadi prioritas. Di saat yang sama, pengawasan terhadap aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar harus diperketat agar kebakaran tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

Baca Juga :   ANTREAN BBM Hening Sejenak, Pengantre Nyanyikan Indonesia Raya
Kapolda kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan melihat pembuatan embung dan kanal di Pulpis. (Foto: HO-Humas Polda Kalteng)

Bangun Kanal 5 Km dan 25 Embung di Tumbang Nusa

Sementara itu, dilansir detikKalimantan, Polda Kalteng menyiapkan strategi jangka panjang menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau. Rencananya, bakal dibangun jalur air khusus untuk menghadapi kebakaran di lahan gambut.

Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan meninjau langsung penanganan karhutla di Tumbang Nusa, Rabu (26/8/2026). Dari hasil pemantauan, sebagian besar titik api yang sebelumnya membara berhasil dikendalikan dalam beberapa hari terakhir.

Namun, pekerjaan belum sepenuhnya selesai. Sejumlah titik masih membutuhkan penanganan karena karakter lahan gambut membuat api sulit dijangkau dan berpotensi kembali muncul.

Persoalan lainnya adalah semakin terbatasnya sumber air. Kondisi ini mendorong Satgas Karhutla menyiapkan jalur pasokan air melalui pembangunan Kanal Medson.

“Kanal tersebut memiliki panjang sekitar lima kilometer, membentang dari kawasan Jalan Poros Tengah hingga menuju Sungai Kahayan. Di sepanjang kanal juga telah dibangun sekitar 25 embung yang dipersiapkan sebagai titik cadangan air untuk mendukung operasi pemadaman,” ujar Iwan.

“Ini sebagai strategi dan langkah taktis, Satgas Karhutla membangun kanal khusus bernama Kanal Medson,” imbuhnya.

Tak hanya mengandalkan kanal dan embung yang sudah tersedia, Polda Kalteng juga berencana menambah embung baru dengan jarak sekitar 100 meter. Sejumlah sumur bor turut disiapkan di lokasi yang membutuhkan tambahan sumber air.

“Strategi ini dinilai penting karena pemadaman karhutla di lahan gambut membutuhkan pasokan air yang cukup dan berkelanjutan. Ketika air mudah diperoleh, petugas dapat lebih cepat melakukan pemadaman sekaligus pembasahan untuk mencegah api kembali menyala,” katanya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KARHUTLA KOTIM: Status Tanggap Darurat Diperpanjang Hingga 15 September
PRESIDEN Prabowo Pastikan Perkuat Pengendalian Karhutla di Kalteng
314 NAKES-Logistik Dikirim ke Provinsi Terdampak Karhutla
PERKUAT Ikhtiar Hadapi Kemarau Melalui Salat Istisqa
KUALITAS Udara Kota Palangka Raya “Berbahaya”
CEGAH Dampak Asap Karhutla, Kotim Hentikan Pembelajaran Tatap Muka
BNPB: 1.487 Hotspot Terdeteksi di Kalimantan, Kalteng dan Kalbar Terparah
LAKA MAUT di Palangka Raya, 2 Warga dan 1 Polisi Tewas

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:46

TERBAKAR Mobil Pick up Bermuatan 10 Jerigen Solar

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:38

DIBONGKAR Sindikat Penyelundupan Emas Ilegal ke Hong Kong

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:32

27.485 SPPG Diaudit dan 463 Dapur MBG Dibekukan Sementara

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:23

DIBANTU Pendanaan Pribadi H. Isam Penanganan Karhutla di Kalsel 100 Unit Pompa Air dan Dana Operasional 7,6 Miliar

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:34

MENHUT: Penegakan Hukum Terkait Karhutla tak Pandang Bulu

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:36

KASUS Febrie Adriansyah: LPSK Beri Pelindungan kepada Saksi

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:01

KARHUTLA: Enam Perusahaan di Kalimantan Disanksi Kemenhut

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:10

DISEBUTKAN Penyebab Karhutla di Kalsel karena Aktivitas Manusia

Berita Terbaru

Nasional

TERBAKAR Mobil Pick up Bermuatan 10 Jerigen Solar

Rabu, 26 Agu 2026 - 21:46

Kalsel

KEPEDULIAN Anggota Partai UMMAT Kalsel

Rabu, 26 Agu 2026 - 21:37

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca