PENGENDALIAN Karhutla sebagai Program Rutin

- Penulis

Jumat, 17 Oktober 2025 - 19:57

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kebakaran lahan di Gang Rambutan Jalan Mohammad Hatta, Kotawaringin Timur (15/9/2025). (ANTARA/DOK BPBD Kotim)

Kebakaran lahan di Gang Rambutan Jalan Mohammad Hatta, Kotawaringin Timur (15/9/2025). (ANTARA/DOK BPBD Kotim)

SuarIndonesia — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menyatakan upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai program rutin, agar pencegahan maupun penanganan bencana bisa terlaksana optimal.

“Gubernur Agustiar Sabran menghendaki upaya pengendalian karhutla menjadi program rutin bagi seluruh pihak dan tidak boleh lagi bertumpu pada pendekatan darurat bencana,” kata Pelaksana Tugas Sekda Kalteng Leonard S Ampung di Palangka Raya, Jumat (17/10/2025).

Komitmen tersebut diwujudkan dalam bentuk alokasi anggaran rutin pada BPBD dan Dinas Lingkungan Hidup kabupaten/kota.

Kemudian untuk lembaga usaha diminta mengoptimalkan peran dengan memenuhi kewajiban pemberdayaan masyarakat atau penggunaan CSR dalam mendukung pengendalian karhutla.

Sementara itu upaya pengendalian karhutla berbasis kearifan lokal yang telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pengendalian Kebakaran Lahan dan Peraturan Gubernur Nomor 4 Tahun 2021 tentang Pembukaan dan Pengelolaan Lahan Non Gambut Bagi Masyarakat hukum adat juga harus ditindaklanjuti bupati/wali kota dengan membuat peta lahan bukan gambut, sebagai dasar pemberian izin membuka lahan dengan cara bakar.

“Saya minta pembuatan peta diselesaikan paling lambat Desember 2025, sehingga awal 2026 sudah bisa disosialisasikan, sebagai acuan Kepala Desa, Damang Kepala Adat, Satgas Karhutla, TNI, dan Polri dalam pelaksanaan di lapangan,” tutur Leonard dilansir dari AntaraNews.

Diketahui Kalteng telah mengakhiri Status Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan tahun 2025. Kemudian sebagai tindak lanjut telah mengevaluasi upaya pengendalian karhutla yang telah dilaksanakan sepanjang 2025.

Baca Juga :   MANTAN Dirut Perusda Gumas Jadi Tersangka Korupsi

“Evaluasi itu menjadi bahan perencanaan penting, dalam memperkuat komitmen dan langkah bersama terhadap pengendalian karhutla tahun 2026,” ujarnya.

Menurutnya pola penanganan karhutla yang telah dijalankan harus terus ditingkatkan, sebagai fondasi yang kokoh menghadapi siklus empat tahunan, terutama fenomena El Nino yang berpotensi terjadi pada 2027. (*/ut)

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TERDETEKSI 137 Hotspot di Kalteng, Kotim Paling Rawan Karhutla
TIGA PELAKU Penyerangan Polisi Katingan Ditembak di Kaki, Melawan saat Ditangkap
KARHUTLA Muncul di 3 Titik Sekaligus
TERCATAT 676 Kasus HIV di Kobar, Separuh Pasien Putus Berobat
PENYERANG 3 Anggota Polres Katingan Ditangkap Bareskrim Polri
3 ORANG Ditetapkan sebagai Tersangka dalam Bentrok di Katingan
WARGA DAYAK Dukung Polda Kalteng Tuntaskan Tragedi Katingan
PEREMPUAN Bandar Narkoba Diburu Polisi dalam Penggerebekan di Katingan

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 22:48

TANGISAN BAYI Perempuan Dalam Kantongan Plastik di Kolong Jembatan Gegerkan Warga

Jumat, 10 Juli 2026 - 21:52

TIGA PELAKU Penyerangan Polisi Katingan Ditembak di Kaki, Melawan saat Ditangkap

Jumat, 10 Juli 2026 - 21:40

TERUNGKAP ! Seorang Mahasiswa yang Tabrak Lari Tewaskan Perempuan Petugas DLH Banjarmasin

Jumat, 10 Juli 2026 - 14:27

PASAR BARU Blok Besi Banjarmasin Diamuk Api, Puluhan Toko Ludes

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:54

POLSEK Banjarmasin Utara Bantu Korban Kebakaran di Alalak Tengah

Kamis, 9 Juli 2026 - 22:25

KARHUTLA Muncul di 3 Titik Sekaligus

Kamis, 9 Juli 2026 - 22:07

TERCATAT 676 Kasus HIV di Kobar, Separuh Pasien Putus Berobat

Kamis, 9 Juli 2026 - 22:05

DUGAAN KORSLETING LISTRIK Hanguskan Tiga Rumah di Kawasan Padat Penduduk Kelayan A

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca