KARHUTLA Muncul di 3 Titik Sekaligus

- Penulis

Kamis, 9 Juli 2026 - 22:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karhutla di Kotawaringin Barat, Kamis (9/7/2026). (Foto: HO-BPBD Kobar)

Karhutla di Kotawaringin Barat, Kamis (9/7/2026). (Foto: HO-BPBD Kobar)

SuarIndonesia — BPBD Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) harus bekerja ekstra keras menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di tiga lokasi berbeda dalam satu hari, Kamis (9/7/2026). Seluruh personel Tim Reaksi Cepat (TRC) dikerahkan untuk mengendalikan kobaran api agar tidak semakin meluas.

Tiga titik karhutla tersebut berada di dua lokasi di Desa Kubu, Kecamatan Kumai, tepatnya di kawasan Jalan Holling bekas tambang pasir SMJ dan sekitar bekas tambang RT 09 Sungai Ayam, serta satu titik lainnya di Desa Kumpai Batu Bawah RT 09, Kecamatan Arut Selatan.

Plt Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kobar, Adnan Santana, mengatakan munculnya tiga titik kebakaran dalam waktu yang hampir bersamaan membuat personel BPBD harus dibagi ke beberapa lokasi sehingga penanganan dilakukan secara maksimal sesuai kondisi di lapangan.

“Pada hari ini kami menangani tiga titik kebakaran lahan sekaligus. Kondisi ini tentu membuat personel bekerja ekstra karena seluruh tim harus bergerak ke lokasi yang berbeda dalam waktu yang bersamaan,” kata Adnan Santana, Kamis (9/7/2026) sore.

Ia menjelaskan, lokasi dengan penanganan paling berat berada di Desa Kubu. Api membakar lahan gambut seluas sekitar tiga hektare, namun hingga sore hari tim baru mampu memadamkan sekitar 1,5 hektare karena medan yang cukup sulit.

“Titik api berada cukup jauh dari akses masuk, sementara sumber air di sekitar lokasi sangat terbatas akibat kondisi parit yang mulai surut. Tiupan angin yang cukup kencang juga menyebabkan api terus bergerak dan memunculkan asap tebal,” kata dia.

Personel harus menarik selang dalam jarak yang cukup jauh menuju kepala api. Selain itu sumber air minim sehingga proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama.

Dalam penanganan di Desa Kubu, BPBD melibatkan unsur Manggala Agni, KPHP, Tagana, MPA Desa Kubu, Huma Singgah Itah, pihak perusahaan, serta sejumlah personel TRC BPBD yang bekerja bersama melakukan pemadaman.

Sementara itu, di Desa Kumpai Batu Bawah RT 09, Kecamatan Arut Selatan, laporan kebakaran diterima sekitar pukul 12.59 WIB. Tim langsung melakukan ground check dan bergerak ke lokasi setelah mendapat instruksi pimpinan.

“Saat petugas tiba, api masih terlihat menyala disertai kepulan asap tebal di lahan gambut tipis yang ditumbuhi rumput ilalang dan berada di kawasan kebun sawit milik warga. Berkat penanganan cepat bersama Masyarakat Peduli Api (MPA), kebakaran seluas sekitar 0,5 hektare berhasil dipadamkan.,” ujarnya.

Baca Juga :   BARA GAMBUT Pulpis Masih Mengintai

BPBD mencatat penyebab kebakaran di seluruh lokasi masih dalam penyelidikan. Cuaca panas yang terjadi dalam beberapa hari terakhir turut meningkatkan potensi terjadinya kebakaran lahan.

Meski salah satu lokasi berhasil dipadamkan, petugas masih terus melakukan pemantauan di titik-titik lain untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala dan memicu kebakaran susulan.

“BPBD Kobar juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api. Langkah cepat masyarakat dinilai sangat penting agar kebakaran tidak meluas dan dapat segera ditangani sebelum menimbulkan dampak yang lebih besar,” pungkasnya.

Karhutla di Kotawaringin Timur. (Foto: HO-BPBD Kotim)

32 Titik Panas Terdeteksi dalam Sehari di Kotim

Sementara itu, dilansir dari detikKalimantan, Ancaman karhutla di Kabupaten Kotawaringin Timur kembali meningkat. Dalam kurun waktu 24 jam terakhir, sebanyak 32 titik panas (hotspot) terdeteksi di sejumlah wilayah.

Kecamatan Kota Besi menjadi daerah yang paling banyak ditemukan indikasi sumber panas. Berdasarkan data BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Kotawaringin Timur yang diperbarui pada Kamis (9/7/2026) pukul 07.00 WIB, sebanyak 32 hotspot berada di Kecamatan Kota Besi.

Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur menegaskan, lonjakan jumlah hotspot tersebut menjadi perhatian serius karena berpotensi memicu meluasnya karhutla apabila tidak segera ditangani.

“Munculnya 32 hotspot dalam satu hari menjadi perhatian serius bagi kami. Seluruh tim terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan TNI, Polri, Manggala Agni, serta pihak terkait lainnya, terutama di Kecamatan Kota Besi yang saat ini menjadi wilayah dengan konsentrasi titik panas tertinggi,” ujarnya, Kamis (8/7/2026). (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BANJIR NEPAL: Lebih dari 270 Orang Tewas, Hampir 1.400 Hilang
MASSA AKSI Mulai Membubarkan Diri dari Depan Gedung DPR/MPR RI
AKSI Tanggap Lingkungan Dipimpin Kapolsek Banjarmasin Selatan
GUBERNUR Kalbar Didemo Para Peladang, Batal Cabut Perda Nomor 1/2022
SMAN 2 Katingan Kuala Juara Nasional Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI 2026
POLDA KALSEL Kerahkan 350 Personel Gabungan dan Siapkan Kolam Bioflok Portable
USAI TELPONAN Seorang Pemuda Gantung Diri di Halaman Tetangga
KARHUTLA Meluas, Gubernur Agustiar Desak Helikopter Segera Tiba

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:53

BANJIR NEPAL: Lebih dari 270 Orang Tewas, Hampir 1.400 Hilang

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:44

MASSA AKSI Mulai Membubarkan Diri dari Depan Gedung DPR/MPR RI

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:12

AKSI Tanggap Lingkungan Dipimpin Kapolsek Banjarmasin Selatan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:07

3 TON Sisik Trenggiling Gagal Diselundupkan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:49

UDARA Pontianak Berbahaya Warga Diminta Kurangi Kegiatan di Luar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:05

POLDA KALSEL Kerahkan 350 Personel Gabungan dan Siapkan Kolam Bioflok Portable

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:28

USAI TELPONAN Seorang Pemuda Gantung Diri di Halaman Tetangga

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:37

KEPEDULIAN Anggota Partai UMMAT Kalsel

Berita Terbaru

Lumpur penuhi permukiman di Nepal usai banjir bandang. (Foto: REUTERS/Navesh Chitrakar)

Internasional

BANJIR NEPAL: Lebih dari 270 Orang Tewas, Hampir 1.400 Hilang

Kamis, 27 Agu 2026 - 22:53

Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. (detikcom/Gilang Faturahman)

Hukum

PRAPERADILAN Febrie Ditolak

Kamis, 27 Agu 2026 - 22:29

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca