TERCATAT 676 Kasus HIV di Kobar, Separuh Pasien Putus Berobat

- Penulis

Kamis, 9 Juli 2026 - 22:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Ilustrasi: SI/UT @Gemini AI)

(Ilustrasi: SI/UT @Gemini AI)

SuarIndonesia — Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Kalimantan Tengah mencatat ada 676 kasus HIV secara kumulatif. Namun, hanya 295 Orang Dengan HIV (ODHIV) atau sekitar 43,6 persen yang masih aktif menjalani terapi antiretroviral (ARV).

Hal itu dijelaskan Kepala Dinas Kesehatan Kobar, Hardino. Ia juga mengungkap sebanyak 322 orang atau 46,9 persen tercatat tidak lagi melanjutkan pengobatan atau lost to follow up (LFU), sehingga menjadi perhatian serius pemerintah.

“Hanya 295 Orang Dengan HIV (ODHIV) atau sekitar 43,6 persen yang masih aktif menjalani terapi antiretroviral (ARV). Sisanya 322 orang atau 46,9 persen tercatat sudah tidak aktif kembali menjalani pengobatan. Ini yang berbahaya,” kata Hardino, Kamis (9/7/2026).

Hal ini jadi tantangan terbesar yang dihadapi Pemkab Kobar, yang harus mengendalikan angka HIV dengan tingginya jumlah pasien yang menghentikan pengobatan.

Hardino juga mengungkap sepanjang pertengahan tahun 2026, Dinas Kesehatan kembali menemukan 26 kasus baru HIV. Seluruh pasien yang terdiagnosis langsung mendapatkan terapi ARV agar kondisi kesehatannya tetap terjaga sekaligus mengurangi risiko penularan kepada orang lain.

“Awal Juni 2026 hingga saat ini ada 26 kasus HIV baru yang kita tangani. Saat ini semuanya sedang diterapi ARV agar kondisi kesehatannya tetap terjaga sekaligus mengurangi risiko penularan kepada orang lain,” ujar Hardino, dilansir dari detikKalimantan.

Selain berdampak pada kondisi kesehatan pasien, putusnya pengobatan juga meningkatkan risiko penularan HIV kepada pasangan maupun dari ibu kepada bayi apabila tidak mendapatkan layanan pencegahan yang memadai. Dinas Kesehatan menilai stigma dan diskriminasi masih menjadi hambatan besar.

Tidak sedikit ODHIV yang enggan memeriksakan diri atau memilih berhenti berobat karena takut dikucilkan oleh lingkungan. Hardino mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan stigma kepada ODHIV karena HIV tidak menular melalui berjabat tangan, berpelukan, berbagi makanan, menggunakan toilet bersama, maupun aktivitas sosial sehari-hari.

Baca Juga :   PALANGKA RAYA Tanggap Darurat Karhutla hingga 10 Agustus

“Penularan HIV hanya terjadi melalui hubungan seksual berisiko tanpa pengaman, penggunaan jarum suntik secara bergantian, transfusi darah yang tidak aman, serta dari ibu yang hidup dengan HIV kepada bayinya apabila tidak mendapatkan pencegahan,” ucapnya.

Hardino menegaskan, pengobatan ARV yang dijalani secara konsisten memungkinkan ODHIV hidup sehat, produktif, dan memiliki harapan hidup yang baik. Sebaliknya, pasien yang menghentikan terapi berisiko mengalami penurunan daya tahan tubuh sehingga rentan terserang infeksi oportunistik seperti tuberkulosis dan pneumonia, bahkan berkembang menjadi AIDS apabila tidak segera ditangani.

Sebagai upaya menekan penyebaran HIV, Dinas Kesehatan terus memperkuat berbagai program, mulai dari perluasan layanan skrining HIV, Mobile VCT, penyediaan obat ARV, penguatan layanan Perawatan, Dukungan dan Pengobatan (PDP), pelacakan pasien yang putus berobat, integrasi layanan TB-HIV, hingga edukasi di sekolah, tempat kerja, dan masyarakat.

Masyarakat juga diimbau menghindari perilaku berisiko, tidak menggunakan jarum suntik secara bergantian, serta melakukan tes HIV apabila memiliki faktor risiko. Pemeriksaan HIV bagi ibu hamil juga terus didorong sebagai bagian dari pelayanan kesehatan ibu dan anak untuk mencegah penularan dari ibu ke bayi. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PRESIDEN Prabowo Pastikan Perkuat Pengendalian Karhutla di Kalteng
314 NAKES-Logistik Dikirim ke Provinsi Terdampak Karhutla
PERKUAT Ikhtiar Hadapi Kemarau Melalui Salat Istisqa
KUALITAS Udara Kota Palangka Raya “Berbahaya”
CEGAH Dampak Asap Karhutla, Kotim Hentikan Pembelajaran Tatap Muka
BNPB: 1.487 Hotspot Terdeteksi di Kalimantan, Kalteng dan Kalbar Terparah
LAKA MAUT di Palangka Raya, 2 Warga dan 1 Polisi Tewas
SEMBILAN Tongkat Komando Perangi Narkoba di Kalteng

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:19

BNPB Perkuat OMC-Armada Pemadaman Karhutla Kalimantan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:03

PRESIDEN Prabowo Pastikan Perkuat Pengendalian Karhutla di Kalteng

Minggu, 23 Agustus 2026 - 22:57

314 NAKES-Logistik Dikirim ke Provinsi Terdampak Karhutla

Minggu, 23 Agustus 2026 - 22:41

SEJUMLAH Menteri Ditunjuk Tangani Karhutla per Wilayah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 22:03

696 HOTSPOT Karhutla Kalsel Muncul pada Minggu

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:59

WAMENKO PANGAN Bersama Dankodaeral XIII dan Kapolda Kalsel Cek Langsung Posko Tegal Arum

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:54

KEMENHUT Kerahkan 1.000 Polhut Padamkan Karhutla Kalimantan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:40

TANGANI KARHUTLA, Gubernur Kalsel: Haji Isam Bantu 100 Pompa

Berita Terbaru

Personel Yonif TP 882/Hulubalang melakukan pembasahan untuk mencegah api kembali menyala di lokasi kebakaran lahan gambut di Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Minggu (23/8/2026). (Foto: Antara/Jessica Wuysang)

Nasional

BNPB Perkuat OMC-Armada Pemadaman Karhutla Kalimantan

Minggu, 23 Agu 2026 - 23:19

Petugas pemadam kebakaran Dinas Kehutanan Kalteng berusaha memadamkan api yang membakar lahan gambut di Kelurahan Bukit Tunggal, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Minggu (12/7/2026). (Foto: HO-Antara)

Nasional

SEJUMLAH Menteri Ditunjuk Tangani Karhutla per Wilayah

Minggu, 23 Agu 2026 - 22:41

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran (kanan) bersama Wakil Gubernur Edy Pratowo dan lainnya saat melaksanakan salat istisqa dan doa bersama di Bundaran Besar Palangka Raya, Minggu (23/8/2026). (Foto: HO-Biro Adpim Pemprov Kalteng)

Kalteng

PERKUAT Ikhtiar Hadapi Kemarau Melalui Salat Istisqa

Minggu, 23 Agu 2026 - 22:13

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca