PEMPROV KALSEL dan Dua dokter Digugat Pasien Dugaan Korban Malpraktik, Besok Sidang Perdana Digelar

PEMPROV KALSEL dan Dua dokter Digugat Pasien Dugaan Korban Malpraktik, Besok Sidang Perdana Digelar

SuarIndonesia – Sidang perdana gugatan atas dugaan malpraktik operasi rahim di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, yang sesuai rencana, digelar besok, Rabu (18/11/2020).

Dari keterangan, permasalahan berujung ke jalur hukum ini, tak hanya gugatan  perdata, namun juga pidana.

Pasien Siti Aminah (54) warga Jalan Mahligai Km 7 Komplek Agus Salim RT 017 RW 02 Kelurahan Kertak Hanyar I Kabupaten Banjar menguasakan kepada pengacaranya, Muhammad Kurniawan SH dan Ade SH.

“Iya sudah kita layangkan gugatan, dan sesuai jadwal digelar Rabu besok,” kata Ade SH, ketika dihubungi, Selasa (17/11/2020).

Gugatan dengan nilai tuntutan ratusan juta terhadap Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) termasuk dr Hj Suciati, Dirut RSUD Ulin Banjarmasin dan dr Ferry Armanza SpOG (selaku tergugat).

Permohonan gugatan perdata ke PN Banjarmasin dengan no. 122/Pdt.G/2020 telah ditetapkan susunan majelisnya oleh Ketua Pengadilan Negeri Banjarmasin.

“Iya untuk di PN sudah menerima permohonan gugatan perdata ini,” tambah Ketua PN Moch Yuli Hadi SH MH melalui Aris Bawono Langgeng SH MH.

Dimana pasein selaku penggugat melawan Pemprov Kalsel, dr Suciati dan dr Ferry Armanza SpOG (tergugat).

Untuk majelis hakim diketuai Eddy Cahyono SH MH didampingi kedua anggotanya Vonny Trisaningsih dan Roro Endang Dwi Handayani SH MH.

Saat aksi massa yang ikut prihatin atas dialami si pasien, Ketua PN menyatakan pihaknya akan mengambil putusan berdasarkan pada bukti-bukti yang diajukan para pihak. Dan agar bisa memonitor persidangan nanti bisa melalui website sipp pn banjarmasin.

Maaasa atasnama pasien mencari dan meminta keadilan atas dugaan malpraktik operasi rahim, dan pula disuarakan ke DPRD dan Dinas Kesehatan Kalsel, Kamis (12/11) lalu.

Dari keterangan, Siti Aminah adalah Bendahara Himpunan Kerakatan Muslimah Kalimantan Selatan (Jamaah Cinta Guru Sekumpul).

Dari itu pula membuat massa dari Forum Komunikasi Gabungan Lintas Ormas mendatangi DPRD Kalsel agar bisa menidaklanjuti atas kejadian dialami tersebut.

Massa yang atasnamakan dari Persatuan Rakyat Pemuda Asli Kalimantan (Perpak), Basis Pemantau Pemelihara dan Pengendali LIngkungan (BP3L), Forum Kriativitas Masyatakat Bela Banua (PKMBB).

Kemudian Kerukunan Warga Masyarakat Banjar (KWMB), Aliansi Masyarakat Bangun Banua (AMBZ), Pekumpulan Masyarakat Milenial Setia Tanah Air Republik Indonesia, dan termasuk DDP Pemuda Islam Kalsel, yang dikomando HM Hasan.

Ketika di DPRD Kalsel, massa diterima DR H Karli Hanafie Kalianda SH MH.

Dugaan adanya malpraktik dikarenakan akibat kecerobohan operasi yang menimbulkan penderitaan berkepanjangan bagi pasien.

“Ini harus ditindaklanjuti agar jangan sampai masalah bisa ke pasien lainnya,” ucap HM Hasan, Ketua DPD Pemuda Islam Kalsel saat itu. (ZI)

 396 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: